Alfonso Cuarón Membicarakan Gravity, 3D, dan IMAX

by abn


Alfonso Cuarón Membicarakan Gravity, 3D, dan IMAX

Gravity, 3D, dan IMAX
Empat tahun dalam pembuatan, dengan terobosan teknologi dan juga membutuhkan keakuratan teknis yang tinggi; akhirnya Gravity siap ditayangkan di bioskop di seluruh dunia dalam hitungan hari. Film ini sendiri telah tayang di Venice Film Festival, Toronto International Film Festival, dan kini Zurich Film Festival; dan mendapatkan ulasan-ulasan yang sangat positif. Para kritikus dan jurnalis menyoroti cerita Gravity, yang walau linear, tetap mampu menunjukkan kekuatan emosi para karakternya dan juga memasukan tema-tema mengenai kebertahanan dan juga tema religius. Namun yang paling mendapat pujian dari Gravity adalah aspek teknisnya. Sinematografi, visual effect, sound mixing, dan bagaimana kesemuanya itu menyatu secara menakjubkan dalam format IMAX 3D.

Dalam dua featurette film Gravity dan juga press conference Zurich Film Festival, Cuarón membicarakan mengenai penggunaan 3D dan IMAX di filmnya, dimana elemen tersebut adalah elemen yang sangat penting bagi Gravity. Cuarón berujar, keputusannya menggunakan 3D adalah karena kemampuan 3D dalam menyajikan gambaran immersif yang memberikan efek melingkupi penontonnya. Sementara David Heyman, produser film ini menyatakan bahwa 3D di film ini bukanlah sekedar pemanis belaka, melainkan sebuah karakter yang turut berperan dalam menyajikan pengalaman menonton. Dalam press conference di Zurich, Cuarón pun menyampaikan pemikirannya bahwa kebanyakan film 3D yang tayang saat ini merupakan sampah terkait penggunaan teknologi tersebut.

"Masalahnya sekarang, banyak orang yang membuat film dan mereka tidak mempersiapkannya untuk ditayangkan dalam format 3D, dan dengan seenaknya mengkonversi atas dasar pemikiran komersial setelah film selesai diproduksi - dan semuanya (film-film itu) menjadi sampah. Mereka tidak mengikuti aturan-aturan tentang 3D, apa yang bisa dan tidak bisa berfungsi dalam format tersebut."

Gravity sendiri merupakan film yang dikonversi pasca produksi ke dalam format 3D. Namun Cuarón sejak awal sudah mempersiapkan segalanya, terutama camerawork Emmanuel Lubezki, untuk dijadikan format 3D. Bahkan Cuarón menyatakan bahwa jika kita menyaksikan Gravity dalam format 2D, kita hanya akan mendapatkan 30% dari keseluruhan pengalaman menonton Gravity. Dan tampaknya keyakinan Cuarón bukan sekedar omong kosong, karena para kritikus dan jurnalis menyatakan bahwa 3D di film Gravity memang elemen penting dan meningkatkan pengalaman menonton filmnya sendiri.

Lain 3D, lain pula dengan format IMAX. Cuarón menyatakan bahwa format IMAX dia pilih karena kemampuannya dalam menyajikan detail yang luar biasa dan kemampuannya dalam 'membawa masuk' penonton ke dalam film. Cuarón meninginkan para penonton yang berada di bioskop ikut merasakan sensasi melayang di luar angkasa. Cuarón ingin seakurat mungkin dalam 'menciptakan' luar angkasa dan ingin menyajikan keakuratan tersebut dalam format yang mendukung, dalam hal ini, IMAX. Baginya, IMAX adalah sebuah kitab suci.

Pendapat Cuarón ini didukung oleh astronot Dr. Cady Coleman, yang menjadi konsultan film Gravity. Coleman menyatakan saat kita masuk ke dalam sebuah bioskop untuk menyaksikan film, kita ingin dibawa ke suatu tempat, ke dalam sebuah petualangan yang mungkin tidak bisa kita lakukan sendiri di dunia nyata. Coleman pun menyatakan, bahwa ia adalah orang yang percaya akan keajaiban. Dan baginya, Gravity dalam format IMAX adalah sebuah keajaiban. Lain lagi pendapat astronot Dr. Mike Massimino yang sudah menyaksikan Gravity. Massimino yang pernah tampil dalam film dokumenter Hubble 3D menyatakan, Gravity dalam format IMAX membangkitkan kenangan yang pernah dia lewati saat beroperasi di luar angkasa. Jadi, pastikan kita menyaksikan Gravity dalam format IMAX 3D untuk pengalaman menonton yang penuh keajaiban.

Apa Selanjutnya Dari Cuarón?
Lalu, pasca Gravity, apa selanjutnya bagi Cuarón? Yang pasti Cuarón menyatakan, ia tidak akan pernah melakukan lagi sebuah proyek seambisius Gravity. Baginya, Gravity merupakan miskalkulasi besar dalam hal waktu, dan merupakan investasi waktu terburuk yang pernah ia buat selama karirnya. Hmmm... Namun tampaknya ia perlu disadarkan, bahwa investasi terburuknya itu menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.

Cuarón pun menambahkan, bahwa selama proses produksi dan pasca produksi Gravity, Warner Bros. memberikan dukungan yang luar biasa bagi dirinya dan tim. Warner Bros. bahkan belum melihat sama sekali hasil kasar Gravity sampai setahun setelah proses produksi usai. Belum lagi proses pasca produksi yang mengharuskan Gravity diundur jadwal rilisnya beberapa kali.

Selanjutnya, Cuarón ingin membuat sebuah film horror. Bukan model film slasher, tetapi lebih ke arah psychological horror, sesuatu yang bermain dengan pikiran, dan mampu meracuni pikiran kita. Dan ia pun mengungkapkan bahwa ia memiliki mimpi akan film apa yang benar-benar ingin dia buat. Sebuah film kecil dan tidak akan laku secara komersial. Sesuatu yang sayangnya belum akan terwujud dalam waktu dekat, akrena Cuarón menambahkan, dia memiliki keluarga untuk diberi makan dan juga kehidupan yang membutuhkan uang.

Apapun yang akan anda buat Señor Cuarón, kami akan menantikannya, dan menyaksikannya tak peduli besar atau kecilnya skala film tersebut.

Gravity akan tayang pada 4 Oktober 2013. Dan di bawah ini, kalian bisa menyaksikan dua featurette film Gravity yang menjelaskan format 3D dan IMAX pada film ini.

Artikel Terkait