Fantastic Beast And Where to Find Them: Dimulainya Legenda Sang Pawang Hewan Aneh

by Prima Taufik

Fantastic Beast And Where to Find Them: Dimulainya Legenda Sang Pawang Hewan Aneh
EDITOR'S RATING    

Dunia sihir telah kembali tapi kali ini kita akan mundur jauh sebelum si anak terpilih lahir.

Setelah menyelesaikan saga anak ajaib Harry Potter, WB tahu dunia sihir ciptaan J.K Rowling ini masih bisa menghasilkan lebih banyak uang untuk mereka, namun cerita siapakah yang akan diangkat? Setelah tukar pikiran dengan Rowling dan sepakat berapa uang yang terlibat akhirnya mereka mendapat sebuah cerita baru untuk dijadikan saga. Fantastic Beast and Where to Find Them akan mengangkat kisah seputar kehidupan Newt Scamander seorang penyayang binatang yang hobi mencari dan menyelamatkan binatang langka dengan keliling dunia. Namun jangan salah hewan-hewan yang diselamatkan Newt adalah hewan-hewan ajaib yang tidak akan pernah kamu lihat di kebun binatang. 

Mengambil era pada tahun 1920an di New York dimana pada masa ini seluruh dunia diteror oleh seorang peyihir jahat bernama Gellert Grindelwald. Newt yang tidak peduli dengan semua kekacauan ini datang dengan misi menyelamatkan hewan-hewan yang dia bawa dalam sebuah koper. Segala masalahpun terjadi selama Newt di New York, hewan-hewan dalam koper ajaibnya lepas dan ia harus menangkap mereka semua. Tapi di luar itu ternyata ia terlibat dengan hal - hal yang lebih besar. Cerita memang klise, tapi karena tidak diangkat dari novel layaknya Harry Potter penonton lebih penasaran akan seperti apa petualangan Newt ini, dan hasilnya cukup memuaskan. Memang latar belakang Newt belum terlalu dibuka pada film pertama ini tetapi banyaknya referensi pada dunia sihir Hogwarts cukup membuat fans Potter antusias. J.K Rowling turun tangan sendiri untuk membuat naskah film ini jadi anda bisa yakin kalau film ini ada ditangan orang yang tepat. Setting cerita yang terjadi di dunia nyata terasa lebih realistis dibanding Harry Potter yang lebih banyak mengambil setting dunia sihir.

Pemilihan Eddie Redmayne (Theory of Everyting) sebagai Newt Scamander tampaknya sebuah langkah yang bagus. Kemampuan akting Redmayne tidak perlu diragukan lagi. Disini ia bisa dengan baik membawakan karakter Newt yang penyendiri, kurang bisa bergaul, mengabdikan diri pada penyelamatan hewan tapi punya sisi humanis yang tinggi. Tapi sayangnya bahasa tubuh dan ekspresi Redmayne agak mirip di film-filmnya yang lain. Selain Eddie aktor lain yang aktingnya cukup menonjol adalah Ezra Miller (The Perks of Being Wallflower) sebagai Credence. Ezra dengan sangat baik membawakan karakter Credence yang terkekang, disiksa, kaku, rapuh, dan lemah tapi menyimpan sisi gelap yang besar. Diluar mereka para aktor dan aktris lainnya pun juga berakting dengan baik tapi yang menjadi scene stealer adalah Dan Fogler sebagai Jacob Kowalski yang memberi sentuhan komedi dan drama yang menambah menarik film ini.

Pemilihan David Yates (Legend of Tarzan, Harry Potter and the Deathly Hollow) sebagai sutradara adalah pilihan yang sangat tepat. Ia sudah sangat memahami bagaimana dunia Harry Potter dan apa yang diinginkan  J.K Rowling dalam dunia sihir ini. Selain itu Yates terbukti sebagai salah satu sutradara yang pandai dalam mengatur tempo cerita sehingga penonton tidak dibuat bosan dan cerita tidak antiklimaks. Yates mampu dengan solid membangun fondasi cerita sebelum membawa penonton pada eksekusi akhir yang menyenangkan. Selain cerita semua elemen pelengkap teknis dalam film ini bersatu dengan baik. Spesial efek, musik, editing serta berbagai aspek teknis lainnya terlihat pas, saya tidak menonton film ini dalam versi 3D tetapi jelas terlihat bahwa banyak pengambilan gambar dan efek yang diberikan ditujukan untuk kepuasan versi tersebut.

Walau masih di universe yang sama lebih baik tidak perlu membanding-bandingkan film Fantastic Beast and Where to Find Them ini dengan saga Harry Potter yang sudah sangat di kenal. Film ini mempunyai sisi uniknya sendiri dan dari apa yang ditampilkan dalam film tampaknya ke depan Fantastic Beast akan punya petualangan yang tidak kalah serunya. Lagipula siapa yang tidak ingin melihat pertempuran epik Gellert Grindelwald dan Albus Dumbledore yang sudah melegenda tersebut.

Artikel Terkait