Bukan film romcom biasa...
Setelah Omniscient Reader, Ghost Train, dan My Daughter is a Zombie, ada satu lagi film Korea Selatan yang rilis di musim panas 2025 dan tayang di bioskop Indonesia. Pretty Crazy hadir sebagai proyek reuni antara Lim Yoon-A dan sutradara Lee Sang Geun setelah film blockbuster Exit (2019) yang tembus 9.4 juta penonton. Syutingnya sendiri sudah selesai digarap sejak 2022 dan baru mendapat slot tayang di tahun ini. Aslinya, film Pretty Crazy dibintangi Kim Seon Ho sebagai male lead, namun batal. Akhirnya, ditunjuklah Ahn Bo Hyun, sekaligus jadi debutnya sebagai lead actor di proyek film layar lebar.
Pretty Crazy mengisahkan Sun Ji (Yoon-A), ‘perempuan gila’ yang dirasuki arwah penasaran tiap jam 2 malam. Saat matahari menyinari bumi, Sun Ji adalah mbak-mbak manis nan baik budi yang bekerja sebagai pastry chef di bakery milik keluarga. Begitu lewat tengah malam, ia tampil berbeda 180 derajat, baik dari penampilan sampai tingkah laku. "Penyakit" ini membuat lelah sang ayah Jang Su (Sung Dong Il) dan sepupunya Ju Yeon (Joo Hyun Young) karena mengurusi Sun Ji yang aneh hingga subuh. Suatu hari, tingkah laku Sun Ji tertangkap mata oleh Gil Gu (Ahn Bo Hyun), pemuda pengangguran yang tinggal tepat di unit bawah. Kecurigaan yang terus-menerus membuat Gil Gu justru ditawari pekerjaan oleh ayah Sun Ji sebagai "pengawas" saat jam malam. Tak disangka, hari-hari Gil Gu dan Sun Ji membawa keduanya ke satu kenyataan kelam dari sang arwah penasaran.
Sepanjang 115 menit, film ini mampu menggabungkan beberapa genre sekaligus dengan cukup rapi dan alur yang nyaman diikuti. Babak pertama memang agak repetitif dan membosankan, namun lumayan jelas dalam memberi tahu latar belakang dari dua pemeran utama. Flashback pun cukup porsinya, tidak terlalu dragging atau dibuat dramatis. Lee Sang Geun sebagai sutradara dan penulis naskah bisa mengolah jalan cerita yang awalnya komedi misteri, lalu dibawa ke komedi romansa berbalut horror, kemudian ditutup dengan melodrama yang bikin penonton ikut terbawa suasana. Bisa dibilang, genre campur aduk ini cukup di luar prediksi karena tidak ditampilkan di trailer dan sinopsis umum.

Cast dalam Pretty Crazy juga tidak banyak, sehingga tidak perlu ada plot tambahan yang biasanya muncul dan berujung memperpanjang cerita. Humor ala slapstick? Jelas ada, tak lain dari kepiawaian Sung Dong Il (Reply series) yang memang ceriwis dan Joo Hyun Young (Extraordinary Attorney Woo) yang tektokannya selalu pas. Yoon-A dan Ahn Bo Hyun sendiri berhasil memberi chemistry di sepanjang film. Keduanya bisa saling mengisi di berbagai ekspresi, mulai dari bingung, takut, hingga gestur canggung dan saling nyaman yang mulai tumbuh. Kelihatan sekali sutradara mengarahkan Ahn Bo Hyun jadi pemuda clueless yang polos dan straight forward. Ada banyak potongan adegan tanpa dialog yang beberapa kali ditampilkan, tapi mood-nya bisa tersalurkan dengan pas ke penonton
Di sisi lain, Yoon-A sebagai cewek cegil sungguh tampil total tanpa filter. Lupakan Lim Yoon-A si visual grup K-Pop SNSD yang anggun dan ayu. Di sini, Yoon-A benar-benar jadi cewek gila yang nggak tahu malu, bisa sendawa keras, ketawa seperti kunti, dan melakukan gerakan random secara tiba-tiba. Awalnya memang terlihat lebay, apalagi adegan perubahannya selalu dimunculkan tiba-tiba dan terasa repetitif. Tapi percayalah, setelah Jun Ji Hyun di drakor My Love from The Star, sepertinya baru Yoon-A yang mampu menunjukkan akting senorak ini. Saat plot perlahan berubah jadi serius pun. Yoon-A bisa tampil apik dan tidak mellow berlebihan. Sisi lembut dan rapuhnya sukses membuat satu bioskop terdiam menjelang akhir film.
Secara keseluruhan, Pretty Crazy memang film genre nano-nano yang ringan dan eye pleasing baik dari color grading dan visual para pemeran. Fun saat ditonton namun plotnya tidak memberikan kesan mendalam yang tertinggal di hati. Untuk menyamai kesuksesan jumlah penonton fantastis seperti Exit juga jelas tidak mungkin. Akan tetapi, sebagai proyek yang sudah mengendap lama, film ini tetap segar dan menghibur.
