Masih ada momen-momen unik dan lucu dibanding film keempat yang terasa membosankan.
Johnny
Depp dan Pirates of the Caribbean bagaikan
Mission: Impossible dengan Tom
Cruise. Selama keduanya masih kuat dan berdaya jual, dua franchise miliaran dolar ini akan terus dipertahankan. Aktor-aktris
muda boleh masuk silih berganti sebagai pemanis, tetapi Depp sebagai Jack
Sparrow jelas akan selalu ada. Jika suatu hari nanti karakternya diganti dengan
kapten lain, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa sudah saatnya mengakhiri kisah
petualangan bajak laut ini.
Itulah
yang terlihat pada Pirates of the
Carribean: Salazar’s Revenger yang sedang tayang di Indonesia. Sadar bahwa
Depp sudah tidak semuda bertahun-tahun lampau saat trilogi Pirates of the Caribbean orisinal dirilis, pihak studio rupanya
tidak ngotot mengisi naskah dengan banyak adegan si kapten urakan ini.
Bandingkan dengan seri keempat, On
Stranger Tides (2011), yang masih
menempatkan Sparrow sebagai karakter sentral sehingga film jadi terasa
membosankan karena gaya kapten Black Pearl ini hanya mengulang dari tiga film
sebelumnya.
Untunglah,
duet sutradara pembesut Kon-Tiki, Joachim
Rønning dan Espen Sandberg, mengerti akan hal ini dan menempatkan dua karakter
utama lainnya, yaitu Henry dan Carina dengan porsi sama banyaknya dengan Sparrow.
Hal inilah yang membuat Salazar’s Revenge
cukup memberi angin segar alih-alih berusaha menarik minat penonton dengan
membiarkan Depp bertingkah seperti orang mabuk.

Meskipun
begitu, saya sempat merasa bosan di setengah awal film yang lebih banyak
berkutat di darat. Begitu Salazar mulai bertemu Barbossa dan Sparrow, barulah pace cerita semakin meningkat. Meskipun
dari segi spesial efek tidak ada yang terlalu mewah, namun salah satu hal yang
menarik adalah rambut di sekitar Salazar yang bergerak seperti di dalam air.
Uniknya,
entah disengaja atau tidak, Pirates of
the Caribbean: Salazar’s Revenge ini memakai formula yang nyaris serupa
dengan Fast Five. Siapapun tentu
masih ingat adegan penyeretan lemari besi di sepanjang jalan kota Rio de
Janeiro dan menimbulkan kehebohan massal. Hal ini juga muncul di Salazar’s Revenge, tentu saja dengan
menggunakan benda-benda yang ada pada masa itu, seperti kuda, kereta, dan
jalanan tanah. Tidak hanya itu, layaknya Fast
Five yang mempertemukan tokoh-tokoh penting pada film-film sebelumnya, film
yang diproduseri oleh Jerry Bruckheimer ini juga menampilkan kembali
tokoh-tokoh lama yang tentunya dikenal para penikmat Pirates of the Caribbean sejak awal, yaitu Orlando Bloom sebagai Will
Turner dan Keira Knightley sebagai Elizabeth Swann.
Meski bagi sebagian kalangan Salazar’s Revenge tidak terlalu memikat, namun yang pasti Rønning dan Sandberg berhasil menghadirkan sesuatu yang berbeda dan segar dari segi lelucon. Mengingat kemunculan musuh lama pada ending credit scene, bisa dipastikan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, Sparrow akan kembali muncul didampingi Turner dan Swann.