Kung Fu Soccer: Kejeniusan Stephen Chow Meramu Slapstick di Lapangan Hijau Kembali Lagi

by Redaksi

Kung Fu Soccer: Kejeniusan Stephen Chow Meramu Slapstick di Lapangan Hijau Kembali Lagi
EDITOR'S RATING    

Penuh slapstick, sampai lupa drama

Dua puluh lima tahun setelah Shaolin Soccer berhasil menarik perhatian publik lewat dramanya yang menarik dan pertandingan sepakbolanya yang penuh dengan kekonyolan, Stephen Chow kembali lagi dengan Kung Fu Soccer. Kali ini, yang menjadi sorotan adalah tim sepakbola wanita Emei yang berjuang untuk memenangkan Liga Kejuaraan Sepakbola Wanita. Namun, tentu saja perjalanan mereka untuk sampai ke puncak tidaklah mudah. Mulai dari perseteruan antara dua punggawanya, Yu Long (alias Jade) dan Shuangshuang, anggota muda yang memberontak, hingga lawan yang memakai trik licik demi menang. Namun, bukan Stephen Chow namanya jika tidak bisa meramu itu semua plus dengan bumbu slapstick yang levelnya di atas rata-rata.

Kung Fu Soccer bukanlah sekuel langsung dari Shaolin Soccer karena pemain, tim, dan ceritanya pun berbeda. Kali ini, kisah berfokus pada tim sepak bola wanita. Aktris dan komedian Zhang Xiaofei memerankan Shuangshuang, sementara aktris kenamaan Dilraba Dilmurat berperan sebagai Yu Long alias Jade. Lay Zhang ikut terlibat sebagai pelatih Xu Feng. Keputusan untuk menggaet Dilraba dan Lay Zhang sebagai pemeran utama jelas adalah pilihan tepat saat film ini diedarkan di luar Tiongkok. Bagi para penggemar serial drama Tiongkok di platform OTT, nama Dilraba sudah tidak asing lagi. Sementara, Lay Zhang juga dikenal oleh para fans K-Pop sebagai member EXO. Selain itu, masih ada pula Carina Lau, aktris senior Tiongkok, Takeru Satoh sebagai pelatih tim lawan, dan Ai Mi, gadis manis yang sedang populer lewat serial drama Key to the Phoenix Heart


Berharap Kung Fu Soccer akan sekocak Shaolin Soccer? Siap-siap ketawa hingga menangis saat menontonnya. Nyaris setiap pertandingan sepak bola yang dilakukan Tim Emei diisi dengan momen-momen penuh kelucuan dan slapstick. Mulai dari tendangan yang hanya mungkin terjadi di dunia anime, tingkah laku para anggota tim di lapangan, hingga kelakukan absurd wasit yang berat sebelah. Sepertinya, hanya Stephen Chow yang bisa terpikir untuk menghadirkan adegan yang benar-benar tidak terduga. Penonton Shaolin Soccer pasti akan bernostalgia saat Tim Emei menghadapi musuh di lapangan berumput. 

Sayangnya, meski sanggup membuat kita tertawa hingga menangis, tapi drama di film ini terasa sangat tipis. Latar belakang dan motivasi setiap tokoh tidak digali dan dihadirkan dengan cukup kuat. Misalnya, awal mula perseteruan antara Yu Long dan Shuangshuang hanya dipaparkan lewat dialog. Tiba-tiba saja, penonton sudah disuguhkan adegan mereka berbaikan. Selain itu, umumnya di film tentang rivalitas olahraga seperti ini, akan ada friksi antara tim protagonis dengan tim lawan sehingga pada saat bertemu di laga final, akan terasa menegangkan. Tapi, Stephen Chow memutuskan untuk tidak mengambil plot itu dan membiarkan film berjalan apa adanya. 

Dengan durasi yang lumayan singkat dan banyaknya pertandingan sepak bola yang dihadirkan, wajar jika aspek drama jadi dinomorduakan. Namun, jika itu bukan masalah, Kung Fu Soccer jelas bisa jadi pilihan tontonan yang sangat menghibur. 


Artikel Terkait