The Watchers: Intens di Awal, Ending-nya Bikin 'Meh'

by Redaksi

The Watchers: Intens di Awal, Ending-nya Bikin 'Meh'
EDITOR'S RATING    

M. Night Shyamalan jelas bukan sutradara yang bisa dipandang sebelah mata di dunia film. Beberapa karyanya memukau dan meraih pendapatan box-office yang tidak sedikit. Twist di ujung film seakan sudah mencari ciri khasnya, membuat penonton menunggu-nunggu kejutan apa yang akan diberikan. Sebelum menyaksikan film terbaru sutradara kelahiran Pondicherry, India, ini, melalui Trap yang tayang Agustus mendatang, pemanasan dulu melalui karya debut anak dari Shyamalan, Ishana Night Shyamalan, dengan judul The Watchers.

Mina adalah seorang gadis asal Amerika yang, entah bagaimana, "terdampar" di Irlandia dan bekerja sebagai penjaga toko hewan. Suatu hari, ia diminta tolong mengirim sebuah parkit ke Kebun Binatang Belfast. Dalam perjalanan, Mina tersesat di sebuah hutan dan tidak bisa menemukan jalan keluar. Di hutan ini, Mina bertemu tiga orang lainnya yang berdiam di dalam sebuah kotak beton yang salah satu dindingnya adalah kaca. Peraturannya adalah: mereka tidak boleh keluar dari sana di malam hari karena ada makhluk The Watchers yang tidak segan-segan menghabisi nyawa mereka. Terjebak di hutan tanpa tahu jalan keluar, Mina harus bekerja sama dengan Madeline, Ciara, dan Daniel untuk bisa pulang, sekaligus mencari tahu apakah The Watchers ini. 

Membawa nama Shyamalan jelas memberi beban berat bagi Ishana. Tentunya, penonton berharap bahwa film ini setidaknya mirip dengan film-film sang ayah: tegang, seram, dan tentunya twist di ujung cerita. Dan, itu semua bisa dibilang ada di The Watchers. Mengambil setting sebuah hutan terpencil, suasana eerie sudah terbangun sejak awal. Ditambah lagi, ketika menjelang malam, mereka harus masuk ke dalam sebuah ruangan dan hanya bisa mendengar suara-suara aneh di luar tanpa tahu apa yang terjadi. Belum lagi dengan aturan-aturan yang harus dituruti keempat orang ini membuat misteri yang sudah ditumpuk perlahan-lahan dari awal semakin membuat penonton penasaran. Sejujurnya, film ini sedikit banyak akan mengingatkan kita pada The Village yang dibuat M. Night Shyamalan. Suasana sunyi, orang-orang yang berada di satu lingkungan dan tidak bisa keluar, serta makhluk-makhluk yang menjaga area sekitar. 


Di tiga perempat film, berbagai hal dihadirkan yang membuat rasa ingin tahu penonton semakin lama semakin memuncak hingga timbul pertanyaan: akan seperti apa ending-nya? Ada twist-kah? Jawabannya ada. Namun, paruh akhir cerita terasa menurun drastis, bahkan membuat penonton bingung. Penjelasan mengenai twist yang ada pun hanya dideskripsikan oleh Mina sehingga bagi mereka yang kurang paham apa maksudnya akan terbengong-bengong karena tidak paham. Tidak adanya "tenggat waktu" membuat penonton juga tidak akan merasakan urgensi atau tekanan yang dirasakan para karakter karena tidak bisa keluar dari hutan tersebut. 

Mereka terlihat seperti hanya sekelompok orang yang "kebetulan nyasar" dan menghabiskan waktu mencari jalan di siang hari, lalu berkumpul lagi di malam hari. Tidak ada kondisi "bahwa situasi ini adalah situasi berbahaya yang menjadi benang tipis antara hidup dan mati". Dakota Fanning pun terasa tidak menunjukkan akting terbaiknya atau memang arahan naskah yang meminta karakter Mina untuk terlihat masa bodoh, tidak panik, dan melanggar aturan meski tidak tahu situasi sekitar. Selain Mina, karakter lain juga tidak mendapat background story yang cukup kuat sehingga membuat kita tidak bisa bersimpati saat mereka dalam bahaya. 

Debut Ishana Night Shyamalan di layar lebar mungkin tidak begitu memuaskan di The Watchers ini. Tapi, bukan mustahil jika mendapatkan naskah yang tepat, ia bisa menghadirkan sebuah masterpiece, seperti halnya sang ayah dulu di The Sixth Sense, Unbreakable, dan Signs


Artikel Terkait