Komedi Gokil 2: Jangan Tertipu Trailer

by dr. kawe

Komedi Gokil 2: Jangan Tertipu Trailer
EDITOR'S RATING    

Mengklaim diri bergenre komedi merupakan salah satu beban yang cukup berat bagi film lokal. Komedi Gokil 2 berhasil lepas dari beban tersebut dan menjadi sebuah sajian pengocok perut yang memuaskan.

Komedi bisa dibilang merupakan salah satu film dengan genre yang cukup sulit (setidaknya menurut saya). Semua orang punya selera humor yang berbeda. Film komedi yang mampu membuat orang terbahak-bahak belum tentu bisa membuat orang lain tertawa sampai menangis. Bisa jadi mereka akan mengerutkan kening dan malah menghina leluconnya yang dianggap garing, norak, bahkan berlebihan.

Karena itu, saat masuk bioskop untuk menyaksikan Komedi Gokil 2, saya mengeset ekspektasi serendah mungkin dan tidak berharap banyak. Kenapa? Trailer filmnya sendiri yang sudah wara-wiri di layar bioskop, tidak memperlihatkan sisi komedi yang bisa membuat saya terbahak-bahak nantinya. Jadi, saya tidak terlalu berharap banyak.

Tapi, di luar dugaan, dengan ekspektasi yang saya set dengan rendah, saya justru malah puas dengan apa yang tersaji dalam Komedi Gokil 2. Beberapa adegannya memang akan mengingatkan Jelata dengan komedi ala Warkop. Tidak heran karena salah satu pentolan grup komedi papan atas Indonesia tersebut, Indro, ikut bermain di film ini. Tapi, Indro tentu saja tidak sendiri. Untuk lebih menambah gelak tawa, disertakan pula beberapa nama stand up comedian yang sedang naik daun, seperti Boris Bokir, Lolox, dan Acho. Kehadiran ketiganya sendiri berhasil menambah keriuhan dan kekacauan yang terjadi di Komedi Gokil 2. Terutama saat muncul mantan kekasih Tante Maya, Tomi something, yang senang mengucapkan kata ‘perrrrmainan’. Percaya atau tidak, meskipun sudah diucapkan berkali-kali, kata itu tetap ampuh mengundang gelak tawa sampai membuat saya menangis.

Dalam komedi, jelas logika bukanlah hal yang menjadi poin utama. Maka, nikmati saja berbagai celotehan dan candaan yang disajikan di Komedi Gokil 2 ini. Satu hal yang harus diacungi jempol dari garapan Cuk FK ini adalah tidak banyak unsur komedi slapstick yang dimasukkan, seperti dorong-dorongan atau menghina orang lain. Sayangnya, layaknya Warkop di tahun ’80-an, film ini juga memasukkan unsur sensualitas di beberapa adegannya. Hal yang sangat riskan mengingat bisa jadi film ini akan ditonton oleh anak-anak SMP.

Secara keseluruhan, Komedi Gokil 2 berhasil membuat penonton tertawa dengan humor-humor ringan yang bisa jadi sudah dilupakan masyarakat dengan banyaknya standup comedy saat ini. Apa yang mereka tawarkan tidak seambisius film-film lain yang mengaku komedi, tapi malah keteteran dengan materi komedinya. Dengan kesederhanaan inilah, Komedi Gokil 2 benar-benar membuktikan sebagai sebuah film yang mampu membuat penontonnya keluar dengan senyum dan perasaan bersyukur karena tidak menyia-nyiakan tiket yang telah mereka beli untuk mencari hiburan.  

Artikel Terkait