Burung pemarah itu kembali
Rovio Entertainment kembali bekerja sama dengan Sony
Animation menghadirkan burung-burung pemarah ke layar lebar. Kali ini, Red,
Chuck, dan Bomb bekerja sama dengan Leonard si Babi Hijau untuk menghadapi
seekor burung ungu yang tinggi semampai dan berniat menjajah pulau mereka.
Dari segi animasi, memang tidak perlu diragukan lagi
keindahannya. Semua burung memiliki ciri khas, bulu-bulu yang ada di tubuh
mereka juga dibuat dengan detail sehingga tampak halus dan berkilau seperti
bulu burung biasa, jenggot keriting milik Leonard pun juga dibuat dengan CGI
yang sempurna. Bisa dibilang, animasi Angry
Birds 2 ini tanpa cela.
Sayangnya, kesempurnaan animasi adaptasi game populer ini tidak diimbangi dengan
cerita yang menarik. Penulis naskahnya seakan bingung bagaimana mengembangkan
cerita dari film pertamanya sehingga memutuskan menghadirkan musuh baru yang
harus dihadapi bersama oleh Leonard dan Red. Tema semacam ini rasanya sudah
bukan barang baru di dunia film Hollywood, di mana kawan dan lawan saling
bahu-membahu melawan musuh yang lebih kuat. Sebut saja, X2: X-Men United, X-Men: Days
of Future Past, The Fate of the Furious, hingga Hobbs & Shaw yang sedang tayang.

Lelucon yang dihadirkan entah kenapa terasa garing. Tidak ada yang bisa benar-benar
membuat kita tertawa terbahak-bahak, seperti Toys Story 4. Senyum pun hanya terpaksa di beberapa bagian.
Berusaha menyasar orang dewasa dengan lelucon-lelucon aneh, namun terasa
nanggung. Sementara, anak kecil pun belum paham dengan lelucon tersebut.
Alhasil, Angry Birds 2 terasa kurang
menghibur. Bahkan, kisah sampingan tiga burung cilik mencari telur yang hilang
masih lebih menarik disaksikan daripada kisah utamanya.
Dengan jajaran pengisi suaranya yang banyak, tidak ada
yang terasa menonjol. Bahkan, terselip nama Nicki Minaj sebagai Pinky yang
entah burung yang mana. Peter Dinklage yang biasanya karismatik dan segera kita
ketahui suaranya terasa biasa saja saat menyuarakan The Mighty Eagle, bahkan
cenderung annoying.
Sangat disayangkan memang mengingat film pertamanya
yang sanggup meraih pendapatan 352 juta dolar dan cukup menghibur, film kedua
ini seakan dibuat hanya sebagai syarat sah dari sebuah film box office: ada sekuel. Meski begitu,
kalau memang kalian pernah bermain Angry
Birds dari dulu sampai sekarang, menonton film ini akan menjadi semacam
hiburan tersendiri.
