Jika kalian adalah penggiat dunia maya, khususnya jejaring sosial dan kebetulan juga merupakan penikmat film, kalian bisa menggabungkan dua hal tersebut dalam jejaring sosial-jejaring sosial berikut ini.
Cara kita berinteraksi dengan sesama Jelata sudah berrevolusi dalam waktu beberapa tahun belakangan ini. Jika dulu komunikasi terbatas hanya melalui pertemuan langsung, SMS, atau hubungan telepon; maka kini kita bisa 'bersentuhan' dengan rekan-rekan kita yang jauh letaknya sekalipun melalui jejaring sosial di dunia maya. Friendster dan MySpace pernah mengecap masa keemasan jejaring sosial. Namun segalanya berubah saat Facebook hadir. Media jejaring sosial karya Mark Zuckerberg ini merupakan revolusi tersendiri di dunia maya maupun di dunia jejaring sosial. Secara pasti (dan tidak perlahan) Facebook merevolusi pola interaksi manusia, memfasilitasi banyak manusia dalam mengerjakan banyak hal, dan dunia tidak pernah sama lagi setelahnya.
Kemampuan Facebook dalam melakukan banyak hal pun dimanfaatkan para penikmat film untuk menyampaikan atau memberitahukan khalayak akan kegemaran mereka tersebut. Penikmat film bisa menulis ulasan filam melalui fitur note layaknya sebuah blog, posting trailer-trailer terbaru, membuat grup diskusi tentang film, atau mengikuti informasi mengenai film dan judul film tertentu melalui fanpage berita hiburan atau salah satu judul film.
Nah, bagi kalian yang merasa bahwa diri kalian adalah hipster, atau merasa bahwa Facebook terlalu mainstream untuk kalian berbagi pengalaman sinematik kalian, ada beberapa jejaring sosial yang mengkhususkan situsnya untuk dunia film. Apa saja?
GetGlue
Jejaring sosial ini seperti FourSquare yang memungkinkan orang-orang melakukan "check-in" pada event tertentu seperti acara TV, musik, kegiatan, dan tentunya film. GetGlue didirikan oleh Alex Iskold pada bulan Juni tahun 2010 melalui perusahaannya AdaptiveBlue di New York, Amerika Serikat. Baru beberapa bulan berdiri, GetGlue langsung mendapatkan predikat pemimpin di media social entertainment yang disematkan oleh Bloomberg. GetGlue sangatlah mudah untuk digunakan. Kalian bisa melakukan check in pada judul film yang sedang kalian inginkan. Kalian pun bisa menulis ulasan atas film tersebut, dan jika ada kesempatan khusus, kalian akan mendapatkan stiker-stiker yang bisa ditukar dengan hadiah.
GetGlue adalah sebuah situs gratis, tapi kalian harus melakukan registrasi terlebih dahulu untuk mulai menggunakannya. GetGlue pun dapat kita integrasikan dengan akun Facebook, Twitter, dan juga Tumblr kita; sehingga teman-teman kita di jejaring sosial dan blog tersebut bisa mengetahui aktivitas kita.


iCheckMovies
Jika kalian memiliki daftar film-film tertentu untuk disaksikan dan membutuhkan sebuah media untuk menentukan target pemenuhan tersebut, jejaring sosial ini adalah jawabannya. Jika kalian mengulas atau memberikan rating pada film tertentu, kalian otomatis akan terhubung dengan berbagai index di mana film tersebut terdaftar. Apakah dalam daftar Nominasi Best Picture Oscar, IMDb Top 250, atau berbagai macam daftar 100 Koleksi American Film Institutes. Kalian pun bisa membuat daftar kalian sendiri dalam pemenuhan gol kalian.
Didirikan Erik Schierboom, Piet van Dongen, dan Marijn Giesen melalui bendera Studio Donder, iCheckMovies adalah sebuah jejaring sosial berbayar. Memang, terdapat fasilitas akun gratis yang disediakan oleh jejaring sosial ini. Namun tentunya gratis memiliki konsekuensi keterbatasan akses dan juga fitur di jejaring tersebut. Total terdapat 3 jenis akun di iCheckMovies: gratis, Basic (1 Euro per bulan), dan Pro (3 Euro per bulan).

Letterboxd
Jejaring sosial sinema favorit penulis. Letterboxd adalah sebuah jejaring sosial sinema yang bisa dibilang cukup lengkap dari segi fitur. Kita bisa berteman, menulis ulasan, dan membuat daftar-daftar film yang akan dan sudah ditonton. Namun yang paling penting dan utama dari Letterboxd adalah fitur diary yang dimilikinya. Letterboxd memungkinkan penggunanya untuk menulis ulasan yang dilengkapi dengan atribut rating dan juga tanggal menonton film tersebut, sehingga nantinya akan terdapat sebuah daftar yang tersusun berdasarkan tanggal menonton film-film tersebut.
Selain itu, user interface Letterboxd pun sangat menarik. Dengan dominasi warna abu gelap, Letterboxd terlihat elegan. Halaman masing-masing film pun didiasin secara menarik dengan menempatkan sebuah banner di atas halaman film tersebut yang disainnya seringkali tidak bisa didapatkan di tempat lain.
Nama jejaring sosial ini sendiri berasal dari istilah letterboxing, suatu tindakan yang dilakukan saat mentransfer film dengan format widescreen ke dalam bentuk home video. Proses transfer ini menambahkan black bars pada bagian atas dan bawah area gambar, sehingga saat diputar di TV pun non widescreen, format filmnya tetap berada dalam format widescreen.
Letterboxd didirikan pada Oktober 2011 oleh Matthew Buchanan and Karl von Randow. Situs ini bermarkas di Auckland, New Zealand dan mengambil data-data filmnya dari TMDb. Dan setelah setahun berada dalam format beta serta mengharuskan calon user mendapatkan undangan dari Letterboxd atau user yang sudah aktif; mulai 8 Februari 2013 akhirnya Letterboxd benar-benar terbuka untuk semua orang tanpa harus menunggu undangan. Dan yang terpenting, jejaring sosial ini gratis sepenuhnya.



MUBI
MUBI merupakan sebuah jejaring sosial yang bisa dibilang "anti-mainstream" jika menyangkut daftar film-filmnya. Ya, hampir semua film ada di sini, termasuk film-film blockbuster, namun yang menjadikan MUBI berbeda dengan jejaring sosial sinema lain adalah koleksi film-film dari seluruh dunia baik klasik maupun kontemporer yang masuk kategori avant garde atau art house. Kita bisa memberikan rating, ulasan, maupun membuat daftar-daftar tertentu. Dan jika kalian adalah filmmaker pemula, kalian bisa membuka halaman Garage, sebuah studio dan juga sekolah online di mana kalian bisa belajar mengenai filmmaking. Namun jualan MUBI yang utama adalah kemampuannya dalam menyediakan berbagai judul film dari seluruh dunia, dan kita dapat menontonnya langsung di PC ataupun laptop kita. Kebanyakan dari film-film pendek yang tersedia di MUBI, gratis untuk disaksikan. Sementara untuk feature film kita diharuskan membayar 99 cents hingga USD2.99 untuk satu kali menonton, atau membayar USD6.99 untuk memilih berbagai macam film di katalog MUBI secara tidak terbatas. Bagi kalian yang tertarik untuk menyaksikan film melalui MUBI, MUBI memberikan kesempatan free-trial selama 14 hari untuk mengakses katalog MUBI dan menyaksikan film-filmnya.
MUBI didirikan oleh Efe Cakarel pada Agustus 2008. Situs ini sebelumnya bernama The Auteurs, bahasa Perancis dari kata author. Namun kata ini ini mengalami sedikit pergeseran arti setelah dipopulerkan oleh François Truffaut in the 1954 essay Une certaine tendance du cinéma français (A certain tendency in French Cinema). Auteur pada akhirnya diartikan sebagai "Seorang seniman kreatif, khususnya sutradara film, yang memiliki karakteristik khusus, visi artistik yang mudah dikenali, dan seringkali dilihat sebagai sosok tunggal yang membuat karya-karyanya".
Saat ini MUBI berafiliasi dengan The Criterion Collection, Celluloid Dreams, sebuah distributor film asal Perancis; dan Costa Films, distributor khusus film-film dari Amerika Latin. Kerjasama ini memungkinkan MUBI mendapatkan banyak film yang bahkan tidak bisa didapatkan dalam bentuk kepingan DVD atau Bluray. Dan dalam kontribusinya demi pelestarian sinema klasik, MUBI sejak 2009 bekerjasama dengan yayasan World Cinema Foundation milik Martin Scorsese untuk mempromosikan dan mendistribusikan judul-judul film hasil restorasi yayasan tersebut.


Rotten Tomatoes + Flixster
Jika kalian adalah penikmat film, akan sangat keterlaluan jika tidak mengenal situs Rotten Tomatoes. Rotten Tomatoes adalah situs yang memuat ulasan-ulasan dari para kritikus, informasi dan juga berita mengenai film. Akan tetapi, situs ini tidak mutlak hanya untuk kritikus profesional saja. Kita sebagai penikmat film dapat memberikan rating dan ulasan pada judul-judul film yang terdapat di situs Rotten Tomatoes. Dan karena Rotten Tomatoes telah menjadi bagian dari Flixster sejak 2010, kitapun bisa menjalin pertemanan dengan siapapun. Flixster sendiri sebelumnya memang telah menjejakkan kaki di dunia maya sebagai salah satu movie social network. Sehingga saat mengakuisisi Rotten Tomatoes, fitur social network ini diintegrasikan dengan situs Rotten Tomatoes. Karena Rotten Tomatoes + Flixster telah menambahkan fitur integrasi dengan Facebook, maka kita dengan mudah bisa menambah teman kita dan melihat apa yang teman Facebook kita tulis atau rating di Rotten Tomatoes. Kitapun bisa memilih judul film untuk dimasukkan ke dalam watchlist, dan kitapun bisa mendapatkan kesempatan menyaksikan film secara gratis dari Flixster, karena dalam kesempatan tertentu, Rotten Tomatoes + Flixster akan membagikan kesempatan bagi para penggunanya untuk memilih satu judul film untuk dapat disaksikan secara online, gratis.
Fitur utama Rotten Tomatoes tentunya adalah Tomatometer. Tomatometer berasal dari ulasan-ulasan para kritikus di mana ulasan-ulasan ini nantinya akan dikelompokkan menjadi ulasan positif dan negatif dan dihitung persentase agregatnya. Jika presentasenya di bawah 60% ulasan positif, maka film tersebut akan dicap "Rotten". Sementara untuk mendapatkan label "Certified Fresh" sebuah film harus mendapatkan minimal skor 75%, diulas oleh 40 kritikus dan setidaknya terdapat 5 orang kritikus dari kelompok Top Critics di antara 40 orang tersebut.
Diluncurkan pada 1999 oleh Senh Duong, Rotten Tomatoes saat ini merupakan salah satu barometer utama penilaian film di dunia, di mana puluhan sampai ratusan ribu penikmat film mengakses situs ini setiap harinya. Sementara Flixster mulai diluncurkan pada 2007 oleh Joe Greenstein dan Saran Chari. Pada tahun 2010, Flixster mengakuisisi Rotten Tomatoes, sebelum akhirnya Warner Bros. membeli Filxster pada 4 Mei 2011.



Seenth.at
Jika Letterboxd adalah jejaring sosial sinema favorit penulis, maka Seenth.at ada di posisi kedua. Seenth.at memiliki fitur yang hampir serupa dengan Letterboxd. Kita bisa menulis ulasan, menandai film yang sudah kita pernah tonton, menandai film yang kita miliki home videonya, dan membuat daftar-daftar tertentu. Kitapun bisa berinteraksi dengan sesama penikmat film melalui fitur follow layaknya Twitter. Seenth.at pun mendisain halaman masing-masing film hampir serupa dengan Letterboxd (walau Letterboxd terlihat lebih elegan). Namun yang paling menyenangkan dari Seenth.at adalah tampilan grafis di halaman profile kita, di mana film-film yang sudah kita saksikan dan kita ulas tersusun rapi di bawah sebuah infografis yang memuat movie history kita.
Seenth.at diluncurkan pada kuartal pertama 2012 lalu. Pada mulanya situs ini hanya terbuka bagi kalangan terbatas yang mendapat kehormatan menjadi beta user. Lalu Seenth.at membuka kesempatan bagi siapapun untuk menjadi beta user, caranya adalah dengan mengirimkan permintaan undangan. Setelah beberapa waktu berjalan, mulai akhir tahun lalu Seenth.at bisa diakses oleh siapapun secara cuma-cuma.


