
“... Apa rasanya sejarah hidup kita berubah dalam satu hari? Hari ini hidupku sangat kompleks. Dalam darahku mendadak seperempat Tionghoa. Nenekku keturunan India yang ternyata tukang buat roti. Dan dia, bersama Kakek yang tidak kukenal, mewariskan anggota keluarga yang tidak pernah ku tahu, Madre..”
Tansen Roy Wuisan. Hidupnya bebas laksana ombak. Ia tinggal di Bali dan kegiatannya sehari-hari hanyalah surfing. Penampilannya pun juga laksana para pemuda yang tinggal di Pulau Dewata itu, berkulit kecokelatan dengan rambut gimbal. Suatu hari, ia dipanggil ke Jakarta dan mendapati kenyataan mengejutkan mengenai hidupnya. Belum lagi sebuah warisan yang diberikan mendiang kakek kepadanya. Bukan berupa rumah, harta, atau tanah, melainkan adonan roti yang tersimpan lama di kulkas bernama Madre. Sebelum kedatangan Tansen sendiri, Madre 'diasuh' oleh Pak Hadi yang lama bekerja di Tan De Bakker hingga toko roti ini tutup. Dan, ketika Tansen datang, ia bersikeras mengenalkan pemuda cuek itu kepada adonan roti yang telah menghidupi para pekerja Tan De Bakker.
Dalam perjalanannya belajar mengenal Madre, Tansen juga bertemu dengan Meilan Tanuwidjaja. Kegiatannya sehari-hari adalah mengelola toko roti Fairy Bread milik keluarganya. Rasanya, Mei memiliki semuanya, mulai dari kecantikan hingga kekayaan. Namun, di balik itu semua, ia merasa bahwa hidupnya terkekang. Satu-satunya kebebasan yang ia dapatkan adalah ketika membaca sebuah blog yang dimiliki Tansen. Pertemuan keduanya lantas menimbulkan berbagai friksi yang tidak pernah mereka duga, mulai dari mengejar impian hingga menggapai cinta.

Itulah sekelumit sinopsis dari Madre, sebuah novelet dari kumpulan cerpen Madre karya penyanyi dan penulis Dewi 'Dee' Lestari. Madre sendiri merupakan buku ketiga yang diadaptasi ke layar lebar setelah Perahu Kertas yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan omnibus Recto Verso yang rilis bertepatan dengan Hari Valentine 2013 yang lalu.
Tidak tanggung-tanggung, Madre dibintangi oleh deretan aktor dan aktris berpengalaman yang namanya sudah tidak perlu diragukan lagi di belantika perfilman Indonesia. Ada Vino Bastian sebagai Tansen, Laura Basuki sebagai Mei, dan Didi Petet sebagai Pak Hadi, serta Titi Qadarsih. Sutradaranya pun juga patut mendapat kredit khusus karena dipegang oleh Benny Setiawan yang berhasil meraih gelar Sutradara Terbaik FFI 2011 dan Penulis Skenario Terbaik di FFI 2010 dan 2011. Selain sutradara dan pemainnya yang mumpuni, kisah berlatar belakang toko roti dengan selipan romansa agaknya memang jarang diangkat di genre film Indonesia. Untuk itu, kelihatannya Madre bisa menjadi pilihan tontonan tersendiri. Catat jadwal rilisnya: 28 Maret 2013 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Sambil menunggu, silakan saksikan trailer Madre berikut ini.
