Lupakan James Bond yang suka tebar pesona sana-sini karena Jason Bourne kembali. Dan, lebih galak dari sebelumnya.

Jika Inggris punya James Bond, maka Amerika punya Jason Bourne. Mata-mata yang mengalami amnesia dan harus berjuang mengetahui apa yang terjadi dengan dirinya. Tiga film Bourne sebelumnya yang menduetkan Matt Damon dengan Doug Liman (The Bourne Identity) dan Paul Greengrass (The Bourne Supremacy & The Bourne Ultimatum) sukses menghadirkan mata-mata dingin yang tidak suka tebar pesona. Diam, tapi mematikan. Itulah kesan yang dihadirkan Bourne dalam trilogi layar lebarnya. Sempat diputuskan untuk selesai di film ketiga dan diniatkan mengganti sosok Damon dengan Jeremy Renner sebagai penerus, ternyata sambutan The Bourne Legacy tidak seriuh yang diharapkan. Kini, Universal Pictures kembali memasangkan duet Damon dan Greengrass dalam film kelima universe Bourne dengan memilih judul self title.
Sadar bahwa Bourne identik dengan pace cerita yang cepat dan menegangkan, Jelata tidak akan diberi kesempatan bernapas dengan tenang di film kelima ini. Bagaimana tidak, dari awal hingga 3/4 film, mata dan telinga kita disuguhkan dengan berbagai adegan aksi dan musik yang menggedor jantung. Bahkan, adegan sepi sekalipun tidak dibiarkan menurun tensi ketegangannya oleh Greengrass. Jelata mungkin baru akan sadar saat menjelang film berakhir saat mengambil napas panjang karena semua sudah selesai.
Bisa dibilang, hanya dua muka familiar yang kembali di film ini, yaitu Matt Damon dan Julia Stiles. Sisanya adalah pemain baru, seperti Tommy Lee Jones, Vincent Cassel, dan Alicia Vikander. Khusus Vikander, meskipun tidak mendapat porsi aksi, namun kharisma dan aktingnya begitu kuat di layar sehingga adegannya mungkin bisa dikatakan yang paling ditunggu-tunggu.

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, Greengrass bisa dikatakan membuat film yang tidak membodohi penontonnya. Mematikan listrik dari ribuan mil jauhnya hingga menghapus berkas dengan memanfaatkan ponsel merupakan salah dua contoh kedigdayaan Biro Federal di negara adikuasa tersebut. Dan, semua itu dibalas Bourne dengan aksi cerdas penuh tipu dan perkelahian khas jalanan. Film yang kalau diberi kategori akan saya beri kategori “lakik banget”.
Sayangnya, film ini seakan mengenyampingkan film keempat, kalau tidak mau dikatakan “berusaha melupakan”. Tidak disinggung sama sekali mengenai Alex Cross. Namun, bukan tidak mungkin di sekuel-sekuel mendatang duet Damon dan Renner akan disajikan pihak studio jika memang cukup menjanjikan untuk meraup untung.
