The Equalizer 2: Meski Klise, Tapi Cukup Menghibur

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

The Equalizer 2: Meski Klise, Tapi Cukup Menghibur
EDITOR'S RATING    

Denzel Washington dan Antoine Fuqua jelas adalah perpaduan yang pas

Hollywood tidak mengenal usia. Meski sudah gaek, namun jika dianggap masih pantas dan kuat berlakon dalam film-film laga, pasti namanya masih laris. Sebut saja, Tom Cruise, Keanu Reeves, Bruce Willis, hingga Liam Neeson. Ada yang masih tetap diperlihatkan berkelahi dengan tangan kosong. Ada juga yang dibuat lebih cerdik dengan mengandalkan otak dan senjata. Satu nama yang tidak boleh dilupakan adalah Denzel Washington.

Sebagai salah satu aktor peraih Oscar, kharisma Denzel jelas tidak perlu dipertanyakan. Hanya dengan tatapan matanya atau sosok diamnya saja, penonton sudah tahu bahwa karakter yang dimainkannya sedang dipenuhi gejolak emosi. Karena itulah, tidak salah memang jika The Equalizer 2 tetap memasang pria kelahiran 28 Desember 1954 ini sebagai McCall.  

Meski memakai angka “2” di judulnya, para penonton tidak perlu khawatir tidak akan paham. The Equalizer 2 bisa ditonton terlepas dari film pertama. Bahkan, bisa jadi setelah menyaksikan film sekuelnya, Anda akan tertarik menyaksikan yang pertama. Satu hal yang pasti, tidak ada penjelasan siapakah sosok McCall ini. Anda harus memperhatikan filmnya untuk mengetahui latar belakang McCall dan bagaimana sejarahnya hingga ia menjadi pribadi yang penyendiri.


Jika pada film pertama dikisahkan McCall menjadi pegawai Home Mart, kini ia menjadi supir Lyft, sejenis aplikasi taksi online yang merupakan parodi Uber, lengkap dengan rating lima bintangnya. Seakan ingin langsung menggedor jantung, para penonton segera disuguhi aksi tanpa henti sebelum akhirnya diberi kesempatan untuk menyelami sepinya kehidupan McCall. Bersiap-siaplah sesekali menutup mata karena The Equalizer 2 tidak segan-segan menghadirkan kekerasan dan penuh darah.

Meski kisah yang diangkat terbilang klise, yaitu balas dendam saat orang terdekat terbunuh, tapi Antoine Fuqua yang kembali duduk di kursi sutradara proyek sekuel The Equalizer ini sukses meramu keklisean tersebut ke dalam penyutradaraan yang apik. Perpaduan antara dirinya dan Denzel pun menghadirkan kisah yang tidak hanya menegangkan, namun juga membuat kita sulit melepaskan mata dari layar bioskop.

Sayangnya, film ini menghadirkan twist yang mudah ditebak. Bahkan, di pertengahan cerita pun, penonton bisa jadi sudah tahu siapa penjahatnya. Untunglah, Fuqua tidak membiarkan hal tersebut merusak kenikmatan para penonton dalam menyaksikan sepak-terjang McCall. Meski pertarungan puncaknya mungkin tidak semenegangkan Tom Cruise dan Henry Cavill dalam Mission: Impossible – Fall Out, namun penonton dijamin puas dengan ending-nya.

Secara keseluruhan, The Equalizer 2 hadir sebagai film penutup musim panas yang terasa ringan, namun tetap memiliki daya tarik tersendiri yang hadir dalam sosok Denzel Washington.