Hantu Kayako dan Toshio masih belum jera menakut-nakuti penonton. Kini mereka kembali lagi. Akankah ini menjadi babak pamungkas dari Ju-On?

Mungkin Jelata berharap akan menemukan akhir yang tidak lagi mengerutkan kening atau menimbulkan pertanyaan dan rasa penasaran lainnya. Tapi, lagi-lagi Jelata akan kembali disuguhkan dengan gaya yang sama, akhir yang terbuka, serta suguhan imajinasi yang lebih liar dan ikatan yang lebih mendalam.
Mai (Airi Taira), adik Yui Shono (Nozomi Sasaki), menerima kabar bahwa kakaknya menghilang. Barang-barang dari sekolah tempat kakaknya bekerja dikirimkan kepadanya, berikut surat pemecatan sebagai guru. Merasa tidak terima mendengar kabar itu, ia pun membaca berkas-berkas yang tertinggal dan menemukan sebuah nama, Toshio Saeki. Semua informasi tersebut juga membawanya kepada sebuah rumah yang telah tiada ketika ia sampai di sana. Belakangan, akhirnya ia mengetahui kenyataan bahwa adiknya sudah berada di dunia yang berbeda, dunia yang terus berulang dan tidak ada akhirnya.

Setelah Ju-On: The Beginning of The End berakhir dengan ketidakmampuan Yui mengakhiri segalanya, di Ju-On: The Final Curse kutukan kembali berulang. Toshio, si biang keladi semua kengerian yang terjadi di rumah itu, masih muncul dalam film ini. Loncatan waktu dan peristiwa yang dialami karakter-karakternya juga masih menarik. Kita tidak monoton disuguhi kisah satu tokoh yang dihantui, tapi tujuh! Kisah tujuh tokoh yang lagi-lagi terlibat dengan Toshio akan membuat Jelata berteriak ngeri. Suasana mencekam yang mereka alami terasa, meskipun tetap saja dibuat terlalu dramatis. Yah, memang bukan film horor Jepang namanya jika tidak ada adegan tokoh melihat hantunya lalu terjatuh dan berusaha lari, tapi tidak bisa bangkit. Akhirnya, adegan kejar-kejaran dengan Kayako pun berlangsung menyebalkan dengan celetukan, “Kenapa enggak lari aja sih?” atau, “Yaelah, pake diliatin dulu, bukannya langsung lari aja.”
Semua adegan antara Toshio atau Kayako dan tokoh-tokoh di dalamnya dibuat dramatis agar ketakutan dan suasana mencekam tersampaikan. Namun, ini Ju-On: The Final Curse. Sudah terlalu banyak formula sama yang diulang dan membuat ketakutan yang sebenarnya akhirnya tidak tersampaikan ke bangku penonton. Enough about it and just burn the house or call ghostbuster then problem solve! Tapi, justru karena gereget itulah maka serial terakhir (mungkinkah?) ini adalah penutup (benarkah?) yang baik. Banyak ide baru yang membawa angin segar untuk fim ini. Ikatan antartokoh juga lebih mendalam. Jelata akan melihat beberapa tokoh dari film Ju-On: The Beginning of The End kembali hadir. Kehadiran lebih banyak tokoh resmi membuat fim ini menjadi serial Ju-On dengan korban terbanyak. Dan semuanya terus berulang.
