Khanzab: Film Horor yang Bikin Pengang Telinga

by Redaksi

Khanzab: Film Horor yang Bikin Pengang Telinga
EDITOR'S RATING    

Seram iya, tapi berisik juga iya.

Satu dari dua film Lebaran 2023 ini disutradarai Anggy Umbara. Mengambil judul Khanzab, produksi Dee Company ini dibintangi Yasamin Jasem, Tika Bravani, Arswendy Bening Swara, dan Rizky Hanggono. Latarnya adalah kisah pembantaian dukun santet di Banyuwangi yang sempat menghebohkan Indonesia pada tahun 1998 lalu. Sementara, khanzab sendiri adalah sesosok jin yang mengganggu manusia saat sedang salat sehingga kita tidak khusyuk dalam menjalankan ibadah. Lalu, apa hubungannya antara khanzab dengan dukun santet? 

Dikisahkan, Rahayu adalah seorang gadis muda yang hidup bertiga dengan ibu tiri dan adiknya setelah ayah mereka dibunuh karena dianggap sebagai dukun santet. Mereka pindah ke Jetis, Yogyakarta, setelah kejadian naas tersebut dan hidup dengan berdagang di pasar. Di salah satu sudut pasar, ada musola yang sering dipakai Rahayu untuk salat. Namun, selama di sana, ia terus-menerus mengalami gangguan. Apa yang sebenarnya terjadi?


Dengan naskah ditulis Anggy dan Dirmawan Hatta (Mangkudjiwo 2), Khanzab berusaha tampil menyeramkan. Itu berhasil karena beberapa adegan memang memberi penampakan yang, jujur, sangat seram. Salat ditemani oleh makhluk-makhluk tak kasat mata jelas mampu membuat kita bergidik ngeri. Namun, seperti halnya Mangkudjiwo 2 yang punya premis menarik, tapi kebingungan saat bertutur, begitu pula dengan Khanzab. 

Meski berjudul Khanzab, tapi bisa dibilang, benang merahnya dengan latar dukun santet sangatlah tipis. Masih sempat dimunculkan di awal film, premis khanzab pun akhirnya menghilang di pertengahan hingga akhir dan malah lebih fokus pada kisah masa lalu Rahayu serta misteri di balik kemunculan jin-jin di musola. 


Conflict building-nya pun terlalu lambat sehingga kita sudah mulai lelah saat memasuki puncak cerita dan lupa dengan apa yang terjadi di awal. Banyak adegan yang tak perlu dan logika yang tidak runut sehingga membuat penonton bingung. Belum lagi, ditambah rukiyah menjelang akhir yang malah diisi oleh usaha menyadarkan dengan ceramah dan bukannya doa-doa.  

Satu hal yang jelas mengganggu adalah scoring yang terlalu"ramai" di seluruh adegan. Memekakkan telinga dan tidak sadar tempat, rasanya itu ungkapan yang tepat untuk menggambarkan scoring Khanzab. Tidak ada adegan yang dibiarkan sunyi barang sebentar, harus selalu ada musik yang mengiringi. Bahkan, di beberapa bagian, terasa bahwa musiknya seakan "comotan" dari film Psycho

Dengan segala penampakan seram yang dihadirkan, Khanzab memang sukses menjual kengerian. Tapi, begitu lampu bioskop menyala, film ini rasanya tidak meninggalkan bekas, kecuali scoring yang menggelegar dan bikin pengang telinga.