Superman: Pembuka Era Baru DC Studios Persembahan James Gunn

by Redaksi

Superman: Pembuka Era Baru DC Studios Persembahan James Gunn
EDITOR'S RATING    

Superman yang tidak banyak drama

Kemunculan Superman yang tidak lagi dibintangi oleh Henry Cavill menandai era baru DC Studios di bawah James Gunn. Ini berarti keinginan para penggemar Zack Snyder untuk menyaksikan Man of Steel 2 terpaksa dikubur dalam-dalam, berganti menjadi Era Dewa dan Monster. Gunn sendiri sukses membawa angin segar di dunia MCU lewat Guardians of the Galaxy Vol. 1 yang disukai banyak orang. Dengan style khasnya, ia mencoba menerapkan hal yang hampir serupa kepada DC Studios dan hasilnya adalah Superman terbaru ini. 

Clark Kent harus berjibaku antara menyeimbangkan perannya sebagai wartawan di Daily Planet atau Superman yang memberantas kejahatan. Berkali-kali, ia harus menghadapi musuh aneh yang menyerang Metropolis, seperti Hammer of Boravia atau monster yang bisa menyemburkan api. Itu masih belum ditambah dengan masalah politik yang ia timbulkan akibat menyerang negara aliansi Amerika. Di tengah situasi tersebut, ada pula Lex Luthor yang berusaha sekuat tenaga, dengan kepintaran dan sumber dayanya yang tidak terbatas, untuk menghancurkan Superman tanpa ampun. Di balik situasi tersebut, Superman masih memiliki Lois Lane, Justice Gang, dan juga kedua orangtuanya.

Satu kata yang menggambarkan Gunn dalam menghadirkan Superman versi terbaru ini: berani. Bagaimana tidak, Gunn tidak mengambil periode mulai dari Superman terpaksa "mengungsi" dari dunianya ke Bumi karena Krypton hancur. Ia mengambil masa di saat Superman sudah dikenal dunia, sudah menjadi jurnalis di Daily Planet, sudah berpacaran dengan Lois Lane, dan juga sudah berhadapan dengan musuh bebuyutannya, Lex Luthor. Sungguh langkah yang berani dari Gunn yang tidak mau repot-repot bercerita dari awal dengan asumsi semua orang sudah tahu asal-muasal Superman dan tidak perlu dijelaskan lagi.


Tidak hanya itu, bahkan Gunn membuka film dengan kekalahan Superman, seperti materi promosi sneak-peek lima menit awal yang sudah disebarkan menjelang filmnya tayang. Kekalahan ini seakan memberi petunjuk pada penonton bahwa Gunn tidak ingin men-superman-kan Superman. Di balik segala kekuatan yang dia punya, Superman digambarkan tetap bisa kalah bertarung meski musuhnya tidak memiliki Kryptonite sekalipun. 

Mengingatkan kita pada Guardians of the Galaxy, Gunn membawa film ini ke arah tone yang lebih cerah, alih-alih kelam dan gloomy seperti milik Snyder. Beberapa jokes pun diselipkan dan bisa membuat penonton tertawa. Pertarungannya meski tidak se-memukau dan se-memorable Man of Steel (2013), namun masih seru untuk dinikmati. 

Tiga pemeran utama yang tentunya menjadi sorotan adalah David Corenswet, Rachel Brosnahan, dan Nicholas Hoult. Corenswet dan Brosnahan memang bisa menghadirkan sosok Clark Kent/Superman dan Lois Lane tanpa cela meski kharisma keduanya belum bisa menyamai Henry Cavill dan Amy Adams. Hoult pun membuktikan bahwa dirinya memang aktor yang serba bisa dengan menghadirkan Luthor yang kejam dan terobsesi dengan Superman. Namun, scene stealer tentu ada pada Krypto, anjing putih super nakal tapi pintar, yang untuk pertama kali hadir di film Superman versi live action


Mungkin, orang-orang yang menggemari Superman versi Zack Snyder akan mengerutkan kening di awal karena tone Superman yang lebih cerah dengan menyisipkan lelucon di sana-sini. Namun, tidak sedikit pula yang memuji bahwa ini sukses menjadi pembuka Era DC Studios yang baru. Patut ditunggu akan seperti apa kisah-kisah pahlawan komik ikonik dari DC di bawah pengaruh Gunn. Yang jelas, Superman berhasil menciptakan nuansa baru yang lebih ringan bagi Manusia Baja ini.