Crime 101: Saat Genre Heist Dilakukan Tanpa Romantisasi Berlebihan

by Redaksi

Crime 101: Saat Genre Heist Dilakukan Tanpa Romantisasi Berlebihan
EDITOR'S RATING    

Inillah kejahatan perampokan yang sesungguhnya

Di layar lebar, film bergenre pencurian (heist) sudah berkali-kali menjadi tema. Kebanyakan memiliki satu kesamaan: dilakukan secara berkelompok. Sebut saja waralaba Fast & Furious, The Italian Job, Ocean's 11, sampai trilogi Now You See Me. Jarang ada film yang mengangkat heist yang hanya dilakukan satu pencuri karena umumnya objek yang diincar butuh kerja sama banyak orang. Namun, ada satu film heist yang bisa dibilang sedikit berbeda. Diadaptasi dari novelet berjudul sama, Crime 101 digarap oleh Brad Layton dan dibintangi deretan bintang berkelas, seperti Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Barry Keoghan, Halle Berry, Monica Barbaro, Jennifer Jason Leigh, dan Nick Nolte.

Mike Davis adalah seorang pencuri permata yang bekerja sendirian. Modus operandinya adalah dilakukan secara terencana, tidak meninggalkan jejak apa pun, menghindari kekerasan, dan selalu dilakukan dekat U.S. Highway 101 yang sekaligus menjadi rute kaburnya. Saat pencurian yang ia lakukan nyaris saja membuat nyawanya dalam bahaya, Mike memutuskan untuk menghentikan rencana perampokan di Santa Barbara. Namun, Money, penadah yang sering bekerja dengan Mike, tidak ingin mundur dan memilih seorang pencuri muda, Ormon, yang tidak segan-segan melakukan kekerasan dan membunuh, untuk melakukan pekerjaan tersebut. Sadar bahwa ia dicurangi, Mike memutuskan hubungan dengan Money yang malah menyuruh Ormon menggagalkan pencurian Mike berikutnya. Di sisi lain, ada Detektif Lou Lubesnick yang terobsesi menangkap Mike dengan memperhatikan pola pencurian yang terjadi. Ada juga agen asuransi Sharon yang frustrasi karena tidak kunjung dipromosikan meski sudah bekerja 11 tahun dan memutuskan untuk membalas dendam dengan bantuan Mike. 

Crime 101 bisa dibilang film bergenre heist yang sepi dan jauh dari kata glamor. Tidak ada aksi rekrut-merekrut, tidak ada orang-orang dengan keahlian tertentu, tidak ada tim yang bergaya keren dan sesekali menyamar buat mengecoh musuh. Semua dikerjakan satu orang, mulai dari perencanaan sampai pengerjaan. Namun, apa yang disajikan di film ini justru terasa realistis dan bukan heist yang diromantisasi. Ormon, bisa dibilang, salah satu karakter yang kita bayangkan memang berkeliaran di Amerika sana. Kejam, brutal, dan tidak pandang bulu di setiap aksinya. 


Tidak hanya menyinggung soal pencurian, Crime 101 juga mengetengahkan premis "saat kesabaran hilang, orang baik pun bisa jadi orang jahat." Dan, itu terlihat lewat karakter Detektif Lou yang pada akhirnya bersimpati pada Mike setelah sebuah kejadian membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap rekan-rekan kerjanya. Begitu juga dengan Sharon yang mendapat perlakuan tidak adil di kantor akhirnya memutuskan untuk balas dendam dengan cara yang tidak terduga. 

Salah satu yang mengundang perhatian dari Crime 101 ini, selain plotnya yang berbeda dari film heist kebanyakan, tentu juga keterlibatan empat bintang yang kesemuanya pernah muncul di dalam film Marvel. Ada Mark Ruffalo (Hulk), Chris Hemsworth (Thor), Halle Berry (Storm, X-Men), dan Barry Keoghan (Druig, The Eternals). Menarik dan terasa refreshing melihat keempatnya disatukan di sebuah film yang tidak mengusung embel-embel superhero. Di antara keempatnya, bisa dibilang Keoghan tampil sebagai scene stealer. Memainkan karakter Ormon, ia sukses membuat penonton kesal dengan sikapnya yang sok jago, kasar, brutal, kejam, tapi kadang pengecut. Sikapnya sulit ditebak sehingga perampokan sederhana bisa berakhir jadi tragedi saat karakter ini terlibat. 

Buat penyuka genre heist, Crime 101 jelas salah satu film yang wajib ditonton. Jangan harapkan aksi super keren dengan karakter-karakter stylish. Bukan. Ini tentang kejahatan yang mungkin sangat bisa terjadi di mana pun, khususnya di Amerika. Bahwa perampokan itu bisa kejam, brutal, dan memakan korban jiwa. Bukan tindakan yang diromantisasi atau dielu-elukan.