Creed 2: Tidak Lebih Dari Film Tinju Biasa

by Prima Taufik

Creed 2: Tidak Lebih Dari Film Tinju Biasa
EDITOR'S RATING    

Film tinju yang kurang menggugah

Sylvester Stallone sepertinya belum siap berpisah dengan Hollywood. Ia terus mencari cara agar franchise yang membesarkan namanya, seperti Rambo dan Rocky bisa tetap bertahan. Sadar tidak bisa lagi menjadi pemeran utama seperti masa jayanya dahulu, sekarang ia lanjut membesarkan franchise Rocky-nya dengan menggaet Michael B. Jordan yang sedang naik daun. Berperan sebagai anak dari mantan rival dan sekaligus teman Rocky, Apollo Creed, yaitu Adonis Johnson Creed. Dalam Creed pertama, diceritakan jika akhirnya Adonis berhasil menjadi petinju yang diperhitungkan berkat tangan dingin Rocky. Pada Creed 2 ini, ia menemukan lawan yang lebih sepadan.

 

Para penulis skenario sepertinya bekerja sangat keras agar bisa mencari celah bagaimana cerita Rocky dan Creed bisa tetap berlanjut. Karena itu, di sekuel ini, mereka memasukkan karakter lawas yang juga ikonik, yaitu Ivan Drago (Dolph Lundgren) yang sekarang juga sudah memiliki anak dan kebetulan juga seorang petinju. Bedanya, jika Adonis melalui jalan yang mulus dan sesuai aturan dengan sasana tinju yang layak, Viktor tumbuh menjadi petinju dari ajang tarung jalanan yang keras di Kiev.



 

Bak mengulang cerita di Rocky IV, kali ini Adonis dan Viktor bertemu. Akhir cerita pasti sudah bisa ditebak. Ada satu tema yang dikulik oleh film ini. Kita akan diajak melihat apa alasan Creed bertarung selama ini. Film ini adalah pencarian jawaban dari diri Creed tentang apa artinya ia melakukan semua pertarungannya, apa yang ingin ia capai, dan siapa yang ingin dia bahagiakan. Semua jawaban ini akan terjawab di dalam film berdurasi 2 jam 10 menit ini. 


Namun entah bagaimana sisi drama yang kuat ini tergambar secara biasa saja di layar. Tidak ada adegan yang mengaduk-aduk emosi penonton. Adegan pertarungan puncaknya juga biasa saja. Tidak ada baku-hantam yang membuat penonton menahan nafas. Semuanya dibuat sederhana dan cepat, mungkin untuk menjaga momennya tetap realistis. Namun, sayangnya kurang memberi efek menegangkan untuk penonton.



 

Sebaiknya, kisah Rocky dan Creed ini disudahi. Meski mungkin ada beberapa celah yang bisa dieksplorasi lebih jauh, tapi kesannya nanti hanya memperpanjang cerita yang tidak perlu. Stallone sendiri bertindak cerdas dengan tidak menjadi tokoh utama, namun tetap memiliki peran penting. Tapi, sepertinya semua sisi telah dieksplor sehingga mengakhiri kisah saat masih disukai adalah langkah yang tepat.