Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Ya Udah, Cukup Tahu Aja

by Takdir 363 views

Aku Tahu Kapan Kamu Mati: Ya Udah, Cukup Tahu Aja
EDITOR'S RATING    
PEOPLE'S RATING      
Add Your Rating    

Dia cuma tahu saja, tapi ya udah nggak bisa apa-apa

Bisa dikatakan poster filmnya agak menyesatkan sebab mengesankan bahwa film ini full horor, padahal sebenarnya film ini soal persahabatan empat siswi SMA dengan selingan Al Ghazali yang tidak membawa Mi Sedaap sama sekali.

Alkisah Siena (Natasha Wilona) mati suri, lalu kembali ke teman-teman di asramanya yang bahagia Siena hidup lagi. Kenapa Siena mati dan kenapa juga mati suri lalu bangkit dalam dua menit pertama nggak usah dipikirin, nanti kamu pusing sendiri. Terima saja sudah kayak gini. Padahal kan kalau orang normal mikir, itu mati suri bangkit lagi kok nggak ada kehebohan minimal di asrama atau sekolahnya? Ini mati suri dianggap biasa saja seperti kamu nggak sengaja ketumpahan kopi.

Lalu kejadian aneh mulai dirasakan Siena di sekolah, dengan selingan adegan adegan komedi dari teman-temannya yang masih agak berbau slapstick, khususnya dari Ria Ricis yang unsur komedinya kental.  Pokoknya Siena tahu siapa yang akan mati cuma berdasarkan melihat roh/arwah/demit/hologram/entahlah dan ya sudah cuma tahu aja, tapi nggak bisa ngapa-ngapain.


Ada temannya bunuh diri, ya udah dia nggak bisa ngapa-ngapain. Boro-boro filmnya menceritakan kenapa ada remaja bunuh diri. Sebab musabab tidaklah penting di film ini, yang penting penampakan dan komedi. Cerita kemudian ditambah bumbu cinta segitiga anak SMA ala FTV, yakni kemunculan Bram (Al Ghazali), cowok paling keren di SMA itu yang naksir Siena dan dicemburui siswi bitch berkarakter dua dimensi. Udah ketebak kan bakal ada adegan jambak-jambakan ala UFC. Tapi, ini realistis loh, tiap sekolah ada saja bitch seperti ini.

Siena semakin galau ketika tahu bahwa Bram pun didatangi arwah alias bakalan mati. Mati-matian Siena berusaha mencegah Bram mati balapan liar. Padahal, adegan balapan liarnya nggak liar-liar amat. Masih pakai helm dan kayaknya cuma muterin kompleks doang nggak sampe flyover Ancol.

Lalu apa yang akan Siena lakukan? Semuanya berakhir sia-sia. Ya film ini bermuatan nihilis, yakni percuma usaha toh kalau sudah waktunya mati ya mati aja. Makasih ya, semua juga tahu air itu basah. Lalu bagaimana dengan visualisasi hantunya? Itu juga standar, hantu berbedak, rambut panjang, anak kecil atau dandanan seram. Bahkan ada salah satu adegan nggak nyambung yakni mimpi Siena dikejar roh bergaun merah yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita filmnya sendiri. Aku tahu kapan kamu mati, tapi ya udah cuma tahu doang kan?