The Hobbit - The Desolation of Smaug: Sekuel yang Lebih Berisi

by dr kawe

The Hobbit - The Desolation of Smaug: Sekuel yang Lebih Berisi
EDITOR'S RATING    

Petualangan Bilbo dan 13 kurcaci merebut harta mereka dari Smaug kembali hadir di layar lebar. Sedatar yang pertamakah?

Selang setahun dari The Hobbit: An Unexpected Journey, Peter Jackson merilis The Hobbit: Desolation of Smaug yang merupakan bagian kedua dari petualangan Bilbo membantu para kurcaci menyelamatkan harta mereka dari Smaug, si naga kejam. Seperti yang sudah diketahui, banyak pihak yang menatap sinis dan ragu bahwa The Hobbit akan mampu menyamai kesuksesan The Lord of the Rings meski menggunakan “amunisi” yang sama. Kenapa? Pasalnya, materi yang diadaptasi sendiri bukanlah tiga buku, melainkan satu buku yang dipecah menjadi tiga bagian. Hal ini kontan menimbulkan kekhawatiran mampukah Jackson menciptakan kisah yang padat dan memiliki tensi yang terus naik layaknya trilogi sebelumnya atau malah kedodoran di tengah jalan?

Beberapa penilaian negatif mulai terjawab ketika film pertama rilis dan menuai kritikan beragam. Sebagian besar sepakat bahwa An Unexpected Journey terlalu panjang dan bertele-tele sehingga membuat lelah dan bosan untuk penonton awam. Bisa dimaklumi karena pada bagian pertama ini, Jackson harus memperkenalkan para tokoh yang nantinya akan saling bahu-membahu dalam kelompok mini yang berangkat ke Erebor. Lalu, bagaimana dengan film kedua?

Seakan ingin membayar kebosanan yang ia timbulkan di film pertama yang bisa dibilang datar, Jackson menyuguhkan deretan aksi yang cukup memukau, mulai dari penculikan para kurcaci dan Bilbo oleh laba-laba raksasa, kabur dari kerajaan Peri Hutan, hingga pertarungan sihir antara Necromancer dan Gandalf. Meski di beberapa bagian ada adegan yang terasa terlalu panjang dan mungkin bisa dipangkas, namun secara keseluruhan film ini terselamatkan oleh adegan aksi dan spesial efeknya yang cukup menawan. Pun dengan kemunculan tokoh lama maupun baru yang rasanya tidak akan segera dilupakan oleh para penonton, seperti Legolas, Tauriel, Bard, Thranduil, dan tentu saja sosok yang sudah ditunggu-tunggu siapa lagi kalau bukan Smaug yang disuarakan oleh Benedict Cumberbatch. Bisakah Jelata menebak siapa satu lagi tokoh yang diisisuarakan oleh pemeran Sherlock ini?

cungan jempol patut dilayangkan pada tata setting yang ditampilkan Jackson dan para krunya. Mulai dari hutan, istana Peri Hutan, gua Smaug, hingga bukit sunyi tempat Necromancer sanggup ditampilkan dengan detail, indah, dan megah. Bahkan, penulis sendiri berpendapat bahwa setting yang dibangun Jackson dalam film ini terasa lebih variatif dan mumpuni dibandingkan The Lord of the Rings.

Perlu diingat bahwa Jelata perlu menonton film pertama sebelum menyaksikan sekuel ini. Kenapa? Hal ini disebabkan Jackson tidak mau repot-repot menyelipkan flashback untuk penonton baru sehingga yang ada malah akan timbul pertanyaan ‘ini siapa?’, ‘kok mereka bisa ada di sini?’, dan seterusnya. Bagi para pencinta kisah-kisah J.R.R. Tolkien, film ini rasanya akan kembali diminati. Namun, untuk mereka yang sudah trauma dengan film pertama, bisa jadi Desolation of Smaug akan dilewatkan begitu saja. Mana yang jadi pilihan para Jelata?

Artikel Terkait