Den of Thieves 2: Pantera - Saat Berpindah Pihak Terasa Lebih Menggoda

by Redaksi

Den of Thieves 2: Pantera - Saat Berpindah Pihak Terasa Lebih Menggoda
EDITOR'S RATING    

Bosan jadi polisi? Gerard Butler memilih jadi penjahat

Gerard Butler pada masanya adalah aktor serba bisa. Bermain film aksi, oke. Bermain film romance, menarik. Namun, Butler tidak pernah menyentuh titik sebagai bintang besar karena kini kariernya bisa dibilang stagnan dan tidak lagi mendapat kesempatan membintangi film-film blockbuster seperti di masa jayanya dulu. Kini, Butler kembali dengan sebuah film aksi, sekuel dari Den of Thieves (2018) yang kali ini mendapat tambahan subjudul Pantera

Melanjutkan kisah di film sebelumnya, kali ini Donnie (O'Shea Jackson Jr.) bergabung dengan sekelompok pencuri internasional untuk merampok Pusat Berlian Dunia yang bertempat di Antwerp, Belgia. Tempat ini merupakan pusat dari seluruh berlian di dunia, di mana berlian berbagai ukuran, berat, dan harga, datang dan pergi. Mengingat lokasinya yang penuh barang berharga, tidak heran jika keamanan di sini sangat ketat. Nicholas O'Brien (Butler) yang gagal menangkap Donnie di film pertama terus mengejar buruannya ini hingga ke Belgia. Namun, saat berhadapan langsung, Nick malah mengagetkan Donnie dengan meminta untuk bergabung. Menurutnya, bekerja sebagai penegak hukum itu melelahkan dan bayarannya pun tidak sepadan. Berada di pihak penjahat jauh lebih menarik dan menguntungkan. Setelah berhasil meyakinkan timnya untuk menerima Nick yang akan membantu mereka masuk ke Pusat Berlian Dunia, mulailah aksi paling mustahil dalam sejarah pencurian.

Sebelum menyaksikan Den of Thieves 2: Pantera, apakah kita perlu menonton film pertamanya? Jawabannya, ya. Lima belas menit awal film ini, kita akan dibawa dengan kelanjutan cerita usaha Nick dalam mencari Donnie hingga akhirnya menemukan kabar bahwa buronan yang ia incar tersebut berada di Belgia. Tidak hanya itu, di pertengahan pun, ada pembicaraan singkat antara Nick dan Donnie mengenai pencurian yang dilakukan di film pertama. Karena itu, disarankan untuk menonton prekuelnya sebelum melanjutkan dengan Pantera agar lebih mengerti dengan beberapa dialog yang ada. Namun, kalau pun tidak menonton juga tidak apa-apa karena, toh, film ini lebih fokus dengan pencurian berlian sehingga penonton masih tetap dapat mengikuti ceritanya meskipun agak 'ngang-ngong' di awal.


Meski mengangkat tema pencurian, tapi jangan bayangkan heist keren dan sat-set seperti Fast Five atau The Italian Job. Durasi 144 menit film ini kebanyakan diisi oleh dialog, perencanaan yang biasa saja, survei yang juga biasa saja, hingga akhirnya aksi pencurian di 1/3 akhir film. Itu pun tidak terlalu panjang dan masih ada kisah lanjutan sebelum film berakhir. Jadi, bagi kalian yang berharap akan melihat segmen perekrutan anggota, mencari dan mencoba alat-alat canggih, latihan sebelum hari H, hingga aksi spektakuler saat pencurian berlangsung, maka bersiap-siaplah kecewa. Namun, jujur, saat survei di brankas Pusat Berlian Dunia dengan segala protokol dan kerumitannya, adegan ini akan mengingatkan kita dengan Tenet saat Protagonist dan Neil melakukan survei di penyimpanan barang di Bandara Oslo, namun jauh lebih sederhana.

Menariknya, Den of Thieves 2: Pantera bisa dibilang minim musik. Tidak ada musik yang memberi petunjuk bahwa adegan akan menegangkan, emosional, atau ceria. Film ini cukup sunyi meski akhirnya ada scoring di 1/3 akhir. Ketiadaan musik ini juga terjadi saat adegan pencurian di Pusat Berlian Dunia. "Hilangnya" scoring ini berhasil membawa penonton yang awalnya bosan dan mengantuk karena plot cerita yang lambat di awal akan terjaga karena tegang. Pencurian yang tidak "diramaikan" oleh musik membuat kita ikut merasakan ketegangan tim pencuri saat mereka mengakali timer pergantian kamera keamanan agar tidak tertangkap. Sebuah pilihan yang cukup berani dan bisa dibilang cerdas dari Christian Gudegast, sang sutradara.

Secara keseluruhan, ini bukanlah film yang buruk. Namun, memang terasa kurang cocok untuk pencinta film aksi pencurian yang mengutamakan gaya keren dan alat canggih. Tapi, bagi para penggemar Gerard Butler dan penyuka film pertamanya, tentunya jangan lewatkan Den of Thieves 2: Pantera.