Captain Marvel: Sekadar Selingan Menjelang Avengers: End Game

by Dwi Retno Kusuma Wardhany 497 views

Captain Marvel: Sekadar Selingan Menjelang Avengers: End Game
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Tipikal film pertama superhero Marvel

Avengers: End Game hanya tinggal dua bulan lagi. Namun, belum ada bocoran apa pun dari pihak Marvel mengenai alur cerita. Para moviegoers di seluruh dunia hanya bisa menebak berdasarkan ending credit scene Infinity War bahwa Nick Fury memanggil Captain Marvel untuk meminta bantuan. Siapakah dia? Sebelum dimunculkan di babak pamungkas Avengers, dibuatlah film pengenalannya.

Sama seperti film Marvel kebanyakan, Captain Marvel menceritakan asal-usul pahlawan super wanita Marvel yang pertama kali diangkat ke layar lebar ini. Siapa dia sebenarnya dan kekuatan apa yang dimilikinya. Dari sini, penonton nantinya diharapkan bisa membuat spekulasi terhadap posisi penting superhero wanita ini di End Game. Mungkin, aktris Brie Larson berhasil terpilih sebagai Carol Danvers, menyisihkan para pesaingnya. Namun, aktingnya kurang meninggalkan kesan kuat. Dia tidak terasa punya kharisma yang cukup menarik perhatian seperti Gal Gadot dalam Wonder Woman.

Mengingat selama ini plot film pertama para superhero Marvel nyaris sama, berusaha mencari jati diri, maka jangan harapkan sesuatu yang berbeda dari Captain Marvel. Hal yang “lain dari biasanya” kali ini mungkin gaya penceritaannya yang tidak linear. Alih-alih menggunakan plot yang bergerak maju, Captain Marvel mencoba hal yang baru dengan menceritakan asal-usul Vers dalam plot yang bergerak mundur. Cukup menyegarkan karena bisa dibilang gaya penceritaan Marvel begitu-begitu saja selama 10 tahun.


Latar belakang tahun 90-an pun coba dibangun melalui sederet lagu yang diselipkan di tiap adegan. Salah satu yang cukup berhasil saat Captain Marvel melawan musuh-musuhnya menjelang akhir film diiringi lagu band No Doubt “I’m Just a Girl”. Meski begitu, penggunaan lagu tersebut memang belum semenakjubkan dwilogi Guardians of the Galaxy yang sukses menggunakan lagu-lagu ’80-an untuk melengkapi cerita.

Adegan aksi yang diharapkan jor-joran pun terasa biasa saja, bahkan lebih banyak menggunakan efek CGI, mengingat pertarungan dilakukan di luar angkasa. Paruh tengah film terasa menurun, membuat kita akan merasa sedikit bosan. Deretan aktor dan aktris yang ambil bagian dalam film ini pun seakan hanya tampil sebagai pemanis, seperti Djimon Honsou dan Gemma Chan.

Captain Marvel tidak jelek, tapi kekurangan momen-momen ikonik. Mungkin, salah satu yang menarik hanyalah tribute pada awal film terhadap Stan Lee yang diam-diam akan membuat kita menitikkan air mata. Dengan standarnya kisah awal-mula yang dibangun Marvel, film ini terasa bagaikan selingan sebelum kita disuguhkan oleh pertarungan puncak di Avengers: End Game.