The League of Extraordinary Gentlemen

by abn


The League of Extraordinary Gentlemen

Alan Moore merupakan penulis komik & graphic novel yang memiliki statusnya tersendiri. Eksentrik dan juga memiliki aura mistis, Moore dideskripsikan sebagai penulis graphic novel terbaik sepanjang masa, dan sering disebut sebagai salah satu penulis Inggris terbaik dalam 50 tahun terakhir. Karya-karya yang Moore tulis antara lain, Watchmen, V for Vendetta, From Hell, The League of Extraordinary Gentlemen, Batman: The Killing Joke, Voice of the Fire, dan Lost Girls. Beberapa karyanya pun telah diadaptasi ke layar lebar, seperti Watchmen, V for Vendetta, From Hell, serta The League of Extraordinary Gentlemen. Dan kini, The League of Extraordinary Gentlemen tampaknya akan mendapatkan kesempatan lain untuk didadaptasi, kali ini dalam bentuk serial TV.

The League of Extraordinary Gentlemen pertama kali diterbitkan pada tahun 1999. Seri komik ini telah memiliki 15 seri, dan dua graphic novel. Seri komik ini berkisah mengenai sekumpulan orang-orang yang memiliki kemampuan luar biasa di era Victoria. Mereka berkumpul dalam satu kelompok karena memiliki kesamaan visi untuk menumpas satu musuh yang sama. Karakter-karakter yang ada pada komik The League of Extraordinary Gentlemen sesungguhnya mengambil karakter-karakter dari karya-karya yang pernah diterbitkan sebelumnya oleh penulis lain. Sebut saja Allan Quatermain, seorang pemburu dan pencari harta karun yang pertama kali muncul dalam novel karya H. Rider Haggard, King Solomon's Mines (1885). Lalu ada Mina Harker (Murray), vampir dari kisah Dracula (1897) karya Bram Stoker. Dr. Jekyll/Mr. Hyde dari kisah Strange Case of Dr. Jekyll and Mr Hyde (1886) karya Robert Louis Stevenson. Lalu Hawley Griffin berdasarkan karakter dari novel The Invisible Man (1897) karya H. G. Wells, dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2003, Stephen Norrington mengadaptasi kisah komik ini berdasarkan naskah yang ditulis oleh James Dale Robinson. Walau menangkap gambaran detail era Victoria dengan baik, film yang dibintangi oleh Sean Connery ini gagal di pasaran. Kritikus tidak menyukainya, dan para fanboy mencercanya. Yang terparah, Moore sendiri secara terang-terangan tidak menyukai film ini sehingga melakukan dua hal yang menjadi sangat terkenal. Yang pertama, pada publikasi komik The League of Extraordinary Gentlemen: Black Dossier, Moore menampilkan karakter mata-mata bernama Jimmy yang merupakan imitasi karakter James Bond, namun digambarkan dengan sangat negatif. Hal ini ditujukan sebagai ketidaksukaannya terhadap film The League of Extraordinary Gentlemen dan juga Sean Connery, aktor pemeran James Bond yang juga berperan dan bertindak sebagai produser di film The League of Extraordinary Gentlemen. Yang kedua, pasca film The League of Extraordinary Gentlemen, Moore tidak mau namanya dicantumkan dalam credit title atau materi publikasi apapun untuk film hasil adaptasi karya-karyanya. Karena itulah namanya tidak tercantum di credit title V for Vendetta dan juga Watchmen.

Namun, dengan sejarah panjang adaptasi The League of Extraordinary Gentlemen yang cukup buruk dan juga sikap Alan Moore yang tampaknya tidak menyukai karyanya didadaptasi ke media audio visual, tampaknya tidak menjadi penghalang bagi FOX untuk memesan sebuah pilot episode bagi serial TV adaptasi komik The League of Extraordinary Gentlemen. Jika pilot episode ini disetujui pihak FOX, maka dipastikan sebuah serial akan tayang setidaknya di tahun depan. Orang-orang yang menukangi proyek TV The League of Extraordinary Gentlemen memang bukan nama-nama tak berpengalaman. Sebut saja nama Michael Green yang akan menjadi produser eksekutif/penulis naskah/showrunner. Ia pernah dengan sukses menjadi showrunner serial Kings, Heroes, dan The River. Lalu ada nama Erwin Stoff dari film The Matrix yang juga bertindak sebagai produser. Ini adalah sebuah proyek nothing to loose bagi Green dan Stoff. Karena jika ternyata FOX tidak memberikan lampu hijau bagi serial The League of Extraordinary Gentlemen, pilot episode yang mereka buat akan tetap ditayangkan.

Pengumuman FOX mengenai adaptasi komik The League of Extraordinary Gentlemen dan juga pembuatan pilot episodenya tak ayal menimbulkan cibiran dari beberapa pihak. Karena belum lama lalu, stasiun TV kable Showtime mengumumkan, mereka akan menayangkan sebuah serial TV horror bersetting era Victoria berjudul Penny Dreadfull yang memiliki plot tak jauh berbeda dengan The League of Extraordinary Gentlemen. Penny Dreadfull sendiri didukung oleh sederetan nama yang lebih menjual. Sebut saja penulis naskah John Logan (Skyfall, Gladiator) yang menulis naskah setiap episodenya, lalu Sam Mendes (Skyfall, American Beauty) yang menjadi produser, dan Juan Antonio Bayona (The Orphanage) yang akan menyutradarai episode 1 dan 2 serial ini. Penny Dreadfull pun akan memiliki karakter Frankenstein dan juga Dorian Grey di dalamnya yang juga pernah muncul di seri komik The League of Extraordinary Gentlemen.

Jadi, apakah FOX hanya memberikan gertak sambal bagi Showtime? Lalu, apakah gertakan ini pada akhirnya akan menjadi sebuah kompetisi di layar kaca? Kita nantikan kelanjutannya.

Artikel Terkait