Kalo tidak mau rumah jadi sarang buaya, jangan bikin rumah di pinggir sungai
Binatang
buas memang sering sekali diangkat menjadi karakter antagonis suatu film.
Kekejaman mereka memangsa manusia menjadi sumber aksi utama dalam film-film
bergenre ini. Namun, jika dipikir-pikir lagi semua kekejaman mereka terjadi
karena ulah manusia juga. Kita yang mengusik, tapi malah marah. Tapi, tidak
semua formulanya begitu karena kadang manusianya hanya berada pada waktu dan
tempat yang salah. Crawl, salah satu
film yang menunjukkan jika semuanya bisa terjadi karena kebetulan saja.
Haley
(Kaya Scodelario) mencoba mencari ayahnya (Barry Pepper) yang tidak membalas
panggilan teleponnya padahal ada badai besar yang menuju ke rumah mereka. Nekat
menerobos badai, Haley pun mendapati ayahnya pingsan di ruang bawah tanah.
Kejadian mengejutkan terjadi karena terdapat buaya bersarang di bawah rumah
mereka. Jadilah, Haley dan ayahnya mencoba selamat dari badai dan serangan
buaya yang ternyata semakin menggila.
Mirip Shallow (2016) yang dibintangi Blake
Lively, di mana seorang wanita harus berjuang lepas dari cengkeraman hiu, di
sini seorang wanita harus adu berenang dengan buaya-buaya agar bisa selamat.
Bagusnya, tantangan di film ini bukan cuma buaya, tapi juga badai besar yang
membuat tanggul jebol dan membanjiri kota. Untuk film-film seperti ini, jualan
utamanya adalah cara manusia bisa bertahan dan selamat setelah di-bully oleh hewan-hewan buas ini.

Alexander
Aja sebagai sutradara berhasil menyajikan film yang memiliki tempo cukup asyik
sehingga ketegangan dan sisi kejutannya bisa dimunculkan dengan baik. Sepanjang
film kita akan diberikan rasa was-was kapan buaya-buaya ini menyerang. Kadang
di saat yang kita kira akan menyerang ternyata tidak ada apa-apa, namun di saat
tidak terduga ternyata ada kejutan yang lumayan bikin kaget.
Untuk
film murah, desain produksi film ini cukup lumayan. Adegan banjir dan
kehancuran rumahnya cukup fantastis. CGI buayanya juga terlihat realistis. Walau
lokasinya tidak banyak, tapi tim belakang layar bisa memanfaatkan lokasi itu
dan memaksimalkannya untuk menghasilkan efek ruangan sempit yang membuat
penonton menahan nafas.
Meski kita semua pasti tahu akhir film-film seperti ini, namun Crawl tetap nikmat ditonton sebagai pelepas penat. Performa Kaya Scodelario pun lumayan di sini. Suaranya yang serak dan hilang saat berteriak berhasil membuat penonton gregetan. Buktikan sendiri dengan menonton filmnya saat ini.
.jpg)