Baby Driver Berikan Irama Sedap untuk Aksinya

by Irna Gayatri 921 views

Baby Driver Berikan Irama Sedap untuk Aksinya
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Hentakan irama, musik, dan kecepatan dikemas dengan sempurna di Baby Driver.

Dalam setiap perampokan yang sukses, ada sopir andal di balik kemudi. Mungkin itu adalah premis paling sesuai dengan formula film-film crime action. Kecepatan dan ketepatan waktu adalah segalanya untuk mengakali polisi. Karena itulah, tak jarang juga film-film crime action modern mengambil sudut pandang pelaku perampokan yang dengan kecerdikan dan kecerdasannya selalu berhasil kabur dari kejaran polisi.

The Transporter (2002), The Fast and the Furious franchise, serta Drive (2011) adalah beberapa film yang sukses bersaing di tema crime action dengan mobil mewah sebagai senjatanya. Namun, tahun ini, pemain baru patut ditambahkan dalam daftar ini. Edgar Wright (Shaun of the Dead) berhasil memasuki genre ini dengan sedikit sentuhan yang berbeda. Baby Driver hadir dengan irama sedap yang mampu membuat penonton menikmati aksinya.

Baby (Ansel Elgort), seorang getaway driver (sopir yang membantu melarikan diri dalam sebuah perampokan) andal yang terpaksa bekerja untuk seorang bos di dunia kriminal bernama Doc (Kevin Spacey), hidup dalam iramanya sendiri. Selama membantu pelarian, Baby selalu memiliki musiknya sendiri agar pelarian tersebut sukses. Setelah urusannya selesai, ia berhenti menjadi getaway driver. Meski begitu, ternyata ia tak bisa kabur dan terjebak di dunia gelap itu. Namun, dirinya harus membeli jalannya sendiri untuk melarikan diri dari dunia kriminal selamanya dan memulai dunianya yang baru bersama Deborah (Lily James).


Baby Driver menyoroti kehidupan dari sudut pandang Baby dan orang-orang di sekitarnya. Edgar berhasil membuat film ini seirama dengan dunia Baby, seorang pemuda pengidap tinnitus—kelainan berupa telinga yang selalu berdengung—dan menggunakan musik sebagai peredam dengungan itu. Sesulit apa pun situasi yang dihadapinya, Baby selalu bisa mengatasinya sesuai dengan musik yang didengarkannya. Bahkan, ia tak bisa memulai pelarian jika tak memulai musiknya dengan baik. Namun, hal ini tak membuat Baby Driver jadi kurang sensasi. Ketegangan di setiap aksinya terbangun dengan baik, seirama dengan musik yang memenuhi gendang telinga Baby.

Tak kurang ada 30 lagu mewarnai Baby Driver, membuatnya menjadi film aksi kriminal yang sangat musikal. Setiap hentakannya berkaitan, membangun drama, sekaligus membawa penonton menikmati tegangan puncaknya. Pergerakan kameranya bahkan seirama sehingga tak aneh jika film ini semakin asyik dinikmati di setiap adegannya.

Baby Driver juga tak kekurangan unsur komedi. Meski cukup banyak kata-kata kasar diekspos di dalamnya, komedinya tidak murahan. Menertawakan ironi adalah salah satu ide terbaik yang diangkat dalam film ini. Selan itu, meski berpusat kepada kehidupan Baby, karakter lain dalam film ini tak kehilangan porsinya. Deborah, Doc, Buddy (Jon Hamm), Bats (Jamie Foxx), dan Darling (Elza Gonzalez), semuanya tampil dengan porsi yang pas. Latar belakang mereka memang tak diungkapkan, namun itu bukan masalah karena toh identitas mereka memang rahasia dalam dunia gelap itu (kecuali Deborah tentu saja).


Dan setelah tampil sebagai remaja lemah di The Fault in Our Stars, sebaliknya Elgort justru tampil menawan sebagai pria kuat di Baby Driver. Kekuatan prinsipnya membuat Elgort terlihat seksi sebagai Baby—jangan lupa bahwa dia juga pandai mengemudi dan nge-drift!. Jadi, Elgort juga sukses tebar pesona di film ini, apalagi sejak hubungannya dengan Deborah semakin dalam. Meski aktingnya tak bisa dibilang luar biasa, namun Elgort benar-benar mendalami perannya sebagai pria misterius berusia 20-an yang sebenarnya baik, namun mau tak mau terlibat dalam dunia kriminal.

Jamie Foxx juga berhasil jadi biang masalah dalam film ini. Konflik yang disulut olehnya mau tak mau membangkitkan sisi lain Baby. Tentu saja, tak mungkin Baby menjadi kuat begitu saja, kan? Dia juga perlu beradaptasi terhadap situasi pelik. 

Baby Driver bisa dibilang merupakan karya Wright yang paling ikonik setelah Shaun of the Dead. Film ini juga film yang cukup mengejutkan karena, siapa sangka, naskah yang sederhana ini bisa jadi film aksi yang penuh ketegangan. Mungkin kisah tentang getaway driver atau perampok yang pandai mengemudi bukanlah hal baru yang brilian, namun Baby Driver menyajikannya menjadi film yang segar.