Now You See Me: Now You Don't - Kumpulan Pesulap Lintas Generasi yang Bersatu Melawan Kriminal

by Redaksi

Now You See Me: Now You Don't - Kumpulan Pesulap Lintas Generasi yang Bersatu Melawan Kriminal
EDITOR'S RATING    

Kembalinya muka lama ditambah sentuhan baru nan segar dari para pesulap muda

Kisah tentang pencurian selalu menjadi tema yang menarik saat diangkat ke dalam gambar gerak. Tahapannya juga asyik untuk ditonton, mulai dari mengumpulkan tim (yang biasanya terdiri dari berbagai individu dengan keahlian berbeda-beda), menyusun rencana, eksekusi, hingga twist di baliknya yang terkadang membuat penonton melongo karena tidak terduga. Beberapa film heist yang cukup memorable di antaranya The Italian Job, Fast Five, dan Ocean's Eleven

Namun, ada satu film heist yang mencuri perhatian karena menyelipkan elemen yang unik, yaitu sulap. Now You See Me pertama kali rilis pada 2013 dan sukses meraih pendapatan $351.7 juta dengan bujet yang hanya $75 juta. Memadukan trik sulap, aksi pencurian, deretan cast yang menawan, dan cerita yang seru, garapan Louis Letterier ini langsung berlanjut ke sekuelnya tiga tahun kemudian. Bujetnya kini naik menjadi $90 juta dan tetap sukses besar dengan $334.9 juta, meski begitu kualitasnya bisa dibilang menurun, apa lagi satu karakter utamanya diganti. Berjarak sembilan tahun kemudian, di tahun 2025 ini, babak ketiga film heist-sulap ini kembali. Berjudul Now You See Me: Now You Don't, kali ini empat karakter utamanya kembali, ditambah tiga pesulap muda, dalam upaya melawan bos kriminal jahat.

Di sebuah kota, tiga anak muda, Charlie, Bosco, dan June, mencatut nama The Four Horsemen untuk melakukan pertunjukan sulap dan mengekspos pelaku kejahatan finansial. Perbuatan itu rupanya diketahui J. Daniel Atlas atau Danny, salah satu dari The Four Horsemen, yang kemudian mendatangi mereka dan memperlihatkan sebuah kartu tarot yang dikirim oleh The Eye, organisasi rahasia para pesulap. Menurut kartu itu, Danny diminta mencuri sebuah berlian langka dari tangan bos kriminal jahat, Veronika Vanderberg, dengan dibantu tiga pesulap muda ini. Penasaran akan maksud di balik perintah itu, keempatnya pun mulai beraksi. Tanpa diduga, dalam upayanya merebut Berlian Hati, Danny bertemu kembali dengan The Four Horsemen dan kembali terlibat dalam aksi pencurian yang menegangkan. 


Bagi penyuka dua film sebelumnya, film ketiga ini jelas bisa jadi obat kangen. Now You See Me: Now You Don't masih menghadirkan trik sulap yang bisa membuat kita tercengang, kagum, bahkan hingga geleng-geleng kepala. Mulai dari sulap kartu, kecepatan tangan, trik ruangan, hingga trik besar yang menipu mata, semua ada. Dan, tidak ketinggalan pula twist yang menjadi semacam "elemen wajib ada" dalam film-film bergenre pencurian. Apa twist-nya? Jelas harus ditonton sendiri agar memberi efek kaget yang sama. Tidak hanya sekadar sulap, film ini juga menghadirkan aksi yang cukup seru. Hal ini tidak mengherankan karena sutradaranya sendiri adalah Ruben Fleischer, sineas yang juga berada di balik kesuksesan Zombieland, Venom, dan Uncharted

Jika empat pesulap terasa masih kurang di dua film sebelumnya, tenang saja, karena di Now You See Me: Now You Don't, ada tiga tambahan muka baru. Mereka adalah Justice Smith (Charlie), Dominic Sessa (Bosco), dan Ariana Greenblatt (June). Meski terasa ramai, namun masing-masing mendapat screentime-nya sendiri dan diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan. Mungkin, yang terasa kurang hanyalah karakter Veronika Vanderberg yang diperankan Rosamund Pike. Aktingnya yang apik sebagai bos kriminal sayangnya hanya muncul sesekali, namun itu pun sudah cukup mencuri perhatian.  

Babak ketiga kumpulan pesulap pembela kebenaran ini bisa dibilang masih tampil dengan memuaskan. Kualitasnya jelas meningkat dari film kedua, tapi masih sedikit di bawah yang pertama. Meski begitu, jika pendapatannya memuaskan, siap-siap untuk menyaksikan lanjutannya dalam beberapa tahun ke depan. Lagipula, bukannya di filmnya sendiri, sudah jelas bahwa kisah ini akan berlanjut? Semoga dengan trik yang lebih segar, tapi tanpa tambahan pesulap lain. Tujuh sudah lebih dari cukup.