Goat: Bermimpilah Setinggi-tingginya Meski Kamu Tidak Tinggi

by Redaksi

Goat: Bermimpilah Setinggi-tingginya Meski Kamu Tidak Tinggi
EDITOR'S RATING    

Cita-cita milik siapa saja, termasuk kambing

Film-film bertema from zero to hero atau from nothing to something memang cukup banyak, terutama dunia olahraga. Banyak kisah yang mengetengahkan karakter utama dianggap remeh oleh sekitarnya, tapi menyimpan bakat yang luar biasa. Pada akhirnya, si karakter utama akan membawa kemenangan bagi timnya dan menjadi lebih dihargai. Meski terkesan klise, tapi jika diolah dengan baik dan menawarkan sesuatu yang beda, tentu film yang mengangkat tema ini bisa menarik hati berbagai kalangan. Di tahun ini, ada sebuah film animasi yang mengangkat premis "klise-tapi-seru" itu. Mengambil judul Goat, film ini berfokus pada usaha seekor kambing muda yang ingin menjadi pemain profesional roarball (semacam basket ala mereka), namun tersandung berbagai halangan dan rintangan. 

Di sebuah kota bernama Vineland, seekor kambing kecil bernama Will Harris tumbuh besar dengan cita-cita menjadi pemain roarball profesional seperti idolanya, Jett Fillmore. Untuk itu, Will tidak henti-hentinya berlatih sehingga kemampuannya berkembang pesat. Namun, ada satu kondisi yang kurang menguntungkan baginya: perawakannya kecil, sementara pemain roarball umumnya berbadan besar karena tuntutan kontak fisik yang sering terjadi saat sedang bertanding. Di saat bersamaan, Vineland Thorns terus-menerus mengalami kekalahan memalukan, membuat Jett meminta pemilik tim untuk mengambil apa pun langkah yang diperlukan guna mengembalikan kejayaan tim. Jawaban permintaan itu hadir dalam wujud Will. Namun, tentu tidak mudah bagi kambing muda ini untuk membuktikan bahwa dirinya bukan cuma sekadar fans, tapi juga pemain yang patut diperhitungkan. 

Seperti yang sudah disebutkan di atas, tema film Goat sudah bukan hal yang asing. Ending-nya pun juga sudah bisa ditebak sehingga tidak perlu ada twist yang aneh-aneh karena memang bukan itu yang diinginkan. Penonton hanya ingin melihat karakter utamanya jatuh-bangun mengejar mimpi dan membuat simpati sehingga patut disemangati. Jika itu sudah tercapai, tinggal bagaimana pengemasannya dan hal-hal baru yang ditawarkan daripada film sejenis. Goat, untungnya, punya pengemasan yang menarik dan cerita yang jarang disorot. 


Di film "from zero to hero", kebanyakan kisahnya berkutat di tokoh utama, mulai dari awal kecintaannya pada olahraga tersebut, usahanya berlatih keras, jatuh-bangun, hingga akhirnya diakui. Pada Goat, bukan itu yang dititikberatkan, justru pada usaha Will Harris dalam membangun semangat rekan-rekan setimnya yang sedang berada di titik terendah karena selalu kalah dan menjadi bulan-bulanan tim lawan. Kalau digambarkan, Goat punya nuansa positif karena tidak menghadirkan persaingan antara Jett, yang merasa dirinya pemain terbaik, dan Will, pemain muda yang pelan-pelan menanjak, dengan "saling sikut". Memang, rivalitas ada, tapi pada akhirnya itu mengajarkan pada karakter Jett bahwa suatu saat, ia harus mengakui akan ada hewan lain yang lebih jago daripada dia.

Salah satu yang juga cukup memanjakan mata adalah animasi latar Goat yang seperti lukisan. Jika Disney dan Pixar menghadirkan animasi yang clean, Goat mungkin akan mengingatkan kita dengan Puss in Boots: The Last Wish (2022) yang memakai teknik sama. Latarnya dibuat seperti sapuan lukisan cat minyak atau arsiran pensil warna. Jelas, ini sesuatu yang baru dan penyegaran untuk mata kita yang biasa melihat animasi bersih dan tajam. 

Satu lagi yang unik adalah pemilihan judul yang sangat cerdas karena bermakna ganda. "Goat" berarti kambing, hewan yang menjadi karakter utamanya, atau bisa juga singkatan dari Greatest of All Time atau Pemain Terbaik Sepanjang Masa. Judul yang tepat dalam menggambarkan situasi dalam filmnya. Jadi, kalau butuh tontonan menarik di libur panjang Imlek ini, Goat bisa jadi salah satu pilihan dan semoga semangat Will Harris yang tidak pernah menyerah meski kerap diremehkan karena ukuran tubuhnya yang kecil bisa menginspirasi kita untuk terus berusaha apa pun halangan dan rintangan yang ada di depan.



Artikel Terkait