Terusir dari rumah sendiri membuat Supergirl harus berkelana
Setelah menghadirkan Superman sebagai bagian dari reboot dunia DC, Warner Bros. kini menghadirkan Supergirl. Sebelumnya, Supergirl sempat tampil dalam bentuk serial CW (diperankan Melissa Benoist) dan di film The Flash yang rilis pada 2023 (diperankan Sasha Calle). Di tahun 2026, Milly Alcock, yang angkat nama lewat serial HBO House of the Dragon, terpilih menjadi Kara Zor-El. Disutradarai oleh Craig Gillespie (Cruella), film ini mengadaptasi miniseri komik Supergirl: Woman of Tomorrow (2021-2022) dan menghadirkan beberapa karakter dari komiknya, seperti Krem of the Yellow Hilss, Ruthye Marye Knoll, Krypto, hingga Lobo.
Kara Zor-El merupakan sepupu Superman yang juga dikirim keluar Krypton saat planet itu hancur. Namun, dikirim pada situasi dan waktu yang berbeda membuat Kara tidak kerasan di Bumi yang dilihatnya bukan sebagai rumah. Kondisi ini jelas berbanding terbalik dengan Kal-El yang tiba di Bumi dalam keadaan masih bayi dan dibesarkan oleh manusia Bumi. Merasa tidak betah, Kara pun memutuskan untuk bertualang ke antariksa dengan memakai pesawat luar angkasanya, berpindah dari satu planet ke planet lain. Di tengah perjalanannya, ia bertemu Ruthye, gadis muda yang keluarganya dibunuh oleh Krem dan berniat membalas dendam. Sebuah kejadian membuat Kara terpaksa membantu Ruthye atau ia akan kehilangan satu-satunya sahabat yang ia kenal.
Jika Superman dihadapkan pada pertanyaan "apakah ia berhak mencampuri situasi dunia dengan kekuatan yang dimiliki?", Supergirl memiliki permasalahan yang berbeda. Memang, skalanya lebih kecil, tapi sama kompleksnya. Bukan menunjukkan perjalanan Kara sejak terusir dari Krypton hingga berakhir di Bumi, Supergirl menghadirkan pertanyaan yang lebih dalam dari itu: "apa itu rumah?". Sejak Krypton hancur dan dikirim ke Bumi untuk tinggal dengan Kal-El, Kara seperti gadis pemberontak. Mabuk-mabukan setiap hari menjelang ulang tahunnya, memicu keributan dengan makhluk lain, hingga berpindah-pindah planet. Semua dilakukan untuk mencari "rumah".

Pada akhirnya, Kara sadar bahwa "rumah" yang dicari bukanlah tempat yang sudah ia kenal, tapi tempat di mana mereka yang menyayangi dan mengerti dirinya berada, di mana pun itu. Hal ini ditunjukkan melalui situasi yang cukup berat, yaitu saat Krypto sekarat. Ini membuat Kara sadar bahwa semua tragedi berhasil ia lalui dengan bantuan anjing kesayangannya itu. Jadi, jika ada penonton yang berkomentar "Hah, hanya demi seekor anjing, Supergirl sampai rela mengejar penjahat antargalaksi?", berarti mereka tidak menangkap esensi yang ingin disampaikan film ini. Bahwa, Krypto bukan sekadar anabul peliharaan Kara, melainkan koneksi terakhirnya dengan Krypton dan keluarganya yang sudah tiada.
Salah satu adegan yang cukup mengena adalah luapan rasa frustrasi Kara yang tidak bisa dibendung. Semua tragedi, kehilangan, kesedihan, amarah, dan kesepian tertumpah di sini. Memperlihatkan salah satu momen "deep" yang menggambarkan bahwa mau sekuat apa pun superhero, ada hal-hal yang tidak bisa dilawan dan harus siap diterima untuk kemudian bangkit dan melanjutkan hidup.
Dari segi aksi, Supergirl bisa dibilang tidak menghadirkan sesuatu yang segar. Adegan pertarungannya memang cukup seru, tapi tidak sampai membuat penonton terkagum-kagum dengan kekuatan baru atau teknik kamera tidak terduga. Semua berjalan dengan pas, tidak kurang atau lebih. Bahkan, petualangan Kara yang berpindah-pindah dari satu planet ke planet lain terasa mengingatkan kita pada Guardians of the Galaxy atau Star Wars tanpa skala yang masif. Yang cukup mencuri perhatian, tentu saja kemunculan Lobo sebagai ally Supergirl. Rasanya, memang tidak ada yang bisa memerankan karakter ini sebaik Jason Momoa dengan segala ocehan sinis, tapi mengundang tawa.
Meskipun memakai pendekatan yang berbeda dari kisah-kisah origin superhero, Supergirl tetap memiliki daya tariknya sendiri. Bukan hanya menceritakan tentang gadis yang terlihat pemberontak dari luar, tapi juga usaha Kara untuk belajar menerima kehilangan yang terjadi. Bahwa "rumah" bisa ada di mana pun selama kita bersama orang-orang yang sayang dan peduli pada kita.
