Di bulan Oktober ini, film-film festival berkualitas mulai tayang sembari menunggu Winter Blockbuster. Tayang perdana di Venice Film Festival, saksikan film yang sampai membuat editor kami gemetaran dan sesak nafas ini dalam format 3D!!

Sutradara : Alfonso Cuarón
Penulis Naskah : Alfonso Cuarón, Jonas Cuarón
Pemeran : Sandra Bullock, George Clooney, Ed Harris
Coba tutup mata kalian. Sudah? Bayangkan....kalian ada jauh di luar angkasa melayang-layang tanpa gravitasi dan menikmati pemandangan spektakuler : bumi dari luar angkasa. Mungkin bagi kebanyakan orang, pemandangan ini tiada tara, tak ada yang bisa mengalahkan keindahannya. Dari premis ini saja setidaknya akan ada banyak ide cerita yang bisa dikreasikan untuk menjadi sebuah film. Genre alien mungkin, penemuan sebuah planet alternatif, atau perang antar galaksi. Kemungkinan yang tak terbatas. Walaupun sederhana, ide tersesat di luar angkasa sendiri sebenarnya sudah terdengar sangat menakutkan. Dan di tangan Alfonso Cuarón, ide ini menjelma menjadi salah satu film yang sangat ditunggu-tunggu di penghujung tahun 2013.
Sungguh malang nasib Dr. Ryan Stone (Bullock), di misi pertamanya di luar angkasa, ketika ia sedang memasang prototype temuannya untuk satelit milik AS, tiba-tiba saja dia diterjang oleh hujan pecahan satelit yang meledak dan melaju dengan kecepatan mengerikan ke arah mereka. Ryan berhasil selamat namun tali penyangganya terputus dan jadilah dia melayang-layang di luar angkasa dengan kadar oksigen yang semakin menipis. Beruntung, komandan misi mereka, Matt Kowalski (Clooney) juga berhasil selamat. Dengan jetpacknya, dia menyelamatkan Ryan. Namun tantangan terbesarnya kini adalah mereka dipacu waktu untuk mencari jalan kembali ke bumi, dengan ancaman kembalinya hujan pecahan satelit, segala keterbatasan dan tak ada seorang pun yang bisa menyelamatkan mereka. Berhasilkah mereka berdua selamat dari semua ini?

Alfonso Cuarón sudah lebih dulu dikenal lewat Y Tu Mama Tambien, Children of Men, dan tentu saja Harry Potter and the Prisoner of Azkaban. Ada sesuatu dalam setiap filmnya, dengan berbagai genre yang dimainkan, Cuarón mengambil pendekatan yang gelap dengan perspektifnya yang unik. Hal ini juga dibawa ke dalam Gravity, yang bisa jadi adalah filmnya yang paling mahal dan mewah dari berbagai macam sisi. Gravity mungkin tidak serumit Y Tu Mama Tambien atau Children of Men, dengan durasi selama 90 menit tanpa harus berbelit-belit, Cuarón menghantam kita sejak awal dengan unsur thrill yang kuat, penegasan fakta ilmiah bahwa di luar angkasa bukan tempat untuk bertahan hidup. Bayangkan saja Life of Pi bertemu dengan 2001 : Space Odyssey. Tidak ada jalan keluar yang benar-benar pasti, bahkan penonton dibuat ikut terseret ke dalamnya, tak yakin akan bisa ikut 'selamat'.
Untuk film seperti ini, production settingnya harus sangat meyakinkan penonton, dan untungnya Gravity berhasil melakukannya, berkat sinematografi dari Emanuel Lubezki, yang sudah pernah bekerja sama dengan Cuarón sebelumnya di Children of Men dan kini menjadi DOP langganan dari Terrence Mallick. Detailnya sangat mengagumkan dan membuat nafas tercekat. Dengan lihai, Lubezki menggabungkan semua sisi keindahan di luar angkasa, menjadikannya malah semakin mengerikan. Plus, penonton juga diajak untuk melihat luar angkasa dari dalam helm, seolah kita sendiri yang berada disana. Menyesakkan. Apalagi jika ditonton dalam format IMAX, seperti yang telah dibahas di artikel kami disini, mata kamu akan sangat dimanjakan habis-habisan dengan keindahan yang membuatmu megap-megap. Secara pribadi, saya selalu menganggap IMAX overrated, namun baru kali ini saya benar-benar terpukau dan kehabisan kata-kata.

Dari jajaran castnya sendiri, awalnya Angelina Jolie yang didapuk untuk memerankan Dr. Ryan Stone, namun karena masalah pembayaran dan Jolie yang ingin fokus pada film yang disutradarainya, maka ia pun keluar dari proyek ini. Mulai dari Marion Cottilard, Scarlet Johansson, Blake Lively, hingga Natalie Portman dirumorkan akan mengisi porsi pemeran utama namun akhirnya jatuh ke tangan Bullock. Begitu pula dengan porsi pemeran pria, ketika Robert Downey Jr. harus meninggalkan posisinya dan digantinkan dengan Clooney. Dan walaupun hanya digawangi oleh Bullock dan Clooney, justru menambah intensitasnya. Bullock bermain gemilang, terlihat begitu tersesat, kehilangan arah dan ketakutan sementara Clooney dengan santai dan tenangnya membimbing Ryan (dan kita semua) ke dalam semua kemungkinan agar bisa selamat dari misi yang nampaknya sangat mustahil bisa tetap hidup ini. Chemistry mereka luar biasa!
Hal terakhir yang ingin saya bahas, tentu saja ada pada aspek scoringnya. Seperti yang sudah kita ketahui, di luar angkasa tidak ada suara apapun. Dan ini yang patut diacungi jempol lainnya untuk Gravity. Apakah semuanya sunyi? Tidak....Tapi penggunaannya disesuaikan dengan baik. Gubahan Steven Price terdengar megah namun ada banyak pula adegan yang sunyi, kontras dengan 'kehebohan' yang ada di layar lebar. Mungkin ini terlalu awal, tapi perpaduan dari Price dan Lubezki ini bisa jadi berbuah nominasi di Oscar nanti, bukan tidak mungkin kan?

Gravity mulai tayang hari ini, dan pastikan kamu menontonnya dalam format minimal 3D. Percaya deh, film yang satu ini memang worth it, baik dari segi penyutradaraan, akting memukau, dan terutama sekali dari segi visual dan scoring. Dan kalau film ini bisa membuat saya sampai gemetaran dan kesulitan bernafas 20 menit setelah film selesai...bisa jadi hal ini yang akan kamu alami!