Mile 22: Perjalanan 22 Mil yang Berbahaya

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Mile 22:  Perjalanan 22 Mil yang Berbahaya
EDITOR'S RATING    

Meski kisahnya klise, penampilan Iko di sini cukup menghibur

Setelah mencuri perhatian publik internasional lewat The Raid dan The Raid 2, nama Iko Uwais yang tadinya hanya dikenal di Indonesia, kini lebih mendunia. Beberapa film berskala internasional pernah ia bintangi, di antaranya Man of Tai Chi, Star Wars: The Force Awakens, dan Beyond Skyline. Kini, Iko beradu akting dengan Mark Wahlberg dan Lauren Cohan dalam film berjudul Mile 22.

Dikisahkan, James Silva (Wahlberg) dan Alice (Cohan) tergabung ke dalam sebuah grup elit yang tidak pernah gagal menjalankan tugas, Overwatch. Grup ini memiliki dua tim, yaitu pengawas dan pelaksana. Suatu hari, mereka mendapat tugas membawa seorang pria bernama Li Noor (Uwais) yang memiliki informasi berharga dan ingin meminta suaka ke Amerika. Sudah bisa ditebak, judul film ini diambil dari jarak Kedutaan Besar Amerika di kota fiktif bernama Indocarr ke pangkalan pesawat yang akan menerbangkan Li Noor.

Seperti sudah bisa diduga, film ini penuh dengan adegan Iko mematahkan bagian tubuh, merobek tubuh seseorang, dan masih banyak lagi. Bahkan, saat memegang pistol pun, Iko tetap diminta menghajar orang, baru menembaknya. Agaknya, Peter Berg sebagai sutradara, sadar bahwa inilah yang ditunggu-tunggu penonton. Sosok Iko menghajar musuh-musuh di sekitarnya dengan tangan kosong. Iko dengan senjata? Penonton bisa kecewa.


Dari segi cerita sendiri, Mile 22 tidak bisa dibilang istimewa karena temanya sudah sering diangkat dalam film-film tentang kepolisian. Baku tembak, kejar-kejaran di jalan raya, dan konfliknya pun tergolong biasa. Memang yang membedakan adalah aksi pencak silat Iko yang beberapa di antaranya membuat ngilu.

Karena cerita yang berjalan cepat, bisa jadi penonton tidak akan mengenal karakter lain, selain Silva, Alice, dan Li Noor. Tidak semua karakter diperkenalkan dengan mendalam sehingga penonton tidak akan simpati jika salah satu anggota Overwatch mengalami masalah. Editing dan dialog yang cepat juga bisa menimbulkan kebingungan karena banyak istilah teknis dan butuh waktu untuk menyerap artinya. Untunglah, twist yang diberikan cukup mengagetkan dan bisa jadi membuat kita tidak sabar menyaksikan sekuelnya yang memang sudah disiratkan akan ada.

Namun, memang tidak pelak, ada rasa bangga saat kita menyaksikan Mile 22 karena salah satu aktor Indonesia berhasil menjadi second lead role yang memegang peranan penting dalam sebuah film berskala internasional. Jika memang sekuelnya ada, jelas pencinta film di Indonesia tidak akan melewatkannya.

Lalu, apa pendapat selebritas Indonesia setelah menyaksikan film ini pada saat gala premier Mile 22 di Plaza Senayan XXI (20/08) kemarin?