Tiga bintang kaliber Oscar dipertemukan dalam satu layar dengan naskah remake dari film Argentina. Apakah dapat memuaskan bagi para penonton?

Bagaimana jadinya jika Julia Roberts dan Nicole Kidman berada dalam 1 film yang sama? Hasilnya adalah drama thriller ala FBI yang seksi. Secret in Their Eyes merupakan kisah tentang dua orang penyelidik kasus teroris, Ray (Chiwetel Ejiofor) dan Jess (Julia Roberts) serta jaksa mereka, Claire (Nicole Kidman) yang persahabatannya putus karena sebuah kasus.
Ray dan Jess mendapatkan laporan mengenai penemuan mayat di dekat masjid yang merupakan lokasi penyelidikan mereka. Namun, yang mereka temukan ternyata adalah tubuh kaku anak perempuan Jess, Carolyn. Mengira mereka akan menemukan kasus terorisme baru, tentu saja penemuan mayat Carolyn tidak begitu saja bisa diterima oleh Ray dan Jess. Ray berusaha menemukan kebenaran kasus tersebut. Namun, ketika mereka sudah sampai pada kesimpulan sebenarnya, ternyata pelaku kasus ini adalah intel mereka. Meski berbagai bukti sudah dikumpulkan, mereka akhirnya tiddak berdaya menghadapi kekuasaan orang-orang penting yang melindungi intel mereka itu. Berlatar kisah 13 tahun setelah pembunuhan Carolyn, Ray kembali kepada Jess dan Claire membawa sebuah nama yang ia duga adalah si pelaku. Serangkaian kisah dihadirkan dengan lompatan-lompatan latar waktu yang cukup mengganggu, namun mengantarkan kepada plot twist yang cukup di luar dugaan.

Kehadiran 3 bintang kenamaan di lini terdepan Secret in Their Eyes mungkin membuat Jelata berpikir film ini akan menjadi film yang brilian. Namun, nyatanya, kehadiran ketiganya tidak berhasil menyelamatkan alur ceritanya yang kurang kuat. Meski berlatar waktu setelah serangan teroris pada 9/11, namun penyelidikan mengenai teroris justru hanya muncul pada awalnya. Ini jadi seperti film polisi biasa, dan memang begitulah kelihatannya yang diinginkan oleh Billy Ray, sang sutradara.
Sejak awal pelaku sudah diketahui, namun tidak bisa mereka sentuh mengingat statusnya yang merupakan seorang intel untuk menguak jaringan teroris yang bersembunyi di AS. 13 tahun kemudian, Ray kembali membawa kasus yang sama yang ia yakini kali ini mereka pasti berhasil menangkapnya. Sepanjang film, Jelata akan diajak mengikuti emosi Jess, Ray, dan Claire. Namun, lompatan alur yang kasar justru malah membuat Jelata tidak bisa menikmati film ini. Bahkan, sedikit bumbu kisah cinta Ray dan Claire sebenarnya bisa saja dibuang karena sama sekali tidak ada pengaruhnya dengan jalan ceritanya. Masa lalu Ray dan Jess yang sudah bersahabat sejak lama justru tidak sepenuhnya diangkat. Pada akhirnya, semua ini membuat penonton tidak merasakan emosi yang seharusnya ada dalam sebuah film drama thriller.
Secret in Their Eyes bukan film yang buruk, namun juga bukan film terbaik yang bisa diberikan tiga bintang, Nicole Kidman, Julia Roberts, dan Chiwetel Ejiofor. Mengangkat sisi manusiawi seorang polisi yang tidak bisa melakukan tugasnya karena campur tangan politik, film berdurasi 111 menit ini cukup membosankan di pertengahan, namun menjanjikan mendekati paruh akhir.
