Hati-hati saat berkendara di malam hari
Jika masyarakat di negara Asia lebih memilih untuk mengontrak rumah atau apartemen jika belum mampu membeli, maka berbeda halnya dengan penduduk Amerika. Kebanyakan dari mereka umumnya lebih memilih membeli camper van atau karavan dan menciptakan "rumah berjalan" alih-alih menghabiskan uang untuk diam di satu tempat. Karavan ini bukan hanya sekadar tempat tinggal, tapi juga alat transportasi yang membawa mereka berpindah-pindah atau dengan istilah lain: hidup nomaden.
Namun, meski terlihat menyenangkan karena bisa bepergian dari satu tempat ke tempat lain, nomaden tersebut tentu ada sisi negatifnya. Sineas André Øvredal serta duet penulis T.W. Burgess dan Zachary Donohue mencoba menceritakan hal tersebut dalam sebuah film horor berjudul Passenger. Cast-nya ada Jacob Scipio, Lou Llobell, dan Melissa Leo. Praktis, cuma nama Scipio saja yang bisa dibilang terkenal karena bermain di dua film Bad Boys terbaru sebagai putra Will Smith.
Kisahnya berfokus pada pasangan Maddie dan Tyler yang menjual rumah dan memutuskan tinggal di camper van. Berkeliling Amerika, singgah di tempat-tempat menarik, dan tidak terikat di satu tempat tentu terasa menyenangkan pada awalnya. Namun, perjalanan tersebut mulai menjadi neraka saat mereka menolong korban kecelakaan di tengah jalan raya yang sepi. Sejak itu, Maddie jadi sering melihat sosok menyeramkan dan merasa ada yang sedang "menumpang" di mobilnya. Tyler yang awalnya tidak percaya dengan ucapan Maddie, lama-kelamaan menyadari bahwa apa yang Maddie ucapkan benar. Mereka berusaha keras melepaskan diri dari entitas tersebut dan berjuang agar bukan nyawa mereka yang akan diambil berikutnya.

Secara cerita, Passenger mengangkat kisah yang bisa dibilang dekat dengan budaya Amerika: hidup di karavan. Sebagian kalangan warga AS memang memilih untuk hidup berpindah-pindah dengan memakai karavan daripada mengontrak apartemen atau rumah. Hal ini dianggap lebih mudah daripada harus membayar hipotek, listrik, air, dan segala macam urusan lainnya. Hidup nomaden berarti hanya perlu memikirkan bensin agar mobil tetap bisa berjalan dan ada daya untuk sistem listrik serta belanja sehari-hari. Amerika pun punya banyak taman dan lahan kosong yang kerap dipakai para nomad ini untuk tinggal sementara sebelum melanjutkan perjalanan atau ditempati dalam waktu lama.
Di tengah kehidupan nomaden ini, kisah-kisah tentang jalan raya berhantu rasanya sudah bukan hal baru. Terlebih lagi, meskipun banyak daerah terpencil di Amerika yang sudah memiliki jalan beraspal, namun tidak ada penerangan di jalan. Alhasil setiap malam, situasi akan gelap-gulita. Mengundang siapa pun atau sesuatu untuk berbuat jahat. Kali ini, sosok yang diangkat adalah entitas bernama Passenger. Konon, mereka adalah iblis yang senang membuat kecelakaan kepada para pengemudi di jalan hingga nyawa mereka terenggut. Dua aturan yang tidak boleh dilanggar oleh para nomad itu adalah dilarang menyetir di malam hari dan tidak berhenti apa pun yang terjadi.
Beberapa jumpscare meskipun bisa ditebak, namun cukup efektif menakut-nakuti. Pergerakan kameranya pun akan membawa lebih berdebar-debar lagi karena membuat kita merasa pada di sudut pandang si karakter utama yang dikejar-kejar hantu. Dan, penonton tidak akan diumbar banyak penampakan hingga 15 menit menjelang film berakhir. Film ini tidak berfokus untuk menjelaskan siapa Passenger, tapi apa yang terjadi kalau para pelancong "ketempelan" dirinya. Jadi, jangan berharap ada penjelasan panjang-lebar mengenai sosok Passenger ini selain memang ia adalah entitas yang sudah ada sejak zaman dulu. Namun, untuk ukuran film horor, Passenger jelas salah satu tontonan yang tidak boleh dilewatkan.
