Ip Man: Kung Fu Legend - Kisah Terbaru Ip Man yang Mulai Berkurang Magisnya

by Redaksi

Ip Man: Kung Fu Legend - Kisah Terbaru Ip Man yang Mulai Berkurang Magisnya
EDITOR'S RATING    

Dennis To jelas bukan tandingan bagi karisma Donnie Yen

Di dunia perfilman, Ip Man merupakan salah satu film yang dianggap terbaik hingga dibuat berseri-seri. Dirilis pertama kali pada 2008, film yang dibintangi Donnie Yen sebagai Grandmaster seni bela diri Wingchun dan juga guru Bruce Lee ini sukses besar dan dinominasikan banyak penghargaan. Penggemar film-film martial arts dan para kritikus juga memuji penampilan Donnie Yen yang dianggap sesuai dalam memerankan Ip Man yang tenang, tapi mematikan dengan berlatar di kota Foshan selama Perang Sino-Jepang kedua. Dengan kesuksesan ini, film Ip Man kemudiab berlanjut ke sekuel, yaitu Ip Man 2, Ip Man 3, dan Ip Man 4: The Finale.

Hong Kong tahun 1950-an. Para pedagang Inggris dan triad Tiongkok bersekutu memperluas wilayah mereka dengan menggusur pabrik secara paksa, tanpa memedulikan nasib rakyat. Ip Man membela para buruh dan menentang mereka, tetapi justru menghadapi tekanan dari segala arah. Ia dijebak atas tuduhan pembunuhan dan dipenjara. Di balik jeruji, para anggota triad memasang berbagai jebakan mematikan. Mampukah Ip Man melewati semua cobaan, lolos dari bahaya, dan membersihkan namanya? 

Bagi yang tumbuh dengan menonton film-film Ip Man versi orisinal, menyaksikan film ini tentu akan membuat kita menarik perbandingan. Akting Dennis To sebagai Grandmaster Wingchun bisa dibilang cukup berhasil. Berpembawaan tenang, tapi ternyata menyimpan kemampuan bela diri tinggi. Sayangnya, meski tidak kurang dari segi akting, namun jika dibandingkan dengan Donnie Yen, karisma To jelas kalah jauh. 


Selain itu, kisah Ip Man yang selalu berkutat di usahanya melawan penjajah asing, bisa dibilang sudah terlalu sering diangkat, termasuk Ip Man: Kung Fu Legend ini. Plot ceritanya pun dibuat sederhana dan tidak memberikan sesuatu yang baru, terutama bagi orang-orang yang sudah menyaksikan film-film Ip Man sebelumnya. Adegan perkelahiannya juga terasa biasa dan tidak membuat penonton tertarik sehingga ada kemungkinan kita akan merasa bosan saat menontonnya. 

Me-remake sebuah film biopik, terutama saat aktor ikonik yang memerankannya masih hidup, jelas bukan keputusan yang tepat. Mungkin, sudah saatnya film-film Ip Man "beristirahat dulu" dan kembali lagi dengan aktor dan cerita yang tepat agar lebih terasa fresh dan bisa menarik generasi lebih muda. 


Artikel Terkait