Setelah Lifelike Pictures membuka jalan bagi adaptasi
serial legendaris Tanah Air lewat film Wiro
Sableng-nya, kini Gundala menjadi karakter kedua yang mendapat kesempatan
diadaptasi ke layar lebar di masa modern ini. Sineas kenamaan Joko Anwar yang
kemarin sukses menorehkan prestasi melalui remake
horror Pengabdi Setan terpilih
menyutradarai kelahiran kembali si putra petir. Untuk mengakomodasi Gundala, tiga rumah produksi bekerja
sama, yaitu Screenplay Films, Legacy Pictures, dan Bumilangit Studios.
Untuk saat ini, tim produksi masih merahasiakan calon
pemeran utama. “Sedang dalam tahap seleksi. Sudah terkumpul beberapa nama, tapi
belum bisa diumumkan,” ungkap Joko Anwar dalam launching yang diadakan di bilangan Senayan. Syutingnya sendiri
ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2018 dengan masa syuting 2,5 bulan. Gundala direncanakan rilis pada 2019
mendatang, bersamaan dengan 50 tahun kelahirannya.
Mengenai judulnya yang menghilangkan kata “Putra Petir”,
Joko Anwar punya jawaban diplomatis. “Film ini akan menceritakan asal-muasal
Gundala. Apakah nanti dia sudah punya kekuatan petirnya, belum bisa saya
bocorkan.” Sedikit bocoran dari tim Bumilangit Studios adalah terdapat tiga
kostum yang sudah mereka persiapkan. Selain itu, jika dalam komiknya, Gundala
berlokasi di Yogyakarta, maka kini Joko Anwar akan mengambil Jakarta sebagai
latar kisahnya.
Sebagai informasi, Gundala diciptakan oleh Harya Suraminata atau lebih
dikenal dengan nama Hasmi. Dalam
menciptakan tokoh Gundala, Hasmi terinspirasi oleh tokoh legenda Jawa, Ki Ageng
Selo Sang Penangkap Petir. Pertama kali terbit pada tahun 1969, Gundala
langsung menjadi tokoh cerita gambar legendaris Indonesia hingga sekarang.
Gundala sendiri telah merilis 23 judul hingga tahun 1982.
