Tepat di Hari Kartini, para orangtua Indonesia mendapat tontonan yang menarik berupa film mengenai serunya jadi ayah, Super Didi.
Sejak kecil, kita selalu diajarkan bahwa tugas ayah adalah bekerja dan ibu mengasuh anak-anak. “Aturan baku” ini terus-terusan “dikumandangkan” oleh berbagai institusi pendidikan sehingga kita tumbuh sebagai individu yang menganggap bahwa kedua peran itulah yang benar. Tapi, bagaimana seandainya peran tersebut hanya dikerjakan satu orang? Bagaimana kalau ayah tidak hanya bekerja, tetapi juga merawat kedua anaknya? Yang pasti, segala kelucuan dan tingkah polah seru interaksi antara ayah dan anak itulah yang tertuang dalam Super Didi.
Sebagai sosok ayah, dipilihlah Vino G. Bastian. Terasa aneh? Tidak juga. Ia berhasil memerankan seorang ayah yang kewalahan dalam merawat kedua anaknya, namun di sisi lain juga berusaha untuk tetap fokus mengerjakan proyek miliaran dari kantornya. Akting Vino sendiri memang tidak terlalu istimewa, tapi di beberapa bagian terutama menjelang akhir, ia sanggup membuat penonton ikut tersentuh dengan perjuangannya menepati janji untuk hadir dalam acara drama kedua buah hatinya. Meskipun agak terasa aneh sih kalau dipikir-pikir ia harus berlari di tengah jalan raya mengingat ojek online berseliweran di sekitarnya. Sayangnya, Anjanique Renney dan Aviela Reyna yang memerankan kedua anak Vino terasa kurang memberikan akting yang lepas dan masih malu-malu.
Konflik yang disajikan untungnya tidak melebar hingga ke hubungan Arka dengan ibu-ibu TK ataupun proyek miliaran yang sedang dikerjakannya. Semua yang disajikan terasa ringan dan mudah selesai karena memang inti cerita ini bukanlah masalah yang terjadi di kehidupan Arka, melainkan hubungannya dengan kedua putrinya.
Menariknya, meskipun akting Vino, Anjanique, dan Aviela biasa saja, tetapi justru para pemeran pendukung sangat menonjol dan kerap mengundang gelak tawa. Seperti misalnya, para PEMBAJAK (Perkumpulan Bapak-Bapak Jaga Anak) dengan masing-masing kelakuannya yang unik. Lalu, Mathias Muchus dan Ira Maya Sopha menjadi Oma-Opa yang senang dansa dan berusaha memanjakan cucunya, namun malah membuat cucu kesayangan mereka berakhir di dokter. Tapi, tentu saja pemeran pendukung yang mampu menarik perhatian setiap kali muncul adalah Mike Lucock dan Zilly Larasaty sebagai Fuad dan Icha, rekan kerja Arka, yang tarik-ulur soal cinta.
Secara keseluruhan, Super Didi menyajikan tema yang masih baru dalam ranah perfilman Indonesia. Dan, meskipun memiliki kekurangan di beberapa bagian, tapi semuanya itu dikemas secara menarik sehingga menjadi tontonan yang dapat dinikmati seluruh keluarga.

