
Film Indonesia, Yang Tidak Dibicarkan Ketika Membicarakan Cinta (What They Don't Talk About When They Talk About Love) karya Mouly Surya berhasil meraih kesuksesan di Festival Film Rotterdam 2013. Film yang berkisah mengenai kisah cinta orang difabel ini meraih penghargaan The NETPAC jury (Network for the Promotion of Asian Cinema) for Best Asian Films. Sebuah hasil yang tentunya membanggakan. Selain Yang Tidak Dibicarkan Ketika Membicarakan Cinta, film lain yang meraih sukses di ajang festival film ini antara lain My Dog Killer, The Future, dan Fat Shaker.
Yang Tidak Dibicarkan Ketika Membicarakan Cinta adalah sebuah contoh film Indonesia yang mendapat pengakuan di dunia internasional. Melakukan debutnya di Sundance 2013, film yang berkompetisi di kategori World Dramatic Competition ini saat itu mendapat ulasan yang positif walau tidak membawa pulang gelar yang dituju. The Hollywood Reporter (THR) menyebut film Mouly Surya ini sebagai karya yang menyentuh dan diarahkan dengan brilian. Lebih lanjut THR menyebut bahwa film ini memiliki magis-nya dalam menangkap keanggunan dan jiwa dari dua orang penyandang buta, tanpa harus menjadi cengeng dan mengumbar air mata.
Selamat kepada Mouly Surya dan tim Yang Tidak Dibicarkan Ketika Membicarakan Cinta atas kemenangan ini. Kami di Indonesia tidak sabar untuk segera menyaksikan film ini. Berikut adalah daftar lengkap pemenang di Rotterdam International Film Festival.
Hivos Tiger Awards
My Dog Killer (Môj pes Killer) - Mira Fornay (Slovakia/Czech Republic, 2013)
Soldate Jeannette (Soldier Jane) - Daniel Hoesl (Austria, 2012)
Fat Shaker (Larzanandeye charbi) - Mohammad Shirvani (Iran, 2013)
NETPAC Award
What They Don't Talk About When They Talk About Love - Mouly Surya (Indonesia, 2013)
FIPRESCI Award
The Fifth Gospel of Kaspar Hauser - Alberto Gracia (Spain, 2013)
The Big Screen Award
Pretty Butterflies (Bellas mariposas) - Salvatore Mereu (Italy, 2012)
KNF Award
The Future (Il futuro) - Alicia Scherson (Chile/Germany/Italy/Spain, 2013).