Cinta Tak Seindah Drama Korea: Lebih dari Sekadar Kisah Love Triangle

by Redaksi

Cinta Tak Seindah Drama Korea: Lebih dari Sekadar Kisah Love Triangle
EDITOR'S RATING    

Plot-nya mind blowing seperti di drakor-drakor!

Kalau disuruh menyebut rumah produksi Indonesia yang sejauh ini tidak pernah gagal dalam merilis proyek, sepertinya Imajinari bisa masuk di posisi atas. Meski tergolong baru, semua ide cerita yang ditampilkan selalu fresh dengan eksekusi yang mantap. Di tahun ini, Imajinari merilis empat judul film. Mulai dari Agak Laen yang secara mengejutkan berhasil menduduki posisi film Indonesia terlaris 2024, Harta Tahta Raisa yang memperlihatkan struggle seorang Raisa sebelum gelar konser di GBK, lalu disusul Kaka Boss yang memberi kisah manis ayah sangar berdarah Timur. Sebagai penutup, di bulan Desember ini hadir Cinta Tak Seindah Drama Korea (CTSDK) yang sekaligus jadi debut penyutradaraan Meira Anastasia. 

Sejak rilis teaser sampai final trailer, plot CTSDK bisa langsung ditebak. Dea (Lutesha) dapat surprise hadiah liburan ke Korea Selatan dari pacarnya, Bimo (Ganindra Bimo). Sayangnya, saat sampai di sana, liburan Dea jadi penuh drama karena kebetulan dia bertemu Julian (Jerome Kurnia), cinta pertamanya saat SMA. Hubungan Dea dan Julian dulu selesai begitu saja karena Julian menghilang tanpa kabar. Pertemuan mereka berdua di Seoul akhirnya membuat dua teman Dea, Kikan (Dea Panendra) dan Tara (Anya Geraldine) pecah kubu. Satu mendukung Bimo, satu lagi merasa Julian patut dapat kesempatan kedua. Tanpa mereka bertiga tahu, liburan di Korea ini malah jadi ‘ujian persahabatan’ yang sesungguhnya.

Pertama dan paling utama, sebelum menonton CTSDK, buang jauh-jauh bayangan plot cerita cinta segitiga Julian-Dea-Bimo ini seperti AADC 2. Sesuai judul (dan lokasi syuting) yang Korea banget, CTSDK ini santai dan manis karena digarap di musim panas dengan tone meriah penuh warna pastel, serta vibe yang lucu gemas. Lutesha bisa menghidupkan karakter Dea yang imut tapi fragile dan berhati lembut. Ganindra Bimo yang tegap menjulang cukup memberi persona male lead penuh trauma masa lalu. Sementara, Jerome Kurnia mencuri hati penonton sebagai second lead yang patut dilindungi dan dapat kesempatan kedua.


Di sepanjang film, Korea Selatan (khususnya Seoul) yang dijadikan latar nggak sekadar tempelan karena setiap sudut ikoniknya diperlihatkan secara proper. Mulai dari adegan melewati patung Raja Sejong, berfoto pakai hanbok di Hanok Village, minum soju di warung tenda, sampai galau tengah malam di sungai Cheonggyecheon, dan makan mie instan di convenience store. Bahkan adegan emosional di area Namsan Tower juga lumayan porsinya. Buat penonton yang punya jiwa fangirling, hebohnya trio Dea-Kikan-Tara bisa mewakili ‘kegilaan’ cewek-cewek saat trip bareng. Selipan dialog bahasa Korea yang sesekali muncul juga nggak maksa. Semua enak didengar dengan lafal yang oke. Kudos untuk interaksi manis dan luwes antara Julian si ‘warlok’ dengan aktris senior Sung Byoung Sook (Lovely Runner) yang muncul sebagai cameo.

Lalu apakah sepanjang film kita disuguhkan dengan drama cinta segitiga? Surprisingly, nggak. Siap-siap kaget karena CTSDK punya banyak plot twist dan beberapa subplot dari karakter Kikan dan Tara yang bikin kita ketawa heran sambil geleng-geleng kepala.

Dibilang agak berantakan atau drakor banget, bisa jadi. Dianggap sebagai angin segar dari segi ide cerita karena humor yang ditampilkan khas ‘Imajinari banget’, boleh juga. Selipan isu dan concern yang dihadapi karakter Kikan dan Tara sebenarnya penting. Akan tetapi, karena ujug-ujug muncul tanpa clue yang menggiring ke arah sana, ceritanya jadi terasa melebar ke mana-mana. Untungnya, setiap konflik yang diangkat ada penyelesaiannya di akhir. Film yang awalnya di-branding sebagai kisah cinta segitiga berubah jadi film persahabatan tiga perempuan yang berusaha memaknai arti cinta sesungguhnya.


Selain akting oke para cast, munculnya beberapa wajah familiar dari proyek Imajinari sebelumnya bisa langsung bikin penonton tertawa. Deretan lagu yang hadir sebagai penunjang adegan juga dimunculkan dengan pas, persis seperti drakor. Uniknya, ada lagu ‘Ingatlah Hari Ini’ milik Project Pop yang diubah dan diaransemen ulang ke bahasa Korea.

Untuk yang ingin nonton Cinta Tak Seindah Drama Korea, dianjurkan menikmati film ini bareng-bareng karena feel-nya akan lebih terasa. Jangan lupa juga untuk duduk manis sebelum film dimulai! Karena ada video teaser "Tinggal Meninggal", film terbaru Imajinari yang disutradarai Kristo Immanuel dan dibintangi Omara Esteghlal.