Eyes: Drama Psikologis yang Bukan Horror

by Ireuna

Eyes: Drama Psikologis yang Bukan Horror
EDITOR'S RATING    

Horor tidak selalu hantu-hantu yang bertebaran. Koji Suzuki kembali bermain dengan psikologis melalui Eyes

Mendengar nama Koji Suzuki, mungkin yang akan Jelata bayangkan adalah film horor mengerikan yang penuh dengan unsur mistis. Ya, itu karena Koji Suzuki telah lebih dulu dikenal melalui The Ring, film horor Jepang fenomenal yang hantunya, Sadako, sampai sekarang dipercaya sebagai salah satu hantu paling seram. Namun, bukan itu yang akan Jelata temukan dalam film Eyes. Film berdurasi 94 menit ini akan membawa semua penontonnya berlayar menyelami kisah mengharukan para tokohnya.

Yukari Yamamoto (Marika Ito) tinggal bersama ayah, ibu, dan adiknya. Hidupnya berjalan seperti keluarga pada umumnya sebelum ia melihat sebuah coretan anak kecil di papan nomor apartemennya. Sebelum coretan itu muncul, ia melihat sosok anak perempuan di luar apartemennya melalui lubang intip di pintu. Sejak saat itu, serangkaian kejadian aneh terjadi. Sahabatnya meninggal dalam kecelakaan bus. Ayahnya tiba-tiba menghilang dan hal itu membuat ibunya semakin depresi. Yukari mengaitkan semuanya kepada kemunculan gadis kecil yang dilihatnya itu. Namun, itu justru membuatnya dianggap gila. Ia pun bersikeras menemukan sang ayah. Dibantu dua orang temannya, ia berusaha mengungkap rahasia yang terembunyi selama ini. Sayang, kenyataan yang menanti tidak seindah mimpinya selama ini.

Eyes mengambil latar belakang keluarga Jepang biasa, yang berusaha untuk hidup sebagai keluarga bahagia, meski mereka memiliki banyak sekali kekurangan. Eyes menampilkan masalah yang kerap kali terjadi dalam masyarakat Jepang saat ini. Bunuh diri, berhalusinasi, bullying, mungkin adalah sebagian kecil masalah dalam masyarakat Jepang yang sebenarnya berawal dari ketidakterbukaan antaranggota keluarga. Di luar dugaan, Eyes film drama keluarga mengharukan yang akan membawa Jelata memaknai pentingnya keluarga dan bersyukur memiliki keluarga dan teman yang saling menyayangi. Film ini akan membawa kita memahami bahwa sebuah peristiwa buruk yang terjadi semasa kecil dapat membawa trauma yang mendalam sampai bertahun-tahun lamanya.

Eyes adalah sebuah refleksi akan pandangan seseorang. Apa yang kita lihat mungkin saja tidak dilihat orang lain. Pikiranlah yang membawa kita bisa melihat hal-hal yang bagi orang lain sebenarnya tidak ada. Di sinilah Eyesmemainkan ketegangan demi ketegangan dengan sangat apik. Potongan-potongan kisahnya sangat mengalir dan bisa dinikmati, terlepas dari beberapa adegan mengejutkan dan mencekam yang mungkin akan membuat jantung Anda seakan mau lepas. Eyes adalah gaya baru dalam perfilman horor Jepang. Sudah cukup dengan hantu yang mengutuk. Di EyesAnda akan melihat scoring, pencahayaan, dan alur cerita berpadu dengan sangat pas. Sedikit bocoran saja, sebenarnya tidak banyak sosok hantu muncul dalam film ini. Namun, situasi mencekam khas Jepang justru bisa hadir bahkan hampir di setiap adegan.

Eyes membawa penontonnya merasakan ketakutan kemudian kehangatan sehingga penontonnya masih bisa sedikit bernapas lega selama film berlangsung. Yah, ada yang bilang sebuah film yang bagus akan membuat kita terus-terusan memikirkan film itu setelah menontonnya. Kabar baiknya, Eyesadalah film semacam itu.

Artikel Terkait