The Divine Fury: Aksi Petarung MMA Melawan Setan

by Dwi Retno Kusuma Wardhany

The Divine Fury: Aksi Petarung MMA Melawan Setan
EDITOR'S RATING    

Dari Vice Chairman yang narsis, Park Seo-joon berubah menjadi petarung MMA pembasmi setan

Nama Park Seo-joon mungkin lebih dikenal sebagai bos menyebalkan dan narsis di What’s Wrong with Secretary Kim atau juara Taekwondo yang berusaha mengejar mimpinya dalam Fight for My Way. Namun, dalam The Divine Fury, ia menjadi seorang petarung MMA yang tidak percaya Tuhan.

Ditinggal ibunya sejak kecil membuat Yong-hoo dekat dengan sang Ayah. Namun, saat Ayahnya kecelakaan dan merasa bahwa Tuhan malah diam saja padahal Yong-hoo sudah berdoa mati-matian, anak ini pun memutuskan untuk menyangkal keberadaan Tuhan. Yong-hoo pun tumbuh besar menjadi petarung MMA dan terkenal sebagai petarung yang ganas dengan rekor 15 tanpa kalah. Suatu hari, muncul luka aneh di tangannya yang terus-menerus mengeluarkan darah. Apa yang terjadi? Benarkah luka itu merupakan pertanda bahwa Yong-hoo adalah orang terpilih?

Menggabungkan aksi dan horor, The Divine Fury tampil cukup lambat di awal khas film-film Asia Timur. Perjalanan Yong-hoo dari anak-anak hingga menjadi petarung MMA yang membenci Tuhan memakan nyaris ¼ film. Untunglah, setelah pertemuannya dengan Father Ahn (Ahn Sung-ki), pace film mulai meningkat. Berbeda dengan film-film sejenis lainnya yang dikeluarkan Hollywood, The Divine Fury tidak buru-buru mempertemukan tokoh protagonis dan antagonis. Butuh waktu nyaris ¾ film sebelum akhirnya Ji-shin (Woo Do-hwan), si Pastur Gelap, bersinggungan dengan Yong-hoo. Bagi kalian yang tidak suka film dengan pace lambat mungkin akan kebosanan.


Untungnya, horor yang ditampilkan cukup menyeramkan. Bukan hanya sekadar penampakan-penampakan mengagetkan, tapi juga suasana yang mengerikan saat orang-orang kerasukan. Sayangnya, tidak dijelaskan alasan orang-orang ini dipilih Ji-shin untuk dirasuki. Alasan Pastur Gelap ini merasuki orang-orang pun tidak digambarkan dengan lebih jelas. Memang ada entitas gelap lain yang lebih berkuasa di balik Ji-shin, namun hal tersebut tidak disorot lebih jauh. Alasan Ji-shin menjadi Pastur Gelap juga tidak dipaparkan dengan jelas, alasannya kabur dari Vatikan ke Korea Selatan, hingga masa lalunya seakan buram begitu saja.

Meski mungkin banyak misteri di sana-sini, namun efek spesial ini memang patut diacungi jempol karena begitu rapi dan tidak kalah dengan film Hollywood. Tidak hanya itu, chemistry antara Park Seo-joon dengan Ahn Sung-ki sangat terasa. Sebagai pemuda yang diselamatkan Father Ahn, kekhawatiran Yong-hoo saat melihat pria tua ini sekarat terasa tulus.

Buat kalian yang mencintai film-film horor-aksi seperti Constantine atau bahkan jatuh cinta dengan Vice Chairman di What’s Wrong with Secretary Kim? rasanya wajib menonton film ini.