Sukses memerankan Jonathan Kent yang membentuk kepribadian Superman hingga seperti sekarang ini membuat Kevin Costner yakin untuk kembali duduk di kursi pemain utama. Tapi, apakah keyakinannya itu terbayar lunas?

Di tahun 1990-an, Kevin Costner pernah menjelma menjadi idola karena aktingnya yang memikat di The Bodyguard ataupun saat memerankan Robin Hood. Namun anehnya, tahun berlalu dan kebintangannya malah semakin menurun. Hal ini tentu menimbulkan tanda tanya, ada apa sebenarnya dengan Costner? Di tahun 2013 kemarin, ia sempat muncul di salah satu film yang paling ditunggu, Man of Steel, sebagai Jonathan Kent. Namun, apakah Costner masih memiliki aura kebintangan saat dipercaya menjadi tokoh utama dalam film aksi Criminal?
Seorang agen rahasia bernama Bill Pope (Ryan Reynolds) melakukan perjanjian dengan Jan Strook (Michael Pitt) yang memiliki kode seluruh senjata militer Amerika Serikat. Namun, belum sempat Pope datang ke kantornya dan mengungkapkan posisi hacker bernama sandi The Dutchman tersebut, ia sudah keburu dibunuh oleh bos Strook, Xavier Heimdahl yang berusaha menguasai kode penting tersebut. Dalam keadaan kritis, supervisor Pope, Quaker Wells (Gary Oldman) meminta tolong Dr. Franks (Tommy Lee Jones) untuk memindahkan ingatan di otak Pope kepada seorang tahanan bernama Jericho (Costner). Hal ini dimaksudkan agar keberadaan Strook dapat segera diketahui sebelum jatuh ke tangan Heimdahl. Namun, dalam prosesnya, hal tersebut tidaklah mudah. Memori Pope mulai muncul di otak Jericho, terutama Jill (Gal Gadot) sang istri dan buah hati mereka.
Melihat dari jajaran pemainnya, memang tidak dapat dipungkiri bahwa film ini tidak main-main. Mulai dari Ryan Reynolds, Gary Oldman, Tommy Lee Jones, Kevin Costner, Gal Gadot, Michael Pitt, Antje Traue, hingga Alice Eve. Bisa dibilang, para pemain yang pernah atau sedang tampil di film superhero berkumpul di sini. Mulai dari Deadpool, Jim Gordon, Two Face, Jonathan Kent, Diana Prince alias Wonder Woman, hingga Faora (Man of Steel). Sayangnya, deretan amunisi ini tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sutradara dan bagian naskah.

Film berdurasi 113 menit ini sendiri terasa datar dari awal hingga akhir. Tidak ada aksi-aksi memukau ataupun heroik, seperti dalam film-film Liam Neeson yang meskipun memiliki premis klise, namun setidaknya masih didukung oleh berbagai action yang sanggup membetot perhatian penonton. Perpindahan ingatan dari Pope ke Jericho memang mengundang rasa penasaran, namun setelah itu kaburnya si kriminal dari kawalan penjaga malah berdampak pada turunnya tensi cerita. Meskipun bisa dikata film ini tidak malu-malu dalam mengumbar darah dan kekerasan, namun dari segi cerita memang masih butuh banyak perbaikan.
Sayangnya, meski sudah mendapat lawan main nama-nama besar, penampilan Costner bisa dikatakan yang terlemah. Digambarkan sebagai sosok yang kejam dan tidak punya sense bahwa apa yang ia kerjakan salah, kekurangan justru terlihat dari ekspresi mukanya yang tidak terlihat garang meski sudah ditumbuhi janggut dan cambang.
Dengan jajaran pemain mumpuni, agak mengecewakan bahwa Ariel Vromen tidak sanggup memanfaatkan itu dan malah membuat penonton bosan.
