Angry Birds 2: Persatuan Burung dan Babi Menghadapi Musuh

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

Angry Birds 2: Persatuan Burung dan Babi Menghadapi Musuh
EDITOR'S RATING    

Burung pemarah itu kembali

Rovio Entertainment kembali bekerja sama dengan Sony Animation menghadirkan burung-burung pemarah ke layar lebar. Kali ini, Red, Chuck, dan Bomb bekerja sama dengan Leonard si Babi Hijau untuk menghadapi seekor burung ungu yang tinggi semampai dan berniat menjajah pulau mereka.

Dari segi animasi, memang tidak perlu diragukan lagi keindahannya. Semua burung memiliki ciri khas, bulu-bulu yang ada di tubuh mereka juga dibuat dengan detail sehingga tampak halus dan berkilau seperti bulu burung biasa, jenggot keriting milik Leonard pun juga dibuat dengan CGI yang sempurna. Bisa dibilang, animasi Angry Birds 2 ini tanpa cela.

Sayangnya, kesempurnaan animasi adaptasi game populer ini tidak diimbangi dengan cerita yang menarik. Penulis naskahnya seakan bingung bagaimana mengembangkan cerita dari film pertamanya sehingga memutuskan menghadirkan musuh baru yang harus dihadapi bersama oleh Leonard dan Red. Tema semacam ini rasanya sudah bukan barang baru di dunia film Hollywood, di mana kawan dan lawan saling bahu-membahu melawan musuh yang lebih kuat. Sebut saja, X2: X-Men United, X-Men: Days of Future Past, The Fate of the Furious, hingga Hobbs & Shaw yang sedang tayang.


Lelucon yang dihadirkan entah kenapa terasa garing. Tidak ada yang bisa benar-benar membuat kita tertawa terbahak-bahak, seperti Toys Story 4. Senyum pun hanya terpaksa di beberapa bagian. Berusaha menyasar orang dewasa dengan lelucon-lelucon aneh, namun terasa nanggung. Sementara, anak kecil pun belum paham dengan lelucon tersebut. Alhasil, Angry Birds 2 terasa kurang menghibur. Bahkan, kisah sampingan tiga burung cilik mencari telur yang hilang masih lebih menarik disaksikan daripada kisah utamanya.

Dengan jajaran pengisi suaranya yang banyak, tidak ada yang terasa menonjol. Bahkan, terselip nama Nicki Minaj sebagai Pinky yang entah burung yang mana. Peter Dinklage yang biasanya karismatik dan segera kita ketahui suaranya terasa biasa saja saat menyuarakan The Mighty Eagle, bahkan cenderung annoying.

Sangat disayangkan memang mengingat film pertamanya yang sanggup meraih pendapatan 352 juta dolar dan cukup menghibur, film kedua ini seakan dibuat hanya sebagai syarat sah dari sebuah film box office: ada sekuel. Meski begitu, kalau memang kalian pernah bermain Angry Birds dari dulu sampai sekarang, menonton film ini akan menjadi semacam hiburan tersendiri.


Artikel Terkait