
Kalian masih ingat dengan adaptasi kisah manga klasik Dragon Ball Z ke layar lebar, Dragonball: Evolution? Film rilisan tahun 2009 arahan James Wong itu sukses menjadi sasaran caci maki banyak pihak. Kritikus tidak menyukainya, fanboy membencinya. Dan semenjak film tersebut dirilis, James Wong seolah mundur teratur dari profesi sutradara, dan hanya menyutradarai 2 episode dari 2 serial televisi di Amerika Serikat. Gagalnya Dragonball: Evolution merupakan bukti bahwa, seringkali dunia barat tidak memahami nilai-nilai yang sesungguhnya terkandung di karya duni timur, sehingga esensi kisahnya dan filosofinya pun menghilang. Lalu, apakah ini membuat kapok filmmaker barat? Tampaknya tidak.
Adalah Yohan Faure, seorang sutradara asal Perancis yang sedang berusaha untuk mengadaptasi secara bebas kisah Dragon Ball Z ke layar lebar. Faure sedang mengumpulkan dana agar proyeknya ini terwujud, melalui sebuah program penggalangan dana layaknya program Kick Starter yang ditempuh oleh proyek adaptasi film Veronica Mars. Dan dalam usahanya untuk menarik minat banyak orang, Faure membuat sebuah test footage yang sangat stylish untuk film yang rencananya akan berjudul Dragon Ball Z: The Fall of Men ini.
Dragon Ball Z: The Fall of Men, merupakan kisah non-canon. Bersettingkan masa depan yang sama sekali berbeda dengan kisah komiknya, Faure menggunakan pendekatan yang realistis dan dramatis untuk filmnya. Dragon Ball Z: The Fall of Men berkisah mengenai Trunks, putra dari Vegeta yang berusaha menyelamatkan bumi dari kekejaman Cell.
Test footage Dragon Ball Z: The Fall of Men dibuat dengan kamera Canon EOS 5D selama 2 hari. Dan test footage ini dibuat dengan dana sebesar USD 160 saja! bagaimana menurut kalian, apakah usaha Faure ini patut didukung? Apakah kita bisa menyerahkan kisah anime cult classic ini ke tangan orang Eropa? Cek test footage yang ia buat, juga sebuah storybooard dan juga teaser posternya di bawah ini.

