Resident Evil: Lebih Segar dan Lebih Mengejar

by Redaksi

Resident Evil: Lebih Segar dan Lebih Mengejar
EDITOR'S RATING    

Bukan untuk orang dengan zero survival skills.

Lupakan sejenak semua film Resident Evil yang pernah kita tonton sebelumnya. Kali ini, Zach Cregger datang dengan pendekatan yang cukup berani: membuat film Resident Evil, tetapi tanpa bergantung pada karakter-karakter ikonik dari game-nya. Keputusan ini justru menjadi salah satu kekuatan terbesar film. Alih-alih sibuk memenuhi ekspektasi penggemar terhadap Jill Valentine, Leon S. Kennedy, Chris Redfield, atau karakter lainnya, Cregger memilih membangun cerita dari nol. Hasilnya memang terasa berbeda, tetapi tetap punya aroma survival horror yang kuat.

Bryan, seorang kurir medis, ditugaskan mengantarkan paket ke sebuah rumah sakit di Raccoon City. Saat perjalanan melewati pegunungan bersalju, ia tidak sengaja menabrak seorang perempuan dan memutuskan membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun, Raccoon City ternyata tengah dilanda wabah biologis akibat kebocoran dari sebuah laboratorium percobaan yang memicu mutasi dan berubah menjadi ancaman mematikan. Di tengah kekacauan itu, Bryan harus menyelesaikan tugasnya sekaligus berusaha menyelamatkan diri. Misi yang awalnya sederhana pun berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup.

Menariknya, dengan menggunakan karakter-karakter baru, Cregger mendapatkan kebebasan untuk membangun dunianya sendiri. Hampir tidak ada yang secara langsung mengingatkan kita bahwa ini adalah bagian dari semesta Resident Evil, selain kehadiran Raccoon City. Selebihnya, film ini terasa seperti interpretasi baru terhadap dunia Resident Evil, bukan sekadar adaptasi game yang dipindahkan ke layar lebar. Pendekatan ini memang bisa membuat sebagian penggemar bertanya-tanya, “Ini Resident Evil-nya di mana?” tetapi justru di situlah keberanian film ini bekerja. Cregger tampaknya lebih tertarik menangkap rasa Resident Evil daripada sekadar memindahkan elemennya satu per satu.


Dan ketika masuk ke bagian horornya, film ini benar-benar tahu bagaimana membuat penonton duduk tegang. Adegan pengejaran dengan zombie-zombie yang mengalami mutasi menjadi salah satu daya tarik utamanya. Cregger sangat piawai memainkan ritme: penonton dibuat tenang sebentar, kemudian ketegangan dinaikkan perlahan, dan film memberi kejutan. Rasanya, seperti naik roller coaster yang tidak pernah memberi tahu kapan turunan berikutnya datang. Jumpscare-nya pun tidak terasa asal tempel. Sebagian besar ditempatkan dengan timing yang efektif sehingga beberapa momen benar-benar berhasil membuat penonton refleks bergerak dari kursinya.

Dari sisi karakter, keputusan menggunakan wajah baru seperti pisau bermata dua, bisa bagus karena tidak ada beban ekspektasi dari penggemar game maupun film-film sebelumnya, atau malah ditinggal penggemar beratnya. Austin Abrams, pemeran utama kali ini, bisa masuk ke dunia ini tanpa harus dibandingkan langsung dengan karakter tertentu dari game. Sayangnya, karakter yang ia mainkan justru tidak mendapatkan perkembangan yang cukup menarik. Semakin mendekati penghujung cerita, tindakannya malah semakin sulit dipahami dan cenderung tidak tepat. Ini cukup disayangkan karena ketika film sudah berhasil membangun ancaman dan atmosfer yang kuat, karakter utama seharusnya menjadi jangkar emosional yang membuat penonton semakin peduli terhadap perjuangannya.

Pada akhirnya, Resident Evil versi Zach Cregger adalah sebuah penyegaran yang cukup berhasil. Film ini tidak sempurna, terutama dalam pengembangan karakter, tetapi sebagai film zombie-survival, ada energi, ketegangan, dan sejumlah sekuens yang sangat menghibur. Cregger juga menunjukkan bahwa dirinya punya potensi untuk meneruskan perjalanan sebagai sutradara franchise ini. Tinggal satu pertanyaan yang membuat penasaran: kalau film berikutnya benar-benar dibuat, apakah akhirnya kita akan melihat karakter-karakter ikonik dari game masuk ke dunianya? Kalau itu terjadi, menarik untuk melihat bagaimana dunia baru buatan Cregger bertabrakan dengan karakter-karakter yang sudah puluhan tahun dikenal penggemar.