Duet Asterix dan Obelix kini dihadapkan pada kemungkinan pensiunnya dukun sakti Desa Galia
Animasi dari negara-negara Eropa memang tidak
seterkenal animasi Disney atau Dreamworks. Namun, jangan anggap remeh kualitas serta
ide ceritanya yang menarik dan segar. Kali ini, animasi Eropa kembali lagi
dalam Asterix: The Secret of the Magic
Potion.
Kalau kalian mengikuti kisah Asterix tentu sudah tahu mengenai
Desa Galia yang dihuni pria-pria berkumis dan hidup tenang di sebuah pedesaan.
Dua prajurit terkemuka di Galia adalah Asterix dan sahabatnya Obelix yang gemar
makan babi panggang dan memiliki peliharaan seekor anjing putih bernama Idefix.
Kali ini, mereka harus membantu dukun Desa Galia, Getafix (dalam bahasa
Perancis disebut Panoramix) mencari pengganti setelah dirinya terjatuh dari
pohon. Maka dimulailah pencarian dari satu desa ke desa lain demi mencari suksesor
Getafix yang akan mempelajari ramuan kuat Desa Galia.
Menyaksikan animasi yang seperti persilangan CGI dan kartun dua dimensi dalam Asterix ini terasa menyegarkan mata. Yang unik tentu saja karakteristik masing-masing tokoh yang terasa komikal dengan kumis baplang, rambut merah, hidung besar, serta perut gendut ditambah nama-nama aneh dan kelakuan luar biasa bodoh. Pencarian semakin dipersulit dengan karakter dukun sakti, namun salah arah, dengan niat mencuri resep rahasia ramuan kuat Desa Galia. Meski tidak dibuat sadis, namun karakter ini memiliki latar yang menarik. Asal-muasal bagaimana ia begitu bernafsu merebut resep rahasia Getafix juga dijelaskan di sini.

Diangkat dari karya Goscinny dan Uderzo, karakter
Asterix mungkin tidak sefamiliar karakter-karakter Disney atau Dreamworks
lainnya bagi generasi sekarang. Namun, Anda yang tumbuh dengan membaca komiknya
akan merasakan nostalgia saat menyaksikan film ini. Sayang memang, bahasa yang
digunakan adalah bahasa Inggris karena memang dimaksudkan untuk disebar di
pasar internasional. Jika tetap memilih memakai bahasa Perancis, tentu rasanya
akan lebih lucu lagi.