Nasib dunia kini bergantung pada aktor tua yang sudah tidak laku
Mortal Kombat merupakan salah satu game fighting yang ditunggu adaptasinya ke layar lebar. Saat ditayangkan pada tahun 2021 lalu, Mortal Kombat sendiri tidak bisa dibilang box office karena dari bujet $55 juta, mereka hanya mendapatkan pemasukan $84.4 juta. Bukan jumlah yang mengesankan untuk sebuah franchise game besar. Karena itu, banyak kalangan yang mengira bahwa adaptasi game buatan Ed Boon dan John Tobias ini akan berhenti sampai di sini. Namun, anggapan itu ternyata salah karena Mortal Kombat mendapatkan film kedua. Kali ini, fokus cerita beralih dari Cole Young menjadi salah satu karakter favorit di game-nya, Johnny Cage. Karl Urban (serial The Boys) terpilih memerankan tokoh yang punya kesombongan luar biasa ini. Selain Urban, masih ada lagi nama-nama baru lain, seperti Tati Gabrielle (Jade), Adeline Rudolph (Kitana), Martyn Ford (Shao Kahn), Ana Thu Nguyen (Sindel), dan Damon Herriman (Quan Chi). Deretan cast film lamanya juga kembali lagi, seperti Hiroyuki Sanada (Scorpion), Joe Taslim (Sub Zero), Liu Kang (Ludi Lin), Raiden (Tadanobu Asano), dan masih banyak lagi.
Para petarung Earthrealm bersiap memasuki pertarungan yang menentukan nasib dunia dalam Mortal Kombat. Tapi, mereka masih kurang satu orang lagi. Terpilihlah seorang aktor yang tidak laku lagi karena sudah tua, Johnny Cage. Merasa dirinya tidak siap, Cage pun memutuskan kembali ke kehidupan lamanya. Namun, seperti pesan Sonya Blade sebelum Cage kembali: jika Mortal Kombat sudah memanggil, maka di mana pun mereka berada pasti akan masuk ke pertarungan. Cage pun terpaksa melawan Kitana yang sayangnya berujung dengan kekalahan. Apakah Earthrealm memang ditakdirkan untuk berada di bawah kekuasaan Outworld? Atau, Cage bisa bangkit dari keterpurukannya dan berhasil mengalahkan para juara dari Outworld?
Dari segi cerita, Mortal Kombat II ini terasa lebih menarik. Jika film pertama masih berkutat dengan konflik seputar Earthrealm dan Outworld, film kedua ini sudah memasuki pertarungan yang menentukan hidup-matinya sebuah wilayah. Apalagi, sosok yang menjadi fokus di sini adalah Johnny Cage, salah satu karakter yang cukup menjadi favorit bagi para pemain game-nya. Dibanding Cole Young di film pertama, Cage tentu lebih dikenal dan kehadirannya lebih ditunggu. Tidak hanya Cage, film ini juga mengedepankan karakter Kitana yang tumbuh menjadi petarung Outworld setelah negaranya, Edenia, kalah pada Mortal Kombat dan dikuasai Shao Khan. Bisa dibilang, screentime dua plot ini berjalan dengan seimbang, tanpa ada yang lebih berat dan masing-masing mendapatkan payoff-nya sendiri di akhir film.

Untuk para pemain game Mortal Kombat yang kecewa dengan film pertamanya yang kurang memuaskan dari berbagai aspek, terutama karakter utama yang tidak ada di game-nya, maka di film kedua, kekecewaan itu akan terhapus. Terpilihnya Johnny Cage dan Kitana sebagai karakter utama jelas membuat fans setia game fighting ini bersorak. Belum lagi, nama-nama lain, seperti Jade, Quan Chi, Baraka, Sindel, hingga Noob Saibot meramaikan film kedua ini. Dibanding Cole Young yang merupakan tokoh original di film pertama, tentu kemunculan karakter-karakter ini jauh lebih ditunggu.
Tidak lengkap rasanya membicarakan film Mortal Kombat II tanpa menyinggung adegan-adegan fighting. Apa yang disajikan di film kedua ini jelas meningkat jauh dari film pertamanya. Banyak jurus pamungkas masing-masing karakter yang ditampilkan persis seperti game-nya. Dan, yang jelas sekuel ini hadir dengan fatality yang lebih brutal dan sadis, darah dan potongan tubuh bertebaran di mana-mana.
Meski mungkin bukan adaptasi video game terbaik, namun Mortal Kombat II jelas sudah mengalami peningkatan dari predesornya dan akan memuaskan banyak kalangan, baik itu yang akrab dengan game-nya atau tidak. Dengan open ending yang dihadirkan, jelas bahwa MK II akan berlanjut ke film ketiga. Akan seperti apa ceritanya? Kita tunggu saja.
Dan, untuk menyambut perilisan film ini, Indonesia terpilih sebagai negara pertama dalam rangkaian Global Tour Mortal Kombat II. Baca keseruannya di sini.
