Sekumpulan domba siap membongkar kasus
Genre misteri 'whodunnit' merupakan salah satu tema film yang banyak penggemarnya. Membawa kita masuk ke dalam satu kasus, mencari petunjuk, dan menebak-nebak siapa pelakunya, untuk kemudian tahu di akhir film, jelas salah satu plot yang menarik karena mengusik rasa penasaran siapa pun. Apalagi, genre semacam ini punya twist yang asyik, terutama jika tebakan kita salah dan ternyata pelakunya adalah orang tak terduga. Kali ini, genre 'whodunnit' tidak mengetengahkan karakter manusia, tapi sekumpulan domba yang bekerja sama guna memecahkan kasus kematian gembala mereka pada suatu malam hujan, The Sheep Detectives. Deretan cast-nya pun tidak bisa disebut remeh. Di karakter manusia, ada Hugh Jackman, Nicholas Braun, Nicholas Galitzine, Molly Gordon, Hong Chau, dan Emma Thompson. Sementara, pengisi suara para dombanya pun tidak kalah ramai oleh nama-nama terkenal, seperti Julia Louis-Dreyfus, Bryan Cranston, Chris O'Dowd, Regina Hall, Patrick Stewart, Bella Ramsey, dan Brett Goldstein.
Seorang gembala baik hati bernama George Hardy tinggal di sebuah karavan di padang rumput miliknya bersama domba-domba yang ia jaga dan sayangi layaknya anak sendiri. Setiap domba punya nama dan tidak ada yang dibeda-bedakan George. Suatu hari, setelah malamnya turun hujan disertai petir, domba-domba yang terbangun di pagi hari menemukan gembalanya meninggal dunia di luar karavan. Meski di tengah rasa bingung dan panik, mereka pun memutuskan untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Sebastian, Lily, dan Mopple sebagai pemimpin penyelidikan. Dari petunjuk yang ada, ketiga domba ini menemukan fakta bahwa ada beberapa tersangka dan motifnya adalah uang sebesar 30 juta dolar yang didapat George dari hak paten obat untuk domba. Apakah domba-domba cerdas ini pada akhirnya akan bisa membongkar siapa pelaku di balik kematian George?
Seperti film-film 'whodunnit' lainnya, The Sheep Detectives mengajak penonton untuk ikut berpikir dengan menyebar petunjuk-petunjuk di sepanjang filmnya. Tentu, selain mengajak penonton mencari tahu siapa pelakunya, film ini juga mengajak kita untuk tertawa, terutama dengan tingkah polah domba-domba milik George yang terdiri dari berbagai macam karakter. Ada yang cerdas, ceroboh, penyendiri, penuh rasa ingin tahu, bijak, suka berkelahi, dan masih banyak lagi. Memang, kelucuan di film ini, nyaris muncul dari para domba, tapi bukan berarti karakter manusia di sini hanya pelengkap saja karena di sanalah pusat misteri yang sebenarnya terjadi.

Menariknya, tidak hanya mengetengahkan misteri pembunuhan George Hardy, film ini juga menggambarkan berbagai bentuk persahabatan, mulai dari domba dengan domba hingga domba dengan manusia. Bagaimana mereka bahu-membahu memecahkan kasus dan menangkap pelaku. Sebastian, domba penyendiri yang sering pergi berhari-hari, pada akhirnya memutuskan untuk kembali ke kawanannya karena ia merasakan bahwa itulah rumah yang sebenarnya, tempat ia bisa bersama dengan teman-temannya.
Selain menggambarkan persahabatan, The Sheep Detectives juga menyorot soal jati diri dan perbedaan. Lily yang selama ini dianggap sebagai 'domba terpintar di seluruh dunia', terpukul saat mengetahui bahwa hal-hal yang ia yakini ternyata berbeda jauh dari yang sebenarnya. Situasi ini sempat membuatnya goyah dan ingin menyerah, tapi pada akhirnya Lily memutuskan untuk terus maju apa pun yang terjadi dan membongkar kasus kematian gembalanya. Sisi 'perbedaan' sendiri hadir dalam bentuk domba musim dingin yang dijauhi domba-domba lain. Ia tidak diterima karena dianggap membawa sial, hanya mereka yang lahir di musim semi yang diterima kawanannya. Hal ini seakan mengingatkan sikap kita yang sering kali tidak terima atau memiliki prasangka terhadap kondisi seseorang yang berbeda sehingga memusuhinya.
Pada akhirnya, The Sheep Detectives bukan hanya soal misteri pembunuhan dan siapa pelakunya, tapi lebih dari itu. Banyak sisi manusia yang digali dan disinggung dalam bentuk kawanan domba dengan tingkah yang lucu dan menggemaskan. Menonton ini seperti berkaca ke dalam kehidupan kita dan berusaha untuk lebih baik lagi ke depannya.
