Suka film horror? The Canal pastinya satu pilihan yang tak boleh dilewatkan! Apalagi dengan premis gabungan The Babadook dan The Shining. Baca ulasannya disini!

Sutradara : Ivan Kavanagh
Penulis Naskah : Ivan Kavanagh
Aktor : Rupert Evans, Antonia Campbell Hughes, Hannah Hoekstra, Kelly Bryne, Steve Oram, Calum Heath, Jones Shaaban
Buat gue yang gak suka nonton film genre horror, tahun ini rilis 2 film horror yang membuat gue sangat ketakutan, and for a good reason. Setelah kemarin gue dibuat paranoid dan ngerasa distalking di It Follows, sekarang giliran The Canal yang premisnya adalah gabungan dari The Babadook dan The Shining.
Oh, I'm so in, baby!
Dari luar, kehidupan David Williams (Evans) nampak sempurna. Ia memiliki seorang istri yang cantik, Alice (Hoesktra) dan anak yang lucu menggemaskan, Billy (Heath). Nyatanya, hubungannya dengan sang istri terasa dingin. David yakin Alice berselingkuh tanpa sepengetahuannya.
Sebagai seorang juru arsip film, David mendapati bahwa rumahnya saat ini ternyata adalah lokasi pembunuhan sadis di awal abad 19. Seorang suami membunuh istrinya secara keji di hadapan anak-anaknya sendiri. Sejak saat itu, David merasa ia diikuti oleh sesosok bayangan misterius yang mengancam keselamatan keluarganya.

Rasa paranoid David semakin menjadi-jadi ketika mengetahui istrinya memang berselingkuh. Ketika Alice ditemukan mati tenggelam di kanal sekitar rumah, polisi menjadikannya sebagai tersangka utama, padahal David yakin bahwa pelakunya adalah sosok pria pembunuh dari masa lalu. Tapi siapa yang akan percaya padanya?
Ada banyak elemen jump scare yang membuatmu ketakutan di film ini. The Canal hadir layaknya film-film horror jadul, kekuatannya ada pada tensi seram yang dibangun sejak awal, ditambah dengan sosok bayangan misterius yang suka malu-malu kucing, dan scoring yang menggetarkan. Mainkan elemen-elemen itu dengan baik, dan penonton dijamin mengkerut ketakutan di kursi.
Layaknya The Babadook, The Canal membangun konfliknya dari sisi psikologis pemeran utamanya. David digambarkan sebagai pria kebanyakan yang tidak punya kecakapan bergaul. Kematian istrinya malah membuatnya semakin terobsesi dengan sosok misterius penghuni rumah dan membuat kewarasannya dipertanyakan.

Sebagai aktor utama, Evans membawa beban yang cukup besar untuk membuat penonton terpaku pada layar. Aktingnya mengesankan, kita dibuat bersimpati pada keadaan psikologisnya, walau Kavanagh membuat kita juga melihat ada yang tidak beres dengan perilaku David.
Ketidakmampuan David bergaul dengan orang-orang di sekitarnya terlihat dari bagaimana wanita-wanita di sekitar David memperlakukannya. Sahabatnya Claira (Hughes) yang selalu berbicara dengan nada pelan dan hati-hati, pengasuh anaknya (Byrne) yang selalu tertawa rikuh di hadapannya, hingga ibu mertuanya yang memaksa Billy diurus olehnya sejak awal membuktikan bahwa ada sesuatu yang salah dengan David.
Kavanagh jelas terinspirasi dari banyak film horor klasik seperti 'Repulsion' (Roman Polanski), 'Barberian Sound Studio' (Peter Strickland), dan 'The Shining" (Stanley Kubrick) dalam membangun elemen spookynya. Kavanagh bereksperimen dengan sound yang mencekam dan shot-shot single frame yang cukup berhasil. Sayang, di babak ketiga ceritanya malah kedodoran dan diakhiri dengan ending yang terlalu mudah ditebak, namun suasana mencekam dan depresif ini benar-benar menakutkan dan melelahkan.