Bukan tentang hantu atau kartu, melainkan orgil yang dikumpulin jadi satu.
Kalau diingat-ingat, film omnibus dari Korea hampir tidak pernah tayang di bioskop Indonesia. Maklum, di Korea sendiri, film jenis ini memang cukup jarang dibuat dan ditayangkan di bioskop. Hanya ada beberapa judul yang laris dan dikenal luas, itupun diisi jajaran aktor dan aktris yang sudah tenar atau digarap sutradara mumpuni yang akhirnya mengantongi penghargaan internasional. Sebut saja Five Senses of Eros (2009), Doomsday Book (2012) garapan Kim Jee Woon, atau Urban Myths (2022).
Tarot sendiri juga tidak jauh berbeda. Ini adalah debut film layar lebar besutan Ashbun/Choi Byeong Gil yang sebelumnya menggarap serial TV (Missing Nine, High Class). Berisi tiga kisah thriller-horor, Tarot dibintangi tiga pemeran utama: Cho Yeo Jeong di kisah ‘Santa’s Visit’, Ko Kyu Pil di cerita kedua ‘Going Home’, dan terakhir Kim Jin Young/DEX di kisah ‘Please Throw Away’. Ketiganya mencekam, disturbing di beberapa bagian, dan memberi twist mengejutkan menjelang akhir cerita. Masing-masing kisah yang diangkat terasa berbeda satu sama lain dan bikin ngeri dengan gayanya masing-masing.
Di kisah pertama ('Santa’s Visit'), penonton ikut tegang karena ada ketakutan seorang ibu yang terpaksa meninggalkan anak di rumah karena harus bekerja di malam Natal. Gambaran sosok Santa cukup menyeramkan dan plot twist di kisah ini paling menarik dibanding dua kisah lainnya. Di cerita kedua ‘Going Home’, rasa takut berlebihan dan anxiety yang dialami Kyeong Rae (Ko Kyu Pil) jadi poin plus di sini. Teknik pengambilan gambar secara close-up membuat penonton ikut merasa gelisah. Sementara kisah terakhir, siap-siaplah mual dengan adegan banyak darah di sini. ‘Please Throw Away’ bisa jadi hal terburuk yang dialami pengantar makanan online.
Lalu, apa hubungannya kartu tarot dengan tiga cerita dalam film ini? Sayangnya, hubungan antara kartu tarot di sepanjang 94 menit durasi dengan kisah yang berjalan hanya terasa seperti tempelan.

Kehadiran kartu tarot di sini tidak seperti, katakanlah, Tarot (2024) produksi Sony Pictures yang memang menjadi inti cerita dan sumber teror para karakternya. Kartu tarot yang dimunculkan dalam Tarot ini terasa cuma sebagai pembuka cerita karena hanya muncul di awal kisah, itu pun bersinggungan dengan tiap karakter tanpa memperlihatkan efek ngeri atau aneh yang berarti. Sehingga saat kejadian menyeramkan mulai terjadi, kita tidak merasakan teror yang dialami itu sebagai bagian dari kutukan kartu. Tarot di sini lebih mewakili kehidupan manusia yang satu episode hidupnya kebetulan berjalan seperti satu ‘prediksi’ kartu.
Keunggulan dari film ini jelas dari para cast-nya. Tarot jadi film comeback aktris Cho Yeo Jeong setelah membintangi Parasite (2019), film fenomenal garapan Bong Joon Ho yang mengharumkan Korea Selatan di penghargaan Cannes hingga Oscars. Film ini juga dibintangi Ko Kyu Pil, aktor yang sudah wara-wiri di puluhan judul film dan serial TV mulai dari Life on Mars (2018), Crash Landing on You (2019-2020), The Roundup 3 (2023), sampai Queen of Tears (2024). Tidak ketinggalan, film ini juga jadi debut akting Kim Jin Young/DEX yang sebelumnya terkenal lewat variety show keluaran Netflix, Single’s Inferno.
Untuk yang ingin merasakan tontonan sekali duduk yang seru, Tarot jelas bisa dijajal. Silakan ajak teman atau pasangan agar bisa jejeritan bareng. Satu yang perlu diingat, rating film ini masuk kategori 17 tahun ke atas karena ada adegan kekerasan eksplisit dan tumpahan darah yang intens.
