Exit 8: Saat Terjebak di Terowongan Beranomali

by Redaksi

Exit 8: Saat Terjebak di Terowongan Beranomali
EDITOR'S RATING    

Bisakah The Lost Man keluar atau terjebak selamanya di sana?

Cerita tentang terjebak di dalam loop sudah beberapa kali diangkat ke dalam format film. Ada Groundhog Day (1993) yang mengulang waktu atau Happy Death Day (2017) yang mengulang kematian. Jepang rupanya tidak mau ketinggalan. Exit 8 menjadi film terbaru keluaran Negara Matahari Terbit ini yang mengangkat tema loop dengan mengadaptasi game populer karya Kotake Create. Di permainan ini, kita terjebak di sebuah terowongan subway yang seakan tidak berujung dan terus berulang. Aturannya hanya satu: perhatikan anomali. Semudah itu? Tentu saja tidak. 

Seorang pria yang karakternya hanya dinamai "The Lost Man" baru turun dari subway. Di tengah perjalanannya untuk keluar dari stasiun, sang kekasih menelepon dan mengabari bahwa ia hamil. The Lost Man berjanji akan segera menemuinya di rumah sakit. Namun, telepon terputus saat ia sedang mencari jalan keluar dan tiba di sebuah terowongan berdinding ubin. Dalam sekejap, si pria sadar bahwa ia terjebak di sebuah loop karena berapa jauh pun berjalan, ia selalu kembali ke tempat yang sama dan bertemu orang yang sama. Sebuah papan memberi tahu bahwa aturan di tempat itu sederhana: perhatikan anomali. Jika ada anomali, segeralah berbalik ke tempat kita datang. Kalau tidak ada, maka kita bisa melanjutkan perjalanan.

Meski permainan di game-nya tidak memiliki alur cerita sama sekali, namun sutradara sekaligus penulis naskahnya Genki Kawamura menyisipkan sedikit latar untuk The Lost Man. Penonton pun bisa melihat perkembangan karakter yang awalnya seperti "orang malas hidup" kini punya satu tujuan, keluar dari stasiun dan menemui pacarnya. Kita yang tadinya hanya menyaksikan dia terus berjalan berulang-ulang, kini mulai menyemangati dan berharap ia bisa keluar. Kazunari Ninomiya, yang tergabung di grup band Arashi ini, sukses memerankan karakter The Lost Man yang tampak nelangsa, tapi kemudian memiliki tekad kuat untuk tidak menyerah. 


Menariknya, film ini tidak hanya memakai The Lost Man sebagai POV di dalam filmnya. Ada dua tokoh lain, yaitu The Walking Man (Yamato Kochi) dan The Boy. The Walking Man adalah pria pekerja yang ditemui The Lost Man di terowongan dan menjadi bagian dari loop yang ia alami. Di balik itu, ternyata ada cerita antara si pria pekerja dengan seorang bocah laki-laki. Seperti apa cerita mereka? Kalian harus menontonnya sendiri. 

Menonton film loop apalagi dengan area terbatas dan berulang seperti ini bisa membuat penonton bosan. Namun, Genki Kawamura dengan piawai mengajak kita bak bermain teka-teki, ikut menebak anomali apa saja yang ada dan apakah si tokoh harus maju atau kembali. Anomali tersebut bisa sesuatu yang besar, simpel, remeh, bahkan terkadang mengagetkan. Jadi, siapkan diri kalian saat menonton ini karena memang banyak adegan tidak terduga.

Pada akhirnya, Exit 8 bukan hanya sekadar sebuah film yang mengangkat premis loop dan usaha untuk keluar dari sana. Tapi, jika direnungkan lagi, ini seperti usaha kita yang tidak kenal lelah dalam hidup untuk mencapai suatu tujuan. Mengulang hal yang sama memang melelahkan dan mungkin membuat kita frustrasi. Tapi, jika dilakukan dengan gigih dan berpegang teguh pada hasil akhir yang diinginkan, perlahan tapi pasti, kita akan bisa mencapainya. Pada akhirnya, kita dihadapkan pilihan seperti The Lost Man dan The Walking Man: akankah menyerah di tengah jalan atau bangkit dan terus maju?  


Artikel Terkait