The Social Reckoning: Sisi Gelap Media Sosial Pemersatu Orang-Orang

by Redaksi

The Social Reckoning: Sisi Gelap Media Sosial Pemersatu Orang-Orang
EDITOR'S RATING    

Sekarang, bukan saatnya mencari teman lagi di internet

Di tahun 2010, Aaron Sorkin membuat film tentang Facebook. Bagaimana media sosial yang menghancurkan masa kejayaan Friendster ini terlahir dan konflik di baliknya. The Social Network disambut hangat dan menjadi perbincangan di mana-mana, membuat nama Facebook semakin populer. Filmnya sendiri sukses besar dengan meraih pendapatan $225 juta dengan bujet hanya $40 juta. Kini, di tahun 2026, berjarak 16 tahun dari film pertamanya, Sorkin kembali menyutradarai sekuelnya. Mengambil judul The Social Reckoning, film ini tidak lagi menyoroti bagaimana perkembangan Facebook, tapi salah satu kejadian yang paling menggemparkan dalam sejarah internet, yaitu saat salah satu pegawai Facebook membocorkan banyak dokumen penting dan rahasia yang memaksa Facebook, pada akhirnya, berganti nama menjadi Meta. 

Frances Haugen (Mikey Madison) merupakan pegawai Facebook di tim integritas sipil.  Tim ini adalah kelompok khusus yang bertugas melindungi pemilu, proses demokrasi, dan ruang diskusi publik dari penyalahgunaan, misinformasi, serta manipulasi terkoordinasi. Namun, Haugen lama-kelamaan sadar bahwa tim ini hanyalah formalitas, sementara kenyataan yang terjadi di dalam platform berbanding terbalik. Ini membuat Haugen khawatir dan merasa bahwa niat Facebook untuk menyatukan dunia sudah mulai bergeser ke arah mencari profit semata. Saat dikontak jurnalis investigasi Jeff Horwitz (Jeremy Allen White) dari Wall Street Journal, Haugen sadar bahwa sudah saatnya ia berbicara dan membongkar "kebusukan" Facebook kepada dunia.

Meskipun disebut sekuel, namun plot The Social Reckoning ini tidak melanjutkan apa yang terjadi di film pertamanya. Kisah awal mula kebangkitan Facebook sudah selesai, kini yang diangkat adalah situasi kritis yang melanda media sosial terbesar di dunia ini pada 2021 silam. Sorkin kini fokus pada kasus yang disebut "The Facebook Files", yaitu sederet artikel investigasi yang dirilis oleh The  Wall Street Journal berdasarkan dokumen internal yang dibocorkan salah satu pegawainya. Beberapa situasi yang terjadi adalah Instagram (yang dibeli Facebook pada 2012) memperburuk isu terkait tubuh pada remaja wanita, beberapa pengguna high-profile ternyata tidak perlu mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan, dan yang paling parah adalah algoritma Facebook malah membuat anggota grup-grup dengan konten mengkhawatirkan semakin berkembang. Sebagai salah satu media sosial yang mengampanyekan bahwa platform mereka memiliki aturan yang ketat dan merupakan ruang yang aman bagi siapa pun, hal ini tentu menjadi pukulan berat hingga pada akhirnya Facebook Inc. berganti nama menjadi Meta Platform Inc. pada 28 Oktober 2021. 


The Social Reckoning bisa dibilang sukses men-summary semua yang terjadi dalam durasi 1 jam 53 menit. Sorkin seakan paham benar bahwa tidak semua orang tahu mengenai kasus ini sehingga ia berusaha membuat dialog-dialognya dimengerti penonton awam. Meski begitu, memang ada beberapa istilah algoritma dan penjelasan cukup rumit terkait dunia maya yang membutuhkan fokus penonton. Jadi, jangan meleng saat menonton film ini karena luput sedikit, kita mungkin bisa sibuk bertanya ke teman di sebelah apa yang terjadi. Untungnya, penonton seakan terwakilkan dengan karakter Horwitz yang bisa dibilang buta teknologi, bahkan ia tidak paham cara menyalakan GPS, sehingga Haugen kerap kali menjelaskan situasi yang terjadi dengan bahasa yang lebih sederhana dan membantu penonton ikut memahami.

Tiga pemerannya, Mikey Madison (Anora), Jeremy Allen White (serial The Bear) dan Jeremy Strong (serial Succession) adalah pilar utama di The Social Reckoning. Penonton boleh tidak paham dengan dialog-dialog mengenai algoritma dan peraturan yang njelimet, tapi menonton akting ketiganya dijamin akan membuat kita lupa waktu dan tiba-tiba lampu bioskop sudah menyala. Karakterisasi yang kuat, bahkan hingga ke gestur kecilnya, membuat kita merasa bahwa tidak ada yang lebih pas dalam memainkan karakter ini selain mereka. Chemistry Madison dan White juga terasa luar biasa. Meski kita tahu bahwa tidak ada romance di sini, tapi begitu hebatnya chemistry mereka hingga kita berharap ada sesuatu yang terjadi.

Hal terberat tentu ada di tangan Strong. Ia harus memerankan sosok yang sudah dikenal seluruh dunia, Mark Zuckerberg. Tidak hanya itu, aktingnya tentu akan dibandingkan dengan Jesse Eisenberg yang sebelumnya juga memerankan karakter yang sama dalam The Social Network. Namun, Strong berhasil men-deliver penampilan yang memukau sebagai seorang miliarder terkemuka dan pemilik media sosial ternama Facebook yang sedang mengalami dilema moral. 

Tentunya, kalau kita suka dengan film-film drama berat yang menitikberatkan pada konflik dan karakter, The Social Reckoning adalah jawabannya. Plot dan akting mumpuni terjalin dengan baik membuat kita lupa bahwa ini hanya dramatisasi dari sebuah insiden terbesar dalam sejarah dunia internet yang membuat Facebook kelimpungan.  


Artikel Terkait