Bukan hantu yang meneror, tapi monster.
Film horor akhir-akhir ini terbiasa menggunakan
trik jumpscare yang berlebihan.
Namun, berbeda dengan film Scary Stories
to Tell in the Dark. Film adaptasi buku Alvin Schwartz dengan judul yang sama
ini mampu membuat pecinta horor terpukau dengan kengerian yang ditampilkannya. Scary Stories mampu menciptakan suasana
horror yang baik tanpa jumpscare yang
berlebihan. Bahkan dengan hanya suara langkah kaki pun, penonton dapat dibuat
merinding.
Film Scary
Stories to Tell in the Dark disutradarai oleh André Øvredal yang sebelumnya sudah pernah membuat
film The Autopsy of Jane Doe.
Kengerian yang ditampilkan dalam film tersebut kembali ditunjukan dalam film Scary Stories ini. Di samping itu,
terdapat pula nama Guillermo del
Toro yang bertindak sebagai produser dan penulis
naskah. Tentunya, dari benak del Toro inilah, muncul wujud-wujud hantu yang sangat menyeramkan, seperti dalam beberapa
filmnya sebelumnya Mimic (1997), Hellboy (2004), Dont be afraid
of the Dark (2010)
Mengambil setting tahun 1968 dan mendekati waktu Halloween, film ini seakan
persilangan antara IT dan Trick ‘r Treat. Lewat mobil dan pakaian
para pemainnya, Øvredal berusaha
membangun nuansa klasik dan itu bisa dibilang cukup berhasil. Sayangnya, dari segi cerita, film ini memberi kesan terburu-buru. Entah memang sengaja atau tidak, karakter Stella dibuat sangat cerdas
dalam menganalisis sesuatu sehingga dalam sekejap, ia sudah tahu sebab-musabab
kejadian buruk yang menimpa teman-temannya.

Sayang memang bahwa karakter-karakter yang dimunculkan kurang tergali latar
belakangnya. Mereka seakan dihadirkan hanya sebagai korban. Berbeda dengan IT yang
dimaksudkan untuk melawan hantu/monster bersama-sama. Namun, mungkin memang
bukan itu tujuan film ini. Scary Stories hanya
ingin memperlihatkan kengerian yang terjadi seandainya kita berani mengambil
barang yang bukan milik kita dari sebuah rumah angker.
Tidak hanya itu, apa hubungan Sarah
dengan buku catatannya pun terasa kurang jelas.
Bagaimana dirinya bisa terikat dengan buku itu sehingga buku tersebut dijadikan sebagai alat
pembunuh untuk orang-orang? Pertanyaan ini tidak
akan terjawab sampai akhir film. Pun dengan banyaknya monster yang muncul di sini ternyata tidak membuat film ini menjadi sadis
dan brutal.
Scary Stories to
Tell in the Dark merupakan film
horror yang masuk dalam kategori “harus ditonton”. Hantu dan monster yang muncul berbeda
dari film lain, misalnya di semesta The
Conjuring. Jadi, siapkan diri kalian untuk melihat kengerian yang dihadirkan oleh del Toro.
