Sebagai salah satu platform OTT terkemuka, iQIYI tidak berhenti untuk berinovasi. Di tahun 2026 ini, iQIYI bekerja sama dengan Hitmaker Studios dan Max Stream menghadirkan seri lokal pertama mereka dengan judul 'Bercinta dengan Maut'. Menghadirkan Haico van der Veken, Maxime Bouttier, Teuku Rassya, dan Dinda Kirana, serial berjumlah 10 episode ini mengikuti perjalanan Raya (Haico Van Der Veken) dalam mengungkap misteri pembunuhan saudara kembarnya.
Dalam acara pre-screening dan gala premier (21/5) di CGV Grand Indonesia, Jakarta, tersebut, media diberi kesempatan untuk menyaksikan dua episode terlebih dulu, sebelum nantinya tayang secara umum pada 29 Mei mendatang. Dinesh Ratnam, selaku Senior Managing Director untuk iQIYI di wilayah Asia Tenggara, mengungkapkan rasa senangnya karena bisa bekerja sama dengan rumah produksi lokal dalam menghasilkan konten-konten yang berkualitas. Dengan menghadirkan genre misteri, cinta, dan balas dendam, 'Bercinta dengan Maut' tidak akan meninggalkan sentuhan lokalnya yang khas. Haico, yang memerankan dua saudara kembar Aira dan Anna, mengungkapkan bahwa tantangannya di serial ini jadi berlipat ganda. Ia harus memerankan dua bersaudara dengan karakter yang jauh berbeda. Ini tentu membuatnya harus fokus.
Baca first impression kami dari dua episode awal di halaman berikutnya.
FIRST IMPRESSION:
Dua episode awal 'Bercinta dengan Maut' berjalan dengan pace cepat. Tidak perlu bertele-tele, penonton langsung dihadapkan pada kasus yang terjadi dan usaha Raya untuk masuk ke Keluarga Ardana dalam rangka mencari tahu yang terjadi. Satu demi satu, para tersangka bermunculan, lengkap dengan motif, yang membuat penonton semakin bertanya-tanya. Seperti halnya film-film misteri dan balas dendam lain, Raya diceritakan memiliki "pendamping" yang membantunya menjalankan aksinya. Patut ditunggu apakah si pendamping akan selalu beriringan dengan Raya atau suatu saat menjadi sosok yang malah menusuknya dari belakang?
Mungkin, yang sedikit terasa kurang dari pace-nya yang cepat adalah momen-momen saudara antara Raya dan Anna yang belum terlalu kuat, namun sudah harus terpisah, sehingga penonton belum merasakan simpati ketika Raya harus kehilangan kembarannya tersebut. Selain itu, musik latar yang selalu mewarnai setiap adegan terasa menjadi distraksi. Nyaris tidak ada momen hening dalam membangun tensi, semua harus diiringi dengan musik yang menggebu-gebu.
Terlepas dari dua kekurangan tersebut, 'Bercinta dengan Maut' salah satu serial yang menarik untuk diteruskan karena menyelipkan genre whodunnit di tengah aksi balas dendam.
Tonton 'Bercinta dengan Maut' di platform iQIYI dan Max Stream mulai 29 Mei.